Bos CATL Ungkap Risiko Kegagalan Baterai di Tengah Perang Harga Mobil Listrik China

Manuel Jeghesta Nainggolan

Jum'at, 11 September 2026 | 14:30 WIB
Bos CATL Ungkap Risiko Kegagalan Baterai di Tengah Perang Harga Mobil Listrik China
Ilustrasi mobil listrik. [Freepik]
baca 10 detik
  • Chairman CATL Robin Zeng memperingatkan risiko kegagalan baterai akibat siklus pengembangan kendaraan yang terlalu cepat di Yibin pada 2026.
  • CATL menerapkan standar kualitas ketat dengan target cacat satu sel dari satu miliar produksi untuk mengatasi risiko tersebut.
  • Persaingan harga yang ketat menekan industri baterai, di mana harga sel LFP saat ini turun di bawah 0,35 yuan per Wh.

Suara.com - Industri mobil listrik China berkembang dengan kecepatan sangat tinggi. Hampir setiap hari hadir model kendaraan listrik baru untuk merebut perhatian konsumen di tengah persaingan ketat.

Derasnya peluncuran kendaraan listrik ini memicu perhatian terhadap aspek kualitas, khususnya komponen baterai. Siklus pengembangan kendaraan yang makin singkat dinilai dapat meningkatkan risiko masalah pada baterai jika tidak diimbangi proses validasi dan pengujian yang memadai.

Peringatan tersebut disampaikan Chairman CATL, Robin Zeng, dalam World Power Battery Conference 2026 di Yibin, Sichuan, China. Lebih dari 600 model kendaraan energi baru telah diperkenalkan di China sepanjang 2026.

Menurut Zeng, ketatnya persaingan membuat produsen harus mempercepat siklus pengembangan sekaligus menjaga harga kendaraan tetap kompetitif.

"Kombinasi peluncuran cepat dan tekanan harga tersebut membuat waktu validasi serta pengujian menjadi terbatas, yang berpotensi meningkatkan risiko kegagalan baterai secara berkelompok," ungkapnya, dikutip Jumat (11/9/2026).

Standar Kualitas

Mengantisipasi risiko tersebut, CATL menerapkan standar pengendalian kualitas sangat ketat pada produksi sel baterai. Perusahaan menargetkan tingkat cacat hanya satu sel dari setiap satu miliar sel yang diproduksi, atau setara 1 part per billion (PPB). Target ini 1.000 kali lebih rendah dibandingkan standar industri 1 part per million (PPM).

Zeng menjelaskan pentingnya pengendalian kualitas sel melalui konsep barrel effect. Dalam satu paket baterai kendaraan listrik, kinerja keseluruhan sistem dipengaruhi oleh sel yang memiliki kapasitas paling rendah atau impedansi paling tinggi. Satu sel yang tidak sesuai standar berpotensi memengaruhi performa paket baterai secara keseluruhan.

Harga Mobil Listrik Tekan Industri Baterai

baca juga

Di balik pesatnya pengembangan mobil listrik China, produsen juga menghadapi tekanan harga. Saat ini harga sel baterai lithium iron phosphate (LFP) dilaporkan berada di bawah 0,35 yuan per Wh. Kondisi ini menggambarkan ketatnya persaingan biaya dalam industri kendaraan listrik.

Peringatan dari CATL menegaskan bahwa perlombaan mobil listrik di China bukan hanya soal siapa yang paling cepat meluncurkan model terbaru. Industri ini juga menuntut siapa yang mampu menjaga keandalan, keamanan, dan kualitas baterai di tengah produksi massal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasar Mobil Bensin China Merosot 40 Persen pada Agustus 2026

Pasar Mobil Bensin China Merosot 40 Persen pada Agustus 2026

Otomotif | Jum'at, 11 September 2026 | 11:01 WIB

Mobil Listrik Suzuki Penantang BYD Atto 1 Siap Meluncur, Harga dan Spesifikasi Bisa Diadu

Mobil Listrik Suzuki Penantang BYD Atto 1 Siap Meluncur, Harga dan Spesifikasi Bisa Diadu

Otomotif | Kamis, 10 September 2026 | 14:02 WIB

Tips Aman Berkendara Mobil Listrik saat Terpapar Abu Vulkanik

Tips Aman Berkendara Mobil Listrik saat Terpapar Abu Vulkanik

Otomotif | Selasa, 08 September 2026 | 16:05 WIB

Terkini

Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?

Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 14:24 WIB

103 Penumpang Kapal Virgo Dievakuasi Usai Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Orang Meninggal

103 Penumpang Kapal Virgo Dievakuasi Usai Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Orang Meninggal

News | Minggu, 13 September 2026 | 14:20 WIB

Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus

Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:20 WIB

5 Kompor Portable Murah dengan Api Stabil, Praktis Buat Piknik dan Masak di Rumah

5 Kompor Portable Murah dengan Api Stabil, Praktis Buat Piknik dan Masak di Rumah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 14:15 WIB

Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG

Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:10 WIB

Sensasi Biksu: Pencucian Uang, Skandal Seks Hingga Sembunyikan 'Harta' Ratusan Miliar

Sensasi Biksu: Pencucian Uang, Skandal Seks Hingga Sembunyikan 'Harta' Ratusan Miliar

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 14:00 WIB

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 13:56 WIB

Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru

Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

×