Lonjakan Ekspor Mobil China Ancam Dominasi Global Saat Harga BBM Melambung Tinggi

Manuel Jeghesta Nainggolan, Michele Alessandra Amabelle

Jum'at, 12 Juni 2026 | 15:02 WIB
Lonjakan Ekspor Mobil China Ancam Dominasi Global Saat Harga BBM Melambung Tinggi
Ilustrasi ekspor mobil. [Antara/ Indrianto Eko Suwarso]
baca 10 detik
  • Ekspor mobil China melonjak 73 persen pada Mei 2026 dengan volume mencapai 809.000 unit kendaraan ke pasar global.
  • Dominasi kendaraan energi baru menyumbang lebih dari separuh total ekspor karena beralihnya konsumen akibat tingginya harga BBM.
  • Produsen otomotif China memperluas jangkauan ke pasar internasional sebagai strategi menghadapi penurunan permintaan domestik yang melambat sepanjang 2026.

Suara.com - Industri otomotif China menunjukkan taringnya di pasar internasional dengan catatan performa yang luar biasa pada pertengahan 2026. Berdasarkan data China Association of Automobile Manufacturers (CAAM), ekspor mobil China dari Negeri Tirai Bambu melonjak drastis hingga 73 persen pada Mei 2026 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Volume ekspor pada Mei 2026 menyentuh angka sekitar 809.000 unit, meningkat dari capaian April yang berada di level 796.000 unit. Tren positif tersebut dipicu oleh dominasi kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) yang mencakup mobil listrik murni dan plug-in hybrid. Tercatat sebanyak 435.000 unit NEV berhasil dikapalkan ke luar negeri atau mencakup lebih dari separuh total ekspor mobil China.

Kenaikan permintaan ini berbanding lurus dengan melambungnya harga bensin dan solar secara global sebagai dampak konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Konsumen di berbagai belahan dunia, termasuk kota-kota besar, mulai beralih ke kendaraan ramah lingkungan untuk menekan biaya operasional harian yang semakin mencekik.

"Harga minyak yang tinggi jelas telah mendorong minat yang lebih besar terhadap kendaraan listrik," kata Analis Industri Otomotif dari UBS, Paul Gong, dikutip Jumat (12/6/2026).

Raksasa otomotif seperti BYD kini semakin gencar memperluas jangkauan pasar ke wilayah Amerika Latin, Asia, hingga Eropa. Langkah ekspansi agresif tersebut diambil di tengah melambatnya permintaan domestik China akibat kebijakan pengurangan insentif pemerintah untuk pembelian mobil listrik.

Lembaga keuangan UBS memproyeksikan ekspor mobil penumpang China sepanjang tahun 2026 akan tumbuh sekitar 40 persen. Khusus untuk segmen kendaraan listrik, pertumbuhannya diprediksi mampu menyentuh angka 80 persen. Di sisi lain, Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan penjualan kendaraan listrik global dapat mencapai 23 juta unit pada 2026 atau hampir 30 persen dari total penjualan mobil dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BYD Incar Tahta Tertinggi Mobil Laris Milik Toyota, Target 5 Tahun

BYD Incar Tahta Tertinggi Mobil Laris Milik Toyota, Target 5 Tahun

Otomotif | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:49 WIB

Mitsubishi Eclipse Bangkit dari Kubur, Kini Bawa 'Jantung' Elektrik

Mitsubishi Eclipse Bangkit dari Kubur, Kini Bawa 'Jantung' Elektrik

Otomotif | Kamis, 11 Juni 2026 | 15:54 WIB

Nissan Leaf Bekas Harganya Tinggal Segini, Mending Mana dari Mobil Listrik Murah China?

Nissan Leaf Bekas Harganya Tinggal Segini, Mending Mana dari Mobil Listrik Murah China?

Otomotif | Kamis, 11 Juni 2026 | 15:05 WIB

Terkini

5 Shio Paling Cocok Jadi Rekan Bisnis Shio Babi, Mudah Datangkan Cuan

5 Shio Paling Cocok Jadi Rekan Bisnis Shio Babi, Mudah Datangkan Cuan

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 09:35 WIB

Ingin Beli Galaxy S26 FE Lebih Hemat? Ini Cara Dapat Potongan Rp500 Ribu

Ingin Beli Galaxy S26 FE Lebih Hemat? Ini Cara Dapat Potongan Rp500 Ribu

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 09:35 WIB

Statistik Jay Idzes Saat Sassuolo Bungkam Juventus Lewat Laga Dramatis

Statistik Jay Idzes Saat Sassuolo Bungkam Juventus Lewat Laga Dramatis

Bola | Senin, 14 September 2026 | 09:34 WIB

6 Kandungan Lipid Kompleks Terbaik dalam Moisturizer Mature Skin

6 Kandungan Lipid Kompleks Terbaik dalam Moisturizer Mature Skin

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 09:24 WIB

Harga Bitcoin Cs Ambruk, Indeks CFX10 Turun 0,35 Persen

Harga Bitcoin Cs Ambruk, Indeks CFX10 Turun 0,35 Persen

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 09:24 WIB

IHSG Merah Pada Senin Lagi, Masih Bergerak di Level 6.500

IHSG Merah Pada Senin Lagi, Masih Bergerak di Level 6.500

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 09:13 WIB

Api Tak Menunggu Kontrak Sewa: Urgensi Pesawat Amfibi bagi Negeri Kepulauan

Api Tak Menunggu Kontrak Sewa: Urgensi Pesawat Amfibi bagi Negeri Kepulauan

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 09:05 WIB

Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Lagi Anjlok Jadi Rp2.602.000/Gram

Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Lagi Anjlok Jadi Rp2.602.000/Gram

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 09:03 WIB

Terdampak Karhutla, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

Terdampak Karhutla, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

Foto | Senin, 14 September 2026 | 09:00 WIB

Bukan Jaga Malam, Pos Kamling di Kudus Malah Jadi Tempat Judi Dadu Digital

Bukan Jaga Malam, Pos Kamling di Kudus Malah Jadi Tempat Judi Dadu Digital

News | Senin, 14 September 2026 | 08:59 WIB

×