- Toyota Kijang Innova Zenix resmi diluncurkan di Indonesia menggunakan platform TNGA serta penggerak roda depan FWD.
- Ridwan Hanif menyatakan kaki-kaki Zenix tangguh hingga 70.000 km, namun baterai hybrid rentan rusak jika terendam banjir.
- Dokter Mobil mengkritik kualitas bodi yang ringan dan konsumsi BBM yang kalah irit dari Innova diesel lawas.
Suara.com - Toyota Kijang Innova Zenix hadir sebagai revolusi besar bagi legenda MPV (Multi-Purpose Vehicle atau mobil keluarga serbaguna) Indonesia.
Mobil keluarga ini mengubah total konsepnya dengan menggunakan platform TNGA (Toyota New Global Architecture, sistem sasis modern bodi monokok yang membuat kabin lebih rigid atau kaku, serta stabil).
Berbeda dengan generasi lawas yang menggunakan sasis tangga (ladder frame) dan penggerak roda belakang (RWD), Zenix kini mengadopsi sistem penggerak roda depan (FWD) yang memberikan efisiensi ruang kabin lebih lapang dan kenyamanan berkendara yang jauh lebih baik.
Kabinnya terasa sangat mewah berkat adanya fitur premium seperti layar hiburan ganda di baris belakang (Rear Seat Entertainment atau RSE) dan atap kaca panoramik yang bisa dibuka.
Namun, sebelum Anda meminangnya sebagai mobil keluarga utama, ada baiknya memahami kelebihan dan kekurangan mobil ini dari kacamata para pakar otomotif.
Build Quality Zenix Hybrid Jadi Sorotan

Para pakar otomotif tanah air memberikan ulasan yang cukup tajam mengenai ketahanan jangka panjang Zenix Hybrid.
Ridwan Hanif mengungkapkan pengalamannya setelah menggunakan mobil ini sejauh lebih dari 70.000 kilometer selama tiga tahun.
Menurutnya, ketangguhan kaki-kaki mobil ini patut diacungi jempol dan mematahkan mitos buruk mengenai penggerak roda depan.
"Surprisingly ini mobil dari baru sampai 70.000 KM semuanya masih bagus. Stereotip mobil fwd yang katanya kaki-kaki depannya gampang bunyi itu enggak berlaku di mobil ini," ujar Ridwan Hanif.
Namun, Ridwan memberikan catatan krusial terkait banjir karena posisi baterai hybrid yang diletakkan di bawah kursi penumpang depan tidak kedap air (waterproof).
"Hybrid itu... baterai itu dia enggak waterproof. Jadi kalau misalkan banjirnya masuk ke dalam kabin dia langsung masuk ke dalam baterainya ini," ungkapnya.
Jika terendam banjir, biaya perbaikannya sangat fantastis, yakni penggantian baterai sekitar Rp90 juta ditambah motor generator (dinamo penggerak listrik) hampir Rp120 juta, sehingga totalnya bisa tembus Rp200 juta.
Di sisi lain, Dokter Mobil Indonesia melalui program DomoRoasting menyoroti kualitas pengerjaan bodi (build quality) dan beberapa detail interior yang dinilai ringkih dibanding harganya yang mahal.
Mereka mengkritik material kap mesin dan pintu samping yang terlalu ringan. "Kap mesin itu saking entengnya... harus lu brek (banting) gitu baru dia nutup," ulas Koh Lung Lung.
Mereka juga menyayangkan panel pelapis bagian dalam pintu (door trim) yang terasa goyang dan bersuara kaleng saat diketuk.
Dari segi keiritan bahan bakar, Dokter Mobil menilai konsumsi BBM dalam kota sebesar 1 banding 15 kilometer per liter tergolong biasa saja, bahkan kalah irit dibandingkan Innova diesel generasi lawas yang sanggup mencapai 1 banding 16 kilometer per liter.
Harga dan Spesifikasi Innova Zenix dan Zenix Hybrid

Untuk spesifikasi dapur pacu, tipe bensin dibekali mesin berkode M20A-FKS berkapasitas 1.987 cc dengan transmisi otomatis CVT (transmisi pintar tanpa roda gigi konvensional untuk perpindahan yang halus).
Mesin ini menghasilkan tenaga sebesar 174 PS dan torsi maksimal 20,9 kgm. Sementara itu, tipe Hybrid (HEV) mengusung mesin M20A-FXS berkapasitas 1.987 cc dengan sistem Atkinson Cycle yang dipadukan dengan motor listrik dan transmisi otomatis e-CVT.
Kolaborasi mesin dan motor listrik ini menghasilkan tenaga gabungan hingga 186 PS dengan torsi motor listrik mencapai 21 kgm untuk akselerasi yang lebih responsif dan hemat bahan bakar.
Berdasarkan data harga baru untuk wilayah DKI Jakarta (On The Road / OTR) tahun 2026, berikut rinciannya:
Varian Bensin
- 2.0 G CVT: Rp437.700.000 (Non Premium Color) dan Rp440.700.000 (Premium Color)
- 2.0 V CVT: Rp475.800.000 (Non Premium Color) dan Rp478.800.000 (Premium Color)
Varian Hybrid
- 2.0 G HV CVT: Rp475.400.000 (Non Premium Color) dan Rp478.300.000 (Premium Color)
- 2.0 V HV CVT: Rp530.800.000 (non-Modellista)
- 2.0 V HV Modellista CVT: Rp540.700.000 (Modellista adalah paket aksesori kosmetik bodi sporty bawaan Toyota)
- 2.0 Q HV CVT TSS: Rp617.000.000 (TSS atau Toyota Safety Sense adalah teknologi keselamatan aktif canggih seperti pengereman otomatis dan radar pemantau jalur)
- 2.0 Q HV CVT TSS Modellista: Rp618.600.000
Harga Seken Zenix dan Zenix Hybrid

Bagi Anda yang ingin menghemat anggaran belanja mobil keluarga, unit bekasnya di tahun 2026 sudah memiliki rentang harga yang menarik:
Tahun 2022: Berkisar antara Rp395 juta hingga Rp525 juta. Di mana tipe G CVT bensin bekas mulai Rp395 juta dan tipe Q Hybrid Modellista bisa mencapai Rp525 juta.
Tahun 2023: Berkisar antara Rp310 juta hingga Rp590 juta. Tipe G bensin bekas tahun ini bisa didapatkan mulai dari Rp310 juta hingga Rp330 juta, sedangkan tipe V Hybrid Modellista berada di angka sekitar Rp405 juta.
Tahun 2024: Berkisar antara Rp335 juta hingga Rp560 juta. Varian tipe G Hybrid bekas tahun 2024 dipasarkan mulai dari Rp335 juta hingga Rp386,5 juta.
Tahun 2025: Berkisar antara Rp330 juta hingga Rp540 juta. Di mana tipe G Hybrid bekas tahun 2025 dijual sekitar Rp400 juta, sedangkan secara umum varian hybrid bekas lainnya ditawarkan di angka Rp469 juta hingga Rp540 juta.