Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas

Cesar Uji Tawakal, Gagah Radhitya Widiaseno

Minggu, 31 Mei 2026 | 11:30 WIB
Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Honda NS150ES, jawaban atas dilema pilih PCX atau Vario (Gemini AI)
baca 10 detik
  • Honda NS150ES memadukan desain Vario dan kenyamanan PCX dengan dek rata tanpa rangka eSAF.
  • Mesin 150cc menghasilkan tenaga 15,5 dk yang lebih buas dari eSP+ milik Vario 160.
  • Varian tertinggi dibekali fitur premium seperti layar TFT, boks bagasi, dan dashcam bawaan pabrik.

Suara.com - Selama ini, konsumen motor di Tanah Air kerap dihadapkan pada dilema klasik: memilih kemewahan dan kenyamanan berkendara ala Honda PCX, atau mengutamakan kepraktisan dek rata fungsional milik Honda Vario untuk membawa barang harian.

Kini, dilema tersebut sepertinya telah menemukan titik terang. Melalui Sundiro Honda selaku agen tunggal di pasar Tiongkok, pabrikan berlogo sayap mengepak ini resmi merilis skutik revolusioner berdesain hibrida bernama Honda NS150ES.

Motor ini diklaim menjadi solusi paripurna bagi pecinta skutik gambot yang membutuhkan ruang kaki luas tanpa mengorbankan performa dan kenyamanan.

Desain Agresif dengan Kepraktisan Dek Rata

Secara visual, fasia depan Honda NS150ES memancarkan aura agresif nan tajam yang identik dengan keluarga Vario series, lengkap dengan lampu utama proyektor LED ganda.

Namun, DNA PCX langsung terasa saat melihat aplikasi tameng angin (windshield) tinggi dan penutup setang, memastikan pengendara tidak mudah lelah saat melahap kemacetan atau touring jarak jauh.

Daya tarik utamanya ada pada area pijakan kaki yang didesain rata dan luas. Menariknya, Honda menanggalkan rangka eSAF dan memindahkan posisi tangki bahan bakar ke bawah dek, mirip dengan konstruksi skuter Vespa.

Konfigurasi dek rata ini sangat krusial bagi pengendara yang sering membawa barang bawaan, menjadikannya penantang serius bagi Yamaha Lexi LX 155 jika kelak mengaspal di Indonesia.

Mesin Halus, Tenaga Melampaui eSP+

baca juga
Honda NS150ES, jawaban atas dilema pilih PCX atau Vario (Gemini AI)
Honda NS150ES, jawaban atas dilema pilih PCX atau Vario (Gemini AI)

Jangan tertipu dengan kubikasi mesinnya yang "hanya" 149cc. Mesin berkode SH-EP berpendingin cairan dengan 4 katup ini ternyata mampu memuntahkan tenaga hingga 15,5 dk dan torsi puncak 14,4 Nm.

Di atas kertas, spesifikasi performa ini sedikit mengungguli figur tenaga dari mesin eSP+ kebanggaan Vario 160.

Karakter mesin ini sengaja disetel linear dengan akselerasi awal yang lembut untuk meminimalisir hentakan saat stop-and-go di jalur padat.

Dipadukan dengan tangki bensin ekstra besar berkapasitas 8 liter dan konsumsi BBM 2,2 liter/100 km, skutik ini sanggup diajak melaju hingga jarak hampir 370 km sebelum harus singgah ke SPBU.

Fitur "Sultan" Mulai Rp33 Jutaan

Honda NS150ES tidak pelit fitur. Pabrikan membekali semua variannya dengan sistem pengereman ABS dual-channel dan Traction Control System (TCS) untuk menjamin keamanan ekstra.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bobot Ringan Bak Diet Ketat, Tapi Bagasinya Kalahkan NMAX! Kok Bisa Yamaha Bikin Skutik Seperti Ini?

Bobot Ringan Bak Diet Ketat, Tapi Bagasinya Kalahkan NMAX! Kok Bisa Yamaha Bikin Skutik Seperti Ini?

Otomotif | Minggu, 31 Mei 2026 | 09:40 WIB

Plus Minus Pinang Honda Scoopy di 2026, Kenapa Skutik Ini Tetap Jadi Favorit Pengendara Wanita?

Plus Minus Pinang Honda Scoopy di 2026, Kenapa Skutik Ini Tetap Jadi Favorit Pengendara Wanita?

Otomotif | Minggu, 31 Mei 2026 | 09:10 WIB

Konflik Timur Tengah Lumpuhkan Ekspor Mobil Toyota dari Jepang Hingga Nyaris Habis

Konflik Timur Tengah Lumpuhkan Ekspor Mobil Toyota dari Jepang Hingga Nyaris Habis

Otomotif | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:30 WIB

Terkini

Mobilitas Kian Padat, Hyundai New CRETA Hadirkan Kabin Nyaman untuk Temani Setiap Perjalanan

Mobilitas Kian Padat, Hyundai New CRETA Hadirkan Kabin Nyaman untuk Temani Setiap Perjalanan

Jabar | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:00 WIB

Kendal Tornado FC Datangkan Kiper Timnas Indonesia U-20 Er Deva Aulia Egon

Kendal Tornado FC Datangkan Kiper Timnas Indonesia U-20 Er Deva Aulia Egon

Bola | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:58 WIB

Danantara Mulai Bidik Saham BEI

Danantara Mulai Bidik Saham BEI

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:55 WIB

Kertajati Disiapkan Jadi Hub Dirgantara, Pemerintah Bidik Pasar Asia Pasifik US$138 Miliar

Kertajati Disiapkan Jadi Hub Dirgantara, Pemerintah Bidik Pasar Asia Pasifik US$138 Miliar

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:50 WIB

TVS Apache Rayakan 7 Juta Pengendara di 90 Negara, Perkuat Warisan Balap Lewat Kampanye Global

TVS Apache Rayakan 7 Juta Pengendara di 90 Negara, Perkuat Warisan Balap Lewat Kampanye Global

Otomotif | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:50 WIB

Rupiah Konsisten Menguat, Tapi Masih di atas Rp18.000 per Dolar AS

Rupiah Konsisten Menguat, Tapi Masih di atas Rp18.000 per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:49 WIB

Muktamar ke-35 PBNU Segera Digelar: Gus Ipul Ungkap Sosok yang Berpeluang Pimpin Nahdlatul Ulama

Muktamar ke-35 PBNU Segera Digelar: Gus Ipul Ungkap Sosok yang Berpeluang Pimpin Nahdlatul Ulama

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:48 WIB

Punya Kuasa Ambil Alih Kasus Febrie, KPK: Tapi Bukan Seperti Memungut Barang di Jalan!

Punya Kuasa Ambil Alih Kasus Febrie, KPK: Tapi Bukan Seperti Memungut Barang di Jalan!

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:46 WIB

Isu Appi Pindah ke Partai Gerindra Menguat

Isu Appi Pindah ke Partai Gerindra Menguat

Sulsel | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:45 WIB

Tak Lagi Polos, Deodorant Tawas Kini Punya Aroma yang Lebih Personal

Tak Lagi Polos, Deodorant Tawas Kini Punya Aroma yang Lebih Personal

Lifestyle | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:44 WIB

×