Vietnam Menjelma Jadi Pusat Industri Otomotif Baru di Kawasan Asia Tenggara

Manuel Jeghesta Nainggolan

Senin, 07 September 2026 | 08:17 WIB
Vietnam Menjelma Jadi Pusat Industri Otomotif Baru di Kawasan Asia Tenggara
Ilustrasi Industri otomotif. (Foto: Toyota)
baca 10 detik
  • Toyota Motor Vietnam menambah investasi senilai Rp 5 triliun di Phu Tho untuk memproduksi kendaraan hybrid.
  • Chery dan Geely asal China membangun pabrik baru di Vietnam dengan total investasi mencapai ratusan juta dolar AS.
  • Masuknya investasi global menjadikan Vietnam sebagai pusat produksi otomotif dan memperkuat industri komponen dalam negeri.

Suara.com - Vietnam kini semakin menarik perhatian bagi pemain besar di industri otomotif global. Fenomena ini ditandai dengan langkah agresif merek asal China yang membangun pabrik lokal serta keputusan raksasa Jepang seperti Toyota untuk kembali menyuntikkan investasi besar guna memperkuat fasilitas produksi mereka.

Kabar terbaru menyebutkan bahwa Toyota Motor Vietnam telah mengantongi persetujuan untuk menambah investasi sebesar 283,7 juta dolar AS atau sekitar Rp 5 triliun untuk proyek manufaktur di Phu Tho. Dana segar tersebut dialokasikan untuk memodernisasi pabrik, meningkatkan lini produksi, serta mempersiapkan kemampuan produksi model baru termasuk kendaraan elektrifikasi.

Setelah ekspansi ini, total investasi proyek Toyota di Vietnam mencapai lebih dari 373 juta dolar AS. Fasilitas tersebut diproyeksikan memiliki kapasitas produksi dan perakitan hingga 52.000 kendaraan per tahun dengan fokus khusus pada produksi kendaraan hybrid.

Namun Toyota bukan satu-satunya pemain yang mengincar potensi Vietnam. Merek China juga mulai menunjukkan dominasinya dengan membangun fasilitas manufaktur lokal. Chery melalui brand Omoda dan Jaecoo tengah menyiapkan pabrik baru di Hung Yen dengan nilai investasi yang diperkirakan menyentuh 800 juta dolar AS. Produksi massal dijadwalkan mulai berjalan tahun ini dengan target kapasitas hingga 200.000 unit pada tahun 2030.

Langkah serupa diambil oleh Geely yang bekerja sama dengan Tasco untuk membangun fasilitas perakitan kendaraan senilai 168 juta dolar AS. Pabrik ini dirancang memiliki kapasitas hingga 75.000 unit per tahun.

Gelombang investasi besar ini menandakan perubahan peta persaingan otomotif di Vietnam. Merek China yang awalnya hanya mengandalkan jalur impor kini mulai beralih ke basis produksi lokal. Di sisi lain, pemain mapan seperti Toyota terus memperbesar skala produksi mereka.

Vietnam perlahan bertransformasi menjadi pusat persaingan produksi otomotif, terutama di segmen kendaraan listrik dan hybrid. Masuknya investasi global ini juga membuka peluang bagi Vietnam untuk memperkuat industri komponen dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada suku cadang impor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Kerja Teknologi REEV Chery J6T CSH Solusi Berkendara Listrik Tanpa Cemas Kehabisan Daya

Cara Kerja Teknologi REEV Chery J6T CSH Solusi Berkendara Listrik Tanpa Cemas Kehabisan Daya

Otomotif | Jum'at, 04 September 2026 | 18:25 WIB

Kemenperin Dorong Produsen Otomotif yang Masih Numpang Segera Bangun Fasilitas Produksi Sendiri

Kemenperin Dorong Produsen Otomotif yang Masih Numpang Segera Bangun Fasilitas Produksi Sendiri

Otomotif | Jum'at, 04 September 2026 | 16:50 WIB

Geely Siapkan Mobil Listrik Dukung Ajang Lari Tangga di Gedung Tertinggi Indonesia

Geely Siapkan Mobil Listrik Dukung Ajang Lari Tangga di Gedung Tertinggi Indonesia

Otomotif | Jum'at, 04 September 2026 | 10:09 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×