- Ongkos servis bisa membengkak karena desain bodi motor yang rumit dan lama dibongkar.
- Blade, PCX 160, Mio Karbu, Stylo, dan Vega ZR sangat dihindari oleh para mekanik.
- Sebaiknya tinggalkan motor di bengkel agar mekanik bekerja tenang dan mengurangi risiko bodi pecah.
Suara.com - Pernahkah Anda heran mengapa tagihan servis motor terasa membengkak, padahal suku cadang yang diganti harganya tergolong murah? Jawabannya sering kali tidak terletak pada harga sparepart, melainkan pada tingkat kerumitan desain bodi motor tersebut.
Bagi mekanik bengkel, waktu adalah uang. Ada beberapa tipe motor yang desain bodinya begitu rumit dan menyembunyikan banyak baut, sehingga membongkarnya saja sudah memakan waktu berjam-jam.
Risiko kancing bodi patah pun mengintai, membuat mekanik harus berhadapan dengan kerugian yang lebih besar daripada ongkos jasa yang diterima.
Berdasarkan keluh kesah dari dapur bengkel di Channel Youtube HND Garage, berikut adalah 5 motor yang masuk dalam daftar "mimpi buruk" mekanik karena ongkos dan risiko bongkarnya sangat tinggi:
1. Honda Blade (Generasi Kedua)

Motor bebek yang satu ini punya reputasi legendaris di kalangan mekanik, sayangnya bukan dalam konotasi positif.
Kerumitan bodi Honda Blade generasi kedua sukses membuat para montir memutar otak mencari alasan untuk menghindarinya.
Membongkar area karburator berarti harus melepas bodi hingga ke bagian ekor. Saking repotnya, pekerjaan ini kerap memicu "drama" di bengkel.
"Mau bongkar karburator harus bongkar sampai ke belakang... Kalau sudah ketemu dengan motor ini, itu sudah rebutan nih. Rebutan mau ke belakang, bukan rebutan mau nanganin. Jadi pakai akal licik, akal trik penuh dengan drama." ujar Herdi Nofriadi.
2. Honda PCX 160

Bodi gambot dan mulus PCX 160 memang sedap dipandang, namun ketiadaan baut yang terekspos berarti mekanik harus menggunakan alat pengungkit khusus.
Untuk urusan sepele seperti mengganti komstir, bodi motor nyaris harus ditelanjangi total.
Harga komstir mungkin tidak seberapa, namun risiko bodi pecah saat dicongkel membuat mekanik merasa pekerjaan ini tidak sepadan dengan bayarannya.
"Ongkosnya Komstir tuh berapa sih? Rp100.000. Tapi kalau seandainya pengerjaannya selama 2 jam lebih itu kalau dikonversikan ke servis motor biasa itu bisa sampai servis 2 sampai 3 motor... banyakan resikonya daripada pendapatannya karena bodinya gampang pecah kalau salah-salah nyukit." tambah Herdi.
3. Yamaha Mio Karbu

Jangan tertipu dengan dimensinya yang kecil. Motor matik lawas ini diakui memiliki keruwetan tata letak komponen dan jumlah baut yang luar biasa banyak di bagian CVT jika dibandingkan dengan kompetitor sekelasnya. Banyaknya baut rawan membuat kepala baut selek (dol) jika mekanik kehilangan kesabaran.
"Bongkar karburatornya aja enggak semudah bongkar bat ya. Ribet banget tuh. Banyak selang-selang di situ ada lintasan-lintasan yang bikin ribet kayak roller coaster... Semua mekanik sudah mengakuinya kalau bautnya Mio Carbu ini super banyak, super ribet." papar pemilik Channel Youtube HND Garage.
4. Honda Stylo

Motor bergaya retro modern ini sangat rapi, namun kerapiannya justru bikin mekanik darah tinggi. Letak baut CVT yang tersembunyi memaksa mekanik menggunakan trik dan kunci khusus. Jika harus merawat throttle body, prosesnya sama melelahkannya dengan PCX 160.
"Nyervis CVT-nya aja butuh engkol khusus berbentuk L karena ada baut del tuh di bagian CVT depan itu sembunyi... Dan kalau ingin nyervis throttle body itu harus dibongkar sampai ke belakang. Jadi bikin mekanik itu emosi, darah tinggi, kerjaan enggak mari-mari."
5. Yamaha Vega ZR

Satu lagi motor karburator yang desain bodinya sering dipertanyakan oleh para mekanik. Untuk ukuran motor bebek standar, Vega ZR menuntut pembongkaran yang kelewat ekstrem hanya untuk mengakses area karburator.
"Kalau mau servis tu bongkar karburator ya sampai ke belakang juga tuh dibongkar juga bagian depan dibongkar dibongkar semua. Oh my God. Padahal ini masih motor karburator ya. Kenapa pabrik sampai ng-edesain sebegitunya untuk sekedar servis aja harus dibongkar semua?" timpal Herdi.
Tips Servis Tanpa Emosi
Jika kendaraan operasional harian Anda masuk dalam daftar di atas, ada satu solusi jitu agar kancing bodi motor tidak patah dan mekanik bisa bekerja maksimal: tinggalkan motor di bengkel.
Menunggui mekanik membongkar bodi yang rumit hanya akan memberi tekanan mental. Seperti yang ditegaskan oleh mekanik bengkel: "Kalau mau ditunggu lama lebih baik ditinggal. Soalnya kalau capek mekanik bisa istirahat enggak ngoyo atau enggak kesusu, enggak keringetan... Jadi kerja tenang kalau motor ditinggal."