- Mobil listrik Xpeng X9 milik Liu mengalami kecelakaan parah di China pada Jumat, 30 Oktober 2026, hingga rusak total.
- Seluruh penumpang dilaporkan selamat tanpa luka meskipun kantung udara atau airbag kendaraan gagal mengembang saat benturan terjadi.
- Pihak Xpeng menyatakan benturan belum memenuhi ambang batas sensor dan bersedia memfasilitasi investigasi independen pihak ketiga.
Suara.com - Isu keselamatan mobil listrik kembali menjadi sorotan setelah sebuah unit MPV listrik tujuh penumpang, Xpeng X9, mengalami kecelakaan parah di China hingga dinyatakan rusak total. Meski seluruh penumpang dilaporkan selamat tanpa luka, sistem kantung udara atau airbag kendaraan terpantau tidak mengembang sama sekali.
Kecelakaan tersebut terjadi ketika pemilik kendaraan bernama Liu kehilangan kendali atas mobilnya setelah menghantam trotoar. Kendaraan kemudian oleng, menabrak pohon serta tiang listrik, sebelum akhirnya terguling dengan kerusakan ekstrem di bagian depan.
Meski bersyukur seluruh penumpang selamat, Liu mempertanyakan standar keselamatan armada flagship tersebut.
"Kami beruntung tidak ada yang terluka, tetapi airbag tidak terbuka bahkan dalam situasi separah ini. Hal ini sama sekali tidak memberikan rasa aman," ujar Liu, dikutip dari Carnewschina, Jumat (30/10/2026).
Ia diketahui memboyong kendaraan listrik premium tersebut sekitar dua tahun lalu dengan nilai mendekati 500.000 yuan.
Menanggapi keluhan konsumen, Xpeng memberikan klarifikasi berdasarkan analisis data telematika backend serta rekaman video berkendara. Pabrikan membeberkan bahwa kendaraan sedang dioperasikan dalam mode manual, di mana pengemudi terpantau masih menekan pedal gas dan melakukan manuver tajam pada roda kemudi sesaat sebelum benturan.
Berdasarkan parameter teknis tersebut, Xpeng mengklaim dinamika benturan yang terjadi belum menyentuh ambang batas aktivasi sensor airbag.
Pada mobil modern, pengaktifan sistem airbag sangat bergantung pada tingkat perlambatan, arah benturan, serta karakteristik tabrakan yang terekam sensor. Tingkat kerusakan fisik luar pada kendaraan tidak serta-merta menjadi acuan tunggal pemicu mengembangnya airbag.
Guna menjaga transparansi, pihak Xpeng menyatakan siap memfasilitasi investigasi independen dari pihak ketiga apabila diinginkan oleh konsumen untuk membuktikan kinerja sistem keselamatan armada mereka.
Xpeng X9 merupakan MPV listrik murni flagship yang pertama kali meluncur pada awal 2024. Di pasar China, varian listrik murni atau BEV dipasarkan mulai 359.800 hingga 419.800 yuan, atau berkisar Rp790,6 juta hingga Rp922,4 juta. Selain itu, lini ini juga dibekali varian Extended-Range Electric Vehicle yang dibanderol mulai 309.800 yuan atau setara Rp680,7 juta.