- Harga Pertamax (RON 92) naik menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026, mendorong banyak pengendara mencari cara menghemat BBM.
- Salah satu anggapan yang kembali ramai adalah mengisi BBM pada pagi hari dianggap lebih menguntungkan, benarkah?
- Sebelum mempercayai anggapan tersebut, simak penjelasannya berikut ini.
Suara.com - Harga BBM nonsubsidi Pertamax (RON 92) resmi naik menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026, dari awalnya hanya Rp12.300 per liter.
Kenaikan yang cukup tajam ini membuat banyak pemilik kendaraan mulai mencari berbagai cara untuk menekan pengeluaran bahan bakar.
Di tengah kondisi tersebut, muncul kembali anggapan yang menyebut bahwa mengisi BBM di pagi hari bisa memberikan keuntungan lebih dibandingkan siang atau sore hari.
Kepercayaan ini berangkat dari anggapan bahwa suhu udara yang lebih dingin pada pagi hari membuat volume BBM menjadi lebih padat.
Dengan kata lain, bahan bakar yang dibeli diyakini memiliki massa yang lebih besar dibandingkan saat cuaca panas di siang hari.
Namun, benarkah mengisi BBM pada pagi hari memang lebih menguntungkan? Ataukah hal tersebut hanya mitos tanpa didukung fakta yang jelas?
Sebelum mengubah kebiasaan mengisi bahan bakar, simak penjelasan lengkap mengenai fakta isi BBM di pagi hari yang disebut-sebut lebih hemat dan menguntungkan.
Benarkah Isi BBM di Pagi Hari Lebih Untung?
![Pengendara sepeda motor mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU di Jakarta, Selasa (31/3/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/31/78631-bbm-kenaikan-harga-bbm-spbu-pertamina-ilustrasi-bbm.jpg)
Benarkah mengisi BBM di pagi hari lebih untung dibandingkan siang atau sore hari? Anggapan ini sudah lama beredar dan kembali ramai dibahas seiring kenaikan harga bahan bakar.
Banyak yang percaya bahwa suhu udara yang lebih dingin pada pagi hari membuat bensin lebih padat sehingga volume yang diperoleh menjadi lebih banyak. Namun, benarkah demikian?
Secara teori, bahan bakar memang dapat mengalami pemuaian saat suhu meningkat dan menyusut ketika suhu menurun.
Karena itu, sebagian orang beranggapan bahwa mengisi BBM saat udara masih sejuk, baik pagi maupun malam hari, akan memberikan keuntungan lebih dibandingkan saat cuaca panas.
Meski terdengar masuk akal, dijelaskan dalam Honda Outside Java bahwa kondisi di SPBU modern ternyata berbeda dengan yang dibayangkan banyak orang.
Tangki penyimpanan BBM umumnya berada di bawah tanah dan dirancang untuk menjaga suhu bahan bakar tetap stabil, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh perubahan cuaca di permukaan.
![Antrean kendaraan mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU di Jakarta, Selasa (31/3/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/31/20408-bbm-kenaikan-harga-bbm-spbu-pertamina-ilustrasi-bbm.jpg)
Akibatnya, perbedaan suhu antara pagi, siang, dan malam hari tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap volume BBM yang diterima konsumen.
Penjelasan serupa juga disampaikan Pertamina melalui artikel di laman One Solution Pertamina.
Disebutkan bahwa selisih suhu udara antara siang dan malam umumnya terlalu kecil untuk menghasilkan perbedaan volume bahan bakar yang berarti.
Selain itu, sistem penyimpanan dan distribusi BBM di SPBU telah dirancang agar suhu bahan bakar tetap terjaga dan tidak mengalami penguapan yang dapat memengaruhi takaran saat pengisian.
Sementara itu, sejumlah pengamat otomotif menyebut bahwa mengisi BBM pada suhu yang lebih rendah memang dapat memberikan keuntungan secara teori karena bahan bakar sedikit lebih padat.
Namun, selisihnya sangat kecil sehingga hampir tidak terasa dalam penggunaan kendaraan sehari-hari.
Dengan kata lain, penghematan yang diperoleh tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap pengeluaran bahan bakar.
Dari berbagai penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa anggapan mengisi BBM di pagi hari akan mendapatkan bensin lebih banyak pada dasarnya tidak sepenuhnya tepat.
Waktu pengisian bukan faktor utama yang menentukan keuntungan bagi konsumen, karena volume BBM yang diterima tetap bergantung pada jumlah liter yang dibeli dan sistem pengukuran di SPBU.
Alih-alih fokus memilih waktu pengisian, pengendara justru lebih disarankan menggunakan BBM sesuai rekomendasi pabrikan, menjaga kondisi kendaraan tetap prima, serta mengisi bahan bakar sebelum tangki terlalu kosong.
Langkah-langkah tersebut terbukti lebih berpengaruh terhadap efisiensi dan performa kendaraan dibanding memburu jam tertentu untuk mengisi BBM.