Mobil Listrik China Makin Obesitas Baterai Besar Jadi Tantangan Baru Industri Otomotif

Manuel Jeghesta Nainggolan, Michele Alessandra Amabelle

Sabtu, 06 Juni 2026 | 15:29 WIB
Mobil Listrik China Makin Obesitas Baterai Besar Jadi Tantangan Baru Industri Otomotif
Ilustrasi mobil listrik China. (freepik)
baca 10 detik
  • Industri otomotif China mengalami peningkatan rata-rata bobot mobil listrik secara signifikan dari 1.312 kilogram pada tahun 2012 menjadi 1.704 kilogram.
  • Peningkatan bobot disebabkan oleh penggunaan baterai berkapasitas besar dan tingginya permintaan pasar terhadap kendaraan jenis SUV serta MPV berukuran besar.
  • Pemerintah China akan memberlakukan aturan efisiensi energi lebih ketat mulai tahun 2026 sebagai respons terhadap risiko kerusakan infrastruktur dan konsumsi listrik.

Suara.com - Industri otomotif China tengah menghadapi dilema besar seiring meningkatnya bobot kendaraan secara signifikan dalam satu dekade terakhir. Tren mobil listrik China dengan jarak tempuh jauh justru membuat kendaraan semakin berat dan memicu kekhawatiran serius dari regulator.

Laporan Carnewschina mencatat rata-rata bobot mobil listrik China melonjak dari 1.312 kilogram pada 2012 menjadi 1.704 kilogram pada 2024. Kenaikan hampir 400 kilogram ini didorong oleh adopsi kendaraan energi baru atau NEV yang sangat masif.

Teknologi baterai saat ini masih memiliki keterbatasan dalam hal kepadatan energi. Untuk mengejar jarak tempuh yang lebih jauh, produsen terpaksa menyematkan baterai berkapasitas besar yang secara otomatis menambah beban. Pada mobil keluarga berbasis NEV, komponen baterai saja bisa mencapai 500 hingga 650 kilogram. Bahkan untuk model dengan daya jelajah ekstra, berat baterai mampu menyentuh angka 700 hingga 800 kilogram.

Selain faktor baterai, minat pasar terhadap SUV bongsor dan MPV premium memperparah keadaan. Contoh nyatanya terlihat pada model mewah Maextro S800 yang memiliki panjang lebih dari 5,4 meter dengan bobot fantastis melampaui 3 ton.

Kendaraan yang terlalu berat mendatangkan risiko seperti konsumsi energi yang lebih boros, ban serta rem yang cepat aus, hingga potensi kerusakan infrastruktur jalan. Hal ini memicu pemerintah China merilis standar konsumsi energi yang lebih ketat mulai 1 Januari 2026.

Aturan insentif pajak terbaru mensyaratkan mobil listrik dengan bobot lebih dari 2.710 kilogram harus memiliki konsumsi listrik di bawah 19,1 kWh per 100 kilometer. Jika tidak memenuhi angka tersebut, keringanan pajak tidak akan diberikan kepada konsumen atau produsen.

Kondisi ini memaksa pabrikan otomotif mencari solusi inovatif. Mereka kini dituntut menggunakan material ringan serta mengembangkan teknologi baterai generasi baru dengan kepadatan energi lebih tinggi agar mobil tetap efisien tanpa perlu menjadi obesitas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Xiaomi Merugi akibat Jualan Mobil Listrik, Kenapa?

Xiaomi Merugi akibat Jualan Mobil Listrik, Kenapa?

Otomotif | Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10 WIB

Nasib Garansi Seumur Hidup Mobil Listrik Wuling Saat Berpindah Tangan

Nasib Garansi Seumur Hidup Mobil Listrik Wuling Saat Berpindah Tangan

Otomotif | Jum'at, 05 Juni 2026 | 19:40 WIB

Pesona Mobil SUV Mungil Wuling bak Jimny 'Lite', Harga Miring Jarak Tempuh Jauh

Pesona Mobil SUV Mungil Wuling bak Jimny 'Lite', Harga Miring Jarak Tempuh Jauh

Otomotif | Jum'at, 05 Juni 2026 | 15:43 WIB

Terkini

Ledakan Guncang Grand Polonia Medan, Lima Rumah Alami Kerusakan

Ledakan Guncang Grand Polonia Medan, Lima Rumah Alami Kerusakan

Foto | Selasa, 21 Juli 2026 | 06:00 WIB

Penembak Sekuriti dan Warga Negara Maroko di Bali Punya Izin Senpi

Penembak Sekuriti dan Warga Negara Maroko di Bali Punya Izin Senpi

Bali | Selasa, 21 Juli 2026 | 05:56 WIB

Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay

Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 23:07 WIB

Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub

Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 22:52 WIB

Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI

Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI

Bri | Senin, 20 Juli 2026 | 22:40 WIB

Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK

Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK

Foto | Senin, 20 Juli 2026 | 22:24 WIB

Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029

Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029

News | Senin, 20 Juli 2026 | 22:15 WIB

Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia

Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia

Bola | Senin, 20 Juli 2026 | 21:37 WIB

Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?

Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?

Health | Senin, 20 Juli 2026 | 21:27 WIB

Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati

Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 21:16 WIB

×