- BYD meluncurkan mobil listrik Atto 1 varian Standard seharga Rp199 juta OTR Jakarta untuk pasar Indonesia.
- Suzuki menyiapkan mobil listrik ringkas e-Sky berjarak tempuh 310 km untuk bersaing di kelas terjangkau.
- Persaingan pasar mobil listrik perkotaan semakin ketat melalui strategi harga kompetitif serta efisiensi daya tinggi.
Suara.com - Pasar mobil listrik perkotaan kini memasuki babak baru seiring tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan yang praktis dan terjangkau.
Di segmen ini, BYD Atto 1 sukses mencuri perhatian publik otomotif Indonesia dengan meluncurkan varian Standard seharga Rp199.000.000 OTR Jakarta.
Mobil listrik berukuran ringkas ini menawarkan solusi berkendara hemat energi yang cocok untuk mobilitas harian di tengah kemacetan kota.
Namun, kepopuleran mobil listrik asal Tiongkok tersebut bakal menghadapi ancaman serius dari produsen otomotif ternama asal Jepang, Suzuki.
Suzuki tengah mempersiapkan lini kendaraan listrik berukuran ringkas yang mengedepankan efisiensi daya tinggi dengan taksiran harga yang sangat kompetitif, sehingga siap bersaing ketat dengan BYD Atto 1 di kelas entry-level atau segmen terjangkau.
Suzuki e Sky si EV Ringkas Efisien
Satu di antara senjata utama Suzuki adalah Suzuki e Sky, mobil listrik mungil kategori kei car (istilah untuk segmen mobil berukuran mini khas Jepang).
Suzuki e-Sky dibangun di atas platform Heartect-e, yaitu rangka khusus mobil listrik yang menempatkan baterai di bawah lantai mobil demi menjaga stabilitas berkendara dan kelapangan ruang kabin.
Memiliki panjang 3.395 mm dan bobot sangat ringan hanya 1.030 kg, e-Sky dibekali baterai LFP (Lithium Iron Phosphate, jenis baterai bebas nikel yang dikenal lebih stabil, aman, dan tahan lama) berkapasitas 26 kWh.
Meskipun kapasitas baterainya terbilang ringkas, e-Sky diklaim mampu menempuh jarak hingga 310 km dalam sekali pengisian penuh.
Keunggulan ini diraih berkat konsumsi daya yang amat irit, yakni hanya 97 Wh/km (Watt-hour per kilometer, indikator yang menunjukkan seberapa kecil energi listrik yang dibutuhkan mobil untuk berjalan sejauh satu kilometer).
Selain e-Sky, Suzuki juga menggarap proyek mobil listrik murah berbiaya terjangkau untuk pasar berkembang.
Dengan target harga di bawah Rs 10 Lakh (sekitar Rp195 juta), mobil listrik ringkas ini dirancang khusus sebagai EV murni untuk memenuhi kebutuhan harian perkotaan dengan jarak tempuh antara 250 hingga 315 km.

Keunggulan BYD Atto 1 di Segmen Hatchback Listrik
Di pihak lawan, BYD Atto 1 hadir dengan spesifikasi yang tak kalah menarik. Hatchback listrik dengan panjang 3.925 mm ini mengusung teknologi Blade Battery dengan dua opsi kapasitas, yaitu 30,08 kWh pada varian Dynamic atau Standard Range dan 38,88 kWh pada varian Premium atau Long Range.
Berdasarkan pengujian standar NEDC (New European Driving Cycle, tolok ukur resmi pengujian jarak tempuh kendaraan), varian Standard sanggup melaju hingga 300 km, sementara varian Long Range mencapai 380 km.
Di pasar Indonesia, BYD Atto 1 ditawarkan dalam tiga pilihan tipe, yakni Standard seharga Rp199.000.000, Dynamic seharga Rp210.000.000, dan Premium seharga Rp245.000.000.
Dapur pacunya dibekali motor listrik berdaya 55 kW dengan torsi 135 Nm yang didukung sistem pengisian cepat DC Fast Charging (Direct Current, teknologi isi ulang baterai arus searah berdaya tinggi yang memangkas waktu pengisian).
Strategi Harga dan Ekosistem
Langkah Suzuki menghadirkan kendaraan listrik terjangkau diprediksi bakal membuat persaingan harga semakin sengit.
Keunggulan Suzuki terletak pada keahlian mereka merancang kendaraan berbobot ringan serta strategi lokalisasi produksi baterai untuk menekan biaya manufaktur.
Dengan jaringan penjualan yang luas serta klaim biaya operasional harian yang sangat murah (mencapai kisaran Rp1,2 per kilometer), lini mobil listrik ringkas Suzuki berpotensi menjadi opsi yang sangat memikat.
Kehadiran penantang dari Suzuki ini tentu menjadi angin segar bagi konsumen yang mendambakan mobil listrik berkualitas dengan harga yang benar-benar bisa diadu.