Kemenperin Klaim Dua Perusahaan Komponen Otomotif Jepang Tak Pindah ke Vietnam

Liberty Jemadu, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 30 Juni 2026 | 20:11 WIB
Kemenperin Klaim Dua Perusahaan Komponen Otomotif Jepang Tak Pindah ke Vietnam
Kemenperin mengeklaim dua perusahaan komponen otomotif Jepang, PT SAI dan PT JAI tidak akan pindah ke Vietnam. [Dok PT Wahana Makmur Sejati].
baca 10 detik
  • Kemenperin mengeklaim dua perusahaan komponen otomotif Jepang, PT SAI dan PT JAI tidak akan pindah ke Vietnam.
  • Rencana pemindahan lini produksi skala besar berhasil dibatalkan melalui dialog antara manajemen perusahaan dan serikat pekerja.
  • Perusahaan akan melakukan pengurangan tenaga kerja secara alami hingga tahun 2030 tanpa melakukan pemutusan hubungan kerja massal.

Suara.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan hingga saat ini tidak ada relokasi fasilitas produksi dua perusahaan komponen otomotif asal Jepang dari Indonesia ke Vietnam.

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif mengatakan pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan manajemen kedua perusahaan, yakni PT SAI dan PT JAI dan dua perusahaan itu memastikan tidak akan pindah ke Vietnam.

"Kami berpatokan pada temuan kami bahwa manajemen PT SAI dan PT JAI menyatakan tidak ada relokasi fasilitas produksi mereka dari Indonesia ke Vietnam saat ini," kata Febri di Kantor Kemenperin, Selasa (30/6/2026).

Febri menyebut pihaknya telah menghubungi dua perusahaan itu dan telah mendapatkan konfirmasi atas batalnya rencana relokasi tersebut.

"Kami yakin berdasarkan kontak kami dengan pihak dua perusahaan tersebut bahwa mereka tidak akan melakukan relokasi fasilitas produksi dari Indonesia ke Vietnam saat ini," ujarnya.

Sebelumnya, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal mengungkapkan sempat ada rencana pemindahan sebagian lini produksi oleh dua perusahaan yang berada di bawah Grup Yazaki tersebut.

Menurut Said, rencana memindahkan sekitar 50 persen lini produksi ke Vietnam berhasil dibatalkan setelah adanya dialog antara manajemen dan serikat pekerja.

"Yang rencananya besar-besaran, hanya 50 persen enggak jadi. Hanya 3 sampai 5 line saja, line produksi yang dipindahkan ke Vietnam. Bukan berarti tidak ada, enggak boleh kita juga berbohong kan. Ada, tapi kecil. Dan ini mitigasi," kata Said Iqbal, Senin (29/6/2026).

Said menambahkan, meski sebagian besar rencana relokasi berhasil dicegah, perusahaan tetap akan melakukan pengurangan tenaga kerja secara bertahap sesuai rencana bisnis hingga 2030.

baca juga

"Sampai 2030 kalaulah terjadi perampingan jumlah karyawan sampai tahun 2030, itu lebih secara alamiah. Yaitu karyawan-karyawan kontrak yang habis kontraknya, maka mereka tidak memperpanjang kontraknya," ujarnya.

Ia menjelaskan pengurangan pekerja diperkirakan mencapai 20-30 persen hingga 2030 melalui berakhirnya kontrak kerja, bukan melalui pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Namun, apabila permintaan pasar meningkat, khususnya dari produsen otomotif seperti Toyota, peluang perpanjangan kontrak karyawan tetap terbuka.

Di sisi lain, Febri menegaskan Kemenperin terus memantau kondisi industri manufaktur melalui Indeks Kepercayaan Industri (IKI). Apabila ditemukan perusahaan yang menghadapi tekanan produksi, kementerian akan turun langsung mencari solusi sesuai kewenangannya agar aktivitas produksi tetap berjalan dan PHK dapat dihindari.

"PHK itu adalah alternatif terakhir. Ketika industri menghadapi berbagai tantangan dan tekanan, banyak hal yang bisa dilakukan oleh industri agar penutupan fasilitas produksi atau PHK itu tidak terjadi," kata Febri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemadaman Listrik Hambat Industri Manufaktur di Juni 2026

Pemadaman Listrik Hambat Industri Manufaktur di Juni 2026

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:06 WIB

Industri Semakin Pesimistis, Permintaan Domestik Melemah

Industri Semakin Pesimistis, Permintaan Domestik Melemah

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:37 WIB

Toyota: Industri Otomotif Tahan Banting, Tapi Arah Kebijakan Pemerintah Harus Jelas

Toyota: Industri Otomotif Tahan Banting, Tapi Arah Kebijakan Pemerintah Harus Jelas

Otomotif | Senin, 29 Juni 2026 | 20:54 WIB

GAIKINDO Desak Pemerintah Beri Insentif Merata Untuk Mobil Bensin Hingga Hybrid

GAIKINDO Desak Pemerintah Beri Insentif Merata Untuk Mobil Bensin Hingga Hybrid

Otomotif | Senin, 29 Juni 2026 | 11:25 WIB

Di Balik Insentif Motor Listrik, Ada PR Besar Bernama Keselamatan

Di Balik Insentif Motor Listrik, Ada PR Besar Bernama Keselamatan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:19 WIB

Terkini

Hyundai akan Tinggalkan Mobil ICE, Apa Saja Gantinya?

Hyundai akan Tinggalkan Mobil ICE, Apa Saja Gantinya?

Otomotif | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:02 WIB

Changan Deepal S05 Tebar Pesona Lewat Teknologi REEV yang Sanggup Tempuh Jarak 1.100 Kilometer

Changan Deepal S05 Tebar Pesona Lewat Teknologi REEV yang Sanggup Tempuh Jarak 1.100 Kilometer

Otomotif | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:05 WIB

3 Motor Listrik Commuter Lintas Kota dan Kabupaten: Setara Nmax, Solusi untuk Pekerja dan Mahasiswa

3 Motor Listrik Commuter Lintas Kota dan Kabupaten: Setara Nmax, Solusi untuk Pekerja dan Mahasiswa

Otomotif | Selasa, 30 Juni 2026 | 17:10 WIB

2 Motor Listrik Alternatif Scoopy dan Vespa: Nggak Mikir Oli Mahal, Idola Pelajar dan Pekerja

2 Motor Listrik Alternatif Scoopy dan Vespa: Nggak Mikir Oli Mahal, Idola Pelajar dan Pekerja

Otomotif | Selasa, 30 Juni 2026 | 17:00 WIB

Strategi Yadea Pikat Warga Jakarta di PRJ 2026 Obral Subsidi 10 Juta Cukup Modal Tunjukkan SIM C

Strategi Yadea Pikat Warga Jakarta di PRJ 2026 Obral Subsidi 10 Juta Cukup Modal Tunjukkan SIM C

Otomotif | Selasa, 30 Juni 2026 | 16:21 WIB

KLH Susun Aturan Limbah Baterai Kendaraan Listrik

KLH Susun Aturan Limbah Baterai Kendaraan Listrik

Otomotif | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:59 WIB

Nama 'Evo' akan Diambil Alih dari Mitsubishi? Ini 'Pelakunya'

Nama 'Evo' akan Diambil Alih dari Mitsubishi? Ini 'Pelakunya'

Otomotif | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:48 WIB

Indomobil Perkenalkan Changan Deepal S05 SUV Listrik Penantang Baru di Pasar Otomotif Nasional

Indomobil Perkenalkan Changan Deepal S05 SUV Listrik Penantang Baru di Pasar Otomotif Nasional

Otomotif | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:40 WIB

Perbedaan Yamaha Gear Ultima dan Gear 125, Harga Bekasnya Lebih Menggoda dari BeAT

Perbedaan Yamaha Gear Ultima dan Gear 125, Harga Bekasnya Lebih Menggoda dari BeAT

Otomotif | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:11 WIB

Solar B50 Dijual Besok, Aman untuk Mobil dan Genset? Pakar Jelaskan Faktanya

Solar B50 Dijual Besok, Aman untuk Mobil dan Genset? Pakar Jelaskan Faktanya

Otomotif | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:34 WIB

×