SUARA PEKANBARU- Ibadah Haji dan Umrah sama-sama menjadi impian untuk semua umat muslim di dunia. Datang menghadap ke baitullah adalah dambaan bagi semuanya.
Haji adalah salah satu ritual yang wajib bagi seluruh umat muslim. Kendati begitu, haji memang sebuah 'cita-cita' supaya kaki umat umat muslim bisa melangkah dan datang di Kota Suci Mekkah.
Salah satu kewajiban bagi umat muslim, dalam melaksanakan haji yang dilakukan setidaknya satu kali seumur hidup. Bagi mereka yang telah dewasa dalam hal secara fisik, termasuk finansial. Dan mampu melakukan perjalanan.
Selain haji ada juga ibadah umrah, yang menjadi sasaran bagi umat muslim yang belum berangkat haji atau sedang menunggu antrean posri haji.
Ada pertanyaan muncul mendahulukan mana antara haji atau umrah? Terkait dengan hal itu, mak Ustadz Adi Hidayat memberikan penjelasan.
“Kalau mampu dan bisa dahulukan Haji. Karena kalau sudah Haji nanti ada tiga peluang Haji,” ungkap Ustadz Adi Hidayat dikutip dari YouTube Tsaqofah TV, Sabtu (8/4/2023).
Kata Ustadz Adi Hidayat, jika seseorang sudah melaksanakan haji, maka dirinya telah memiliki kesempatan untuk melaksanakan umroh.
"Karena itu ayat dalam Al-Quran itu diurutkan dikata menyebutkan Haji, Umrahnya ikut pada Quran surah kedua Al-Baqarah ayat 196," beber Ustadz Adi Hidayat.
Hal tersebut sesuai dengan Al-Quran surat ketiga ayat 96 hingga 97.
‘Saya memberikan kewajiban bagi setiap hambaku untuk berusaha bisa Haji.’
Terjemahan isi dalam ayat Al-Quran itu, dijelaskan oleh Ustadz Adi Hidayat, kalau haji bukanlah sebuah status ataupun gelar. Ibadah Haji dilakukan untuk meningkatkan ketakwaan, bukan untuk mendapatkan atau menaikan sebuah gelar.
"Tidak ada ibadah yang mendapatkan gelar. Sholat tidak ada gelar Sholat," tegas pria yang akrab disapa UAH. (*)