- Harga jual mobil premium bekas mengalami depresiasi signifikan hingga 70 persen dalam lima tahun pertama pemakaian.
- Biaya kepemilikan mobil mewah tetap mahal karena pajak tahunan, konsumsi bahan bakar, dan biaya perawatan tinggi.
- Pembeli disarankan bijak mempertimbangkan beban operasional rutin sebelum membeli kendaraan premium dengan harga jual terjangkau tersebut.
Suara.com - Mobil-mobil yang dulu disebut raja jalanan kini bisa dibeli dengan harga setara LCGC. Namun, depresiasi harga tidak berarti biaya kepemilikan ikut murah. Pajak tahunan, konsumsi BBM, dan perawatan justru menjadi “bom waktu” bagi pemilik baru yang ekonominya masih gonjang-ganjing.
Menurut data Gaikindo dan pasar mobil bekas, depresiasi mobil premium bisa mencapai 60–70% dalam 5 tahun pertama, tapi biaya pajak tetap mengikuti NJKB awal.
Inilah sebab mengapa Alphard atau Fortuner bekas bisa dibeli murah, tapi tetap bikin dompet megap-megap.
Apa saja contohnya? Berikut adalah 7 mobil murah yang wajib dipertimbangkan secara matang sebelum dibeli, jangan sampai gegabah.
1. Honda CR-V Gen 1 – Murah Dibeli, Pajak Tetap Menggigit

- Harga Bekas: Rp50–90 juta
- Pajak Tahunan: Rp4,5–6,8 juta
- Masalah: Konsumsi BBM boros, pajak tinggi.
- Solusi: Cocok untuk yang butuh SUV harian dengan utilitas besar, asal siap menanggung pajak.
2. Toyota Fortuner Gen 1 – Pajak Setara Motor Baru Tiap Tahun

- Harga Bekas: Rp115–170 juta
- Pajak Tahunan: Rp7–9,2 juta
- Masalah: Boros bensin, pajak tahunan setara beli motor matic baru.
- Solusi: Hanya masuk akal bila dipakai di luar kota dengan solar non-subsidi.
3. Mitsubishi Pajero Sport – Diesel Bandel, Tapi Beban Pajak

- Harga Bekas: Rp130–180 juta
- Pajak Tahunan: Rp7–8,5 juta
- Masalah: Pajak tinggi, biaya solar non-subsidi.
- Solusi: Cocok untuk mobilitas luar kota, bukan untuk pemakaian harian di dalam kota.
4. Toyota Alphard Gen 1 – Istana Berjalan, Pajak Neraka

- Harga Bekas: Rp94–170 juta
- Pajak Tahunan: Rp9–13 juta
- Masalah: Pajak progresif dan servis mahal.
- Solusi: Pilihan bagi keluarga mapan yang sudah punya mobil harian lain.
5. BMW E46 – Sensasi Berkendara, Biaya Servis Bikin Stres

- Harga Bekas: Rp70–110 juta
- Masalah: Suku cadang mahal, bengkel spesialis terbatas.
- Solusi: Cocok untuk enthusiast, bukan untuk pemilik awam.
6. Mercedes-Benz W203 – Mercy Murah, Risiko Mahal

- Harga Bekas: Rp80–120 juta
- Masalah: Sistem elektronik rawan rusak, biaya perbaikan setara harga mobil.
- Solusi: Hanya layak bila punya akses ke bengkel spesialis Mercy.
7. Toyota Camry XV30 – Bos Mafia Turun Kasta

- Harga Bekas: Rp110–150 juta
- Masalah: Boros BBM, pajak tinggi, tampilan jadul.
- Solusi: Cocok untuk perjalanan jarak jauh, bukan untuk mobil harian.
Mobil-mobil ini cocok untuk kolektor, enthusiast, atau pemilik dengan mobil harian lain.
Untuk pembeli awam, lebih aman memilih mobil bekas dengan pajak rendah dan konsumsi BBM irit.