- Shockbreaker berfungsi meredam guncangan agar mobil tetap stabil dan aman saat melaju di berbagai medan jalan.
- Gejala kerusakan meliputi ayunan bodi berlebih, kebocoran oli, suara benturan, serta keausan ban yang tidak rata secara signifikan.
- Pengguna disarankan melakukan pemeriksaan rutin saat mobil menempuh jarak 60.000 hingga 80.000 kilometer untuk menjamin keamanan berkendara.
Suara.com - Bagi Anda yang setiap hari mengandalkan mobil untuk mobilitas, baik itu menuju kantor atau mengantar keluarga, kenyamanan di dalam kabin tentu menjadi prioritas utama.
Salah satu komponen kunci yang menentukan kenyamanan tersebut adalah shockbreaker.
Namun, layaknya komponen otomotif lainnya, alat ini memiliki masa pakai terbatas dan bisa mengalami keausan seiring waktu.
Memahami tanda kerusakan sejak dini bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga langkah antisipasi demi keamanan berkendara di jalan raya.
Secara teknis, shockbreaker berfungsi sebagai peredam guncangan akibat permukaan jalan yang tidak rata serta memastikan ban tetap menempel sempurna pada aspal.
Jika komponen ini mulai bermasalah, stabilitas mobil akan terganggu dan bisa membahayakan pengendara, terutama saat melaju dalam kecepatan tinggi atau saat melakukan manuver.
Lantas, apa saja gejala kerusakan shockbreaker yang harus diwaspadai? Salah satu indikator yang paling mudah dirasakan adalah terjadinya ayunan berlebih.
Coba perhatikan saat mobil Anda melewati polisi tidur atau jalanan berlubang. Jika bodi mobil terasa membal atau mengayun lebih dari dua kali, itu pertanda shockbreaker sudah kehilangan kemampuannya.
"Jika terjadi kondisi seperti ini, ada sebaiknya langsung periksa kendaraan kamu ke bengkel resmi karena shockbreaker tidak mampu lagi menahan tekanan di balik coil spring," kata ahli dari Daihatsu melalui situs resminya.
Selain ayunan, Anda juga bisa melakukan pengecekan visual secara mandiri di rumah. Caranya, perhatikan posisi mobil saat terparkir di tempat yang rata.
Jika mobil tampak miring atau tinggi sebelah, besar kemungkinan ada masalah pada salah satu bagian suspensi.
![Salah sau aktivitas petualangan ikonik Daihatsu Terios 7 Wonders [PT ADM].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/09/28/28176-pt-adm-daihatsu-terios-astra-daihatsu-01-suaradotcom.jpg)
Jangan lupa juga untuk memeriksa area roda; adanya rembesan oli yang basah pada dinding tabung luar shockbreaker mengindikasikan bahwa seal karet di dalamnya sudah robek.
Jika kebocoran ini dibiarkan, fungsi redaman akan hilang total karena tabung kehabisan cairan.
Munculnya suara-suara aneh juga menjadi "kode" dari mobil Anda. Suara ketukan keras seperti "duk-duk" di area kaki-kaki saat melewati jalan kasar biasanya muncul karena karet pelindung atau stopper suspensi sudah hancur, sehingga komponen besi saling berbenturan. Selain itu, perhatikan juga kondisi ban Anda.
Jika permukaan ban aus secara tidak rata atau botak sebelah, itu bisa menjadi sinyal bahwa sistem suspensi tidak lagi mampu menjaga tekanan ban secara stabil ke permukaan jalan.