“Ketika kau sanggup membeli mobil mewah, sanggup membeli rumah yang besar sementara anak yatim dan fakir miskin tidak makan, kamu tergolong tidak beriman kata Nabi. Sampai kau sayang kepada saudaramu, sama seperti kau sayang pada dirimu sendiri,” terang ustadz sal Kota Pekanbaru itu. (*)