- Mohamad Daud Yusuf menjelaskan bahwa suku cadang Mitsubishi asli diproduksi di berbagai negara dengan standar kualitas ketat.
- Konsumen dapat mengidentifikasi keaslian suku cadang melalui kualitas cetakan kemasan, lokasi pembelian resmi, serta keberadaan stiker hologram.
- Penggunaan suku cadang palsu berisiko merusak performa kendaraan, menghilangkan garansi resmi, serta menurunkan tingkat keamanan berkendara bagi pemilik.
Suara.com - Suku cadang atau spare part merupakan nyawa bagi setiap kendaraan agar bisa berjalan normal dan berfungsi optimal. \
Namun, tingginya permintaan pasar terhadap komponen otomotif memicu munculnya oknum tidak bertanggung jawab yang mengedarkan suku cadang palsu.
Bagi pemilik kendaraan Mitsubishi di rentang usia produktif yang memiliki mobilitas tinggi, memahami perbedaan onderdil asli dan palsu bukan sekadar soal merawat mesin, melainkan investasi keamanan dan finansial.
Siapa pihak yang paling kompeten menjelaskan hal ini? Mohamad Daud Yusuf, Kepala Bengkel Mitsubishi Motors Dwindo Cakung, memaparkan bahwa tidak semua suku cadang orisinal berasal dari satu sumber negara yang sama.
"Ada beberapa spare part Mitsubishi Motors yang merupakan produksi langsung dari Jepang atau Thailand. Namun, ada juga komponen yang sudah dibuat secara lokal dan memang resmi dikeluarkan oleh Mitsubishi Motors," kata Daud, dikutip dari situs resmi Mitsubishi.
Hal ini sering kali memicu kebingungan konsumen mengenai apa yang sebenarnya dikategorikan sebagai barang asli.
Mengapa asalnya bisa berbeda-beda? Sebagai produk global, Mitsubishi Motors memasarkan kendaraannya ke berbagai penjuru dunia.
Pada tahap awal, suku cadang diproduksi di fasilitas luar negeri untuk menjaga ketersediaan stok, sebelum kemudian produksinya dialihkan ke vendor dalam negeri dengan standar kualitas yang tetap terjaga ketat.
Lantas, bagaimana cara konkret bagi pemilik kendaraan untuk mengidentifikasi keaslian komponen tersebut? Ada tiga poin utama yang perlu diperhatikan dengan saksama.
Pertama adalah aspek visual berupa jenis dan font tulisan pada kemasan. Produk non-orisinal biasanya memiliki cetakan nomor komponen (part number) yang tidak rapi atau menyimpang dari standarisasi pabrik.
Poin kedua adalah lokasi pembelian. Suku cadang palsu umumnya banyak beredar di bengkel-bengkel non-resmi.
Sementara itu, poin ketiga yang paling mudah dikenali adalah harga yang ditawarkan. Jika Anda menemukan komponen dengan harga yang jauh lebih miring atau murah secara tidak wajar dibandingkan harga pasar, maka Anda patut waspada.
"Meskipun asal negaranya berbeda, semuanya dijamin asli karena dilengkapi dengan stiker hologram resmi bertuliskan MMKSI," ucap Daud.
Keberadaan stiker hologram ini menjadi bukti mutlak bahwa komponen tersebut telah melalui kontrol mutu yang ketat.
Mengapa kita harus sangat selektif dalam memilih suku cadang? Risiko menggunakan komponen palsu sangatlah merugikan dalam jangka panjang.

Selain komponen yang tidak awet dan cepat rusak, performa serta kenyamanan berkendara akan menurun drastis. Risiko paling fatal adalah mobil Anda bisa kehilangan jaminan atau garansi resmi dari pabrikan.
Oleh karena itu, langkah paling aman adalah melakukan pembelian dan pemasangan langsung di jaringan bengkel resmi Mitsubishi Motors.
Daud juga menambahkan bahwa harga suku cadang asli di seluruh jaringan resmi selalu dikontrol ketat oleh Agen Pemegang Merek (APM), sehingga konsumen tidak perlu khawatir akan perbedaan harga yang mencolok antar dealer resmi.
"Harga suku cadang asli di seluruh jaringan resmi tetap dikontrol ketat oleh Agen Pemegang Merek (APM)".
Untuk memudahkan pemilik kendaraan, proses perawatan kini lebih praktis melalui fitur Service Booking di aplikasi My Mitsubishi Motors ID (MMID) agar tidak perlu mengantre lama di lokasi.