-
BMKG mengimbau warga waspada sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
-
Pengendara disarankan menjaga jarak aman dan menurunkan kecepatan kendaraan.
-
Gunakan masker serta pelindung mata saat berkendara menembus abu.
Suara.com - Erupsi Gunung Anak Krakatau pada awal September 2026 membuat sebaran abu vulkanik menjadi perhatian, terutama bagi pengendara yang harus beraktivitas di tengah kondisi udara dan jarak pandang yang menurun.
Berdasarkan informasi BMKG, sebaran abu vulkanik terpantau mencapai lima provinsi yakni Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu.
Bagi pengendara mobil maupun motor, kondisi tersebut perlu dihadapi dengan ekstra hati-hati. Apalagi, abu vulkanik bukan sekadar debu biasa.
Partikelnya dapat mengganggu jarak pandang, mengurangi daya cengkeram ban, masuk ke sistem udara kendaraan, serta mengiritasi mata dan saluran pernapasan. Karena itu, jangan memaksakan perjalanan ketika kondisi memburuk.
Berikut tujuh tips aman berkendara di wilayah terdampak erupsi saat abu vulkanik menyebar seperti dikutip dari Top Gear.
1. Kurangi Kecepatan

Jangan melaju kencang ketika melewati area yang dipenuhi abu. Selain jarak pandang berkurang, permukaan jalan dapat menjadi licin dan berpasir sehingga kendaraan lebih sulit dikendalikan.
Kecepatan rendah memberi pengendara waktu lebih panjang untuk merespons kendaraan, lubang, atau hambatan yang muncul tiba-tiba. Hindari pengereman dan manuver mendadak.
2. Perlebar Jarak dengan Kendaraan di Depan
Jaga jarak lebih jauh dari kendaraan di depan karena abu dan debu yang terangkat roda dapat semakin mengurangi visibilitas. Jarak tambahan juga memberi ruang untuk melakukan pengereman secara bertahap.
3. Gunakan Masker dan Pelindung Mata
Pengendara motor sebaiknya menggunakan masker yang mampu menyaring partikel. Disarankan menggunakan masker N95 karena diklaim efektif mencegah partikel buruk akibat abu vulkanik.
Selain itu, pengendara dapat memakai helm dengan visor tertutup untuk membantu melindungi mata dari abu vulkanik yang menyebar.
4. Gunakan Wiper Secukupnya
Jangan mengandalkan wiper untuk membersihkan kaca yang dipenuhi abu kering. Partikel abrasif dapat menggores kaca.
Jika harus membersihkan kaca, gunakan cairan washer dalam jumlah cukup agar permukaan lebih licin dan tidak mudah tergores.
5. Gunakan Mode Resirkulasi Kabin
Bagi pengendara mobil, tutup seluruh jendela dan gunakan mode resirkulasi AC untuk mengurangi masuknya udara dari luar.
Namun, jangan mengandalkan mode ini tanpa batas. Jika perjalanan panjang, ventilasi tetap perlu diperhatikan ketika kondisi udara luar sudah aman.
6. Menepi Jika Kondisi Memburuk
Jika jarak pandang sangat rendah atau kendaraan mulai sulit dikendalikan, jangan memaksakan perjalanan.
Cari tempat berhenti yang aman, seperti area publik atau SPBU, dan hindari berhenti sembarangan di bahu jalan yang berisiko tertabrak kendaraan lain.
7. Utamakan Tempat Berlindung
Jika situasi semakin buruk, tinggalkan kendaraan, hanya jika lokasi tujuan aman dan ada tempat berlindung yang layak.
Gunakan pelindung pernapasan dan mata sebelum keluar. Ikuti arahan petugas serta informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Saat ini, status Gunung Anak Krakatau berada pada Level III (Siaga). Masyarakat, terutama di wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik, diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan serta terus memantau informasi resmi demi menjaga kesehatan dan keselamatan.