- Wuling meluncurkan Aira EV di Indonesia dengan harga Rp155 juta hingga Rp175 juta serta jarak tempuh 205 sampai 301 kilometer.
- Kehadiran Wuling Aira EV menekan persaingan kendaraan listrik sejenis seperti DFSK Seres E1 dan VinFast VF3 di pasar otomotif tanah air.
- Mobil bensin konvensional seperti Honda Brio dan Suzuki S-Presso kini menghadapi persaingan harga langsung dengan mobil listrik terjangkau tersebut.
Suara.com - Pasar otomotif Indonesia kembali diguncang dengan kehadiran mobil listrik Wuling Aira EV yang membawa banderol harga sangat agresif di kisaran Rp155 juta hingga Rp175 juta.
Langkah berani dari produsen asal Tiongkok ini memicu pertanyaan besar bagi para calon pembeli mengenai kelangsungan para kompetitornya, baik di segmen mobil listrik maupun mobil berbahan bakar bensin.
Dengan harga yang setara dengan mobil LCGC namun menawarkan efisiensi tinggi khas kendaraan listrik, Wuling Aira EV sukses menjadi buah bibir di berbagai komunitas otomotif saat ini.
Fenomena ini menjadi menarik karena memaksa setidaknya sembilan model mobil populer lainnya untuk berpikir keras dalam mempertahankan minat konsumen.
Wuling Aira EV sendiri hadir dengan spesifikasi yang tidak main-main untuk sebuah mobil kota kompak. Mobil ini menawarkan jarak tempuh mulai dari 205 km hingga 301 km, didukung tenaga 30 kW dan torsi 110 Nm yang cukup gesit untuk membelah kemacetan Jakarta.
Kelengkapan fiturnya, seperti layar sentuh 10,1 inci dan kemampuan pengisian daya cepat, membuat mobil ini tidak sekadar menjadi produk pancingan, tetapi benar-benar fungsional bagi mobilitas harian.
Lantas, siapa saja mobil yang harus bersiap menghadapi gempuran harga miring ini?
9 Mobil yang Ditaksir akan Terusik
Pukulan telak pertama dirasakan oleh rival sesama mobil listrik mungil. DFSK Seres E1 yang dibanderol Rp168 juta hingga Rp219 juta kini memiliki pesaing yang lebih murah dengan jarak tempuh yang bersaing di angka 180-220 km.

Bahkan, saudaranya sendiri, Wuling Air EV, yang berada di harga mulai Rp214 jutaan, tampaknya akan diposisikan dengan strategi pasar yang lebih spesifik agar tidak saling memakan pasar satu sama lain.
Tidak ketinggalan, VinFast VF3 dari Vietnam yang dipasarkan mulai Rp152 juta hingga Rp192,3 juta dengan jarak tempuh 215 km juga harus bersaing ketat memperebutkan hati konsumen yang sangat sensitif terhadap harga.
Di level yang sedikit lebih tinggi, BYD Atto 1 dan Changan Lumin juga tidak luput dari perbandingan.
BYD Atto 1 memang menawarkan tenaga lebih besar yakni 55 kW dengan jarak tempuh hingga 380 km, namun harganya mulai dari Rp199 juta hingga Rp245 juta, yang membuatnya terlihat lebih premium dibanding Aira EV.
Sementara itu, Changan Lumin yang hadir dengan desain manis dan layar 10,25 inci dibanderol seharga Rp222 juta, sebuah angka yang terpaut cukup jauh dari harga dasar Aira EV meskipun menawarkan jarak tempuh 301 km.

Efek domino ini bahkan merembet ke segmen mobil mesin bensin (ICE) yang selama ini merajai pasar mobil pertama bagi anak muda.