SUARA PEKANBARU - Terdapat puasa sunnah sebagai amalan yang bisa dilakukan oleh umat Islam di antaranya puasa Senin dan Kamis.
Selain itu, setiap bulan Syawal bagi umat Islam dianjurkan melaksanakan puasa sunnah Syawal selama enam hari.
Namun, seringkali muncul pertanyaan apakah puasa sunnah ini dikerjakan hari Senin dan Kamis, atau setiap bulan Syawal?
Nah, perlu diketahui bahwa puasa Syawal merupakan satu di antara amalan puasa yang dianjurkan dikerjakan oleh umat Islam pasca menjalankan Ramadhan.
Sesuai namanya, puasa ini dikerjakan pada bulan Syawal yang mana bisa dimulai setelah Lebaran Idul Fitri, atau 1 Syawal.
Namun, tidak seperti puasa Ramadhan yang hukumnya wajib bagi setiap muslim dan telah memenuhi syarat, mengerjakan puasa Syawal ini hukumnya sunnah.
Meski hukumnya sunnah, tetapi puasa Syawal tetap dianjurkan untuk dikerjakan karena keutamaannya yang besar.
"Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh, (HR. Muslim)".
Lantas dalam pengerjaannya, ada sebagian umat Islam yang menuntaskan puasa Syawal sekaligus dengan cara berpuasa selama 6 hari berturut-turut.
Baca Juga: Meghan Markel Bakal Tetap Buat 'Ulah' Meski Tak Hadir ke Penobatan Raja Charles
Ada pula yang mengerjakan puasa Syawal tidak langsung berturut-turut selama 6 hari, melainkan berselang hari, misal hanya di hari Senin dan Kamis saja.
Penceramah asal Cirebon, Buya Yahya menyinggung terkait persoalan tersebut dalam sebuah kajiannya yang diunggah dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV.
Buya Yahya menjelaskan, menurut Mazhab Imam Syafi'i mengerjakan puasa sunnah Syawal tidak harus berurutan selama 6 hari.
"Menurut Mazhab kita Imam Syafi'i, 6 itu tidak harus berurutan," kata Buya Yahya.
Namun, kata Buya Yahya jika ada yang mau mengerjakannya secara berurutan langsung selama 6 hari, itu lebih baik.
Sebab apabila ditunda-tunda, dikhawatirkan menjadi lupa sampai bulan Syawal berlalu. Pada akhirnya, kesempatan untuk puasa sunnah Syawal di tahun itu berlalu.
"Memang lebih utama segera diselesaikan. Karena apa? Menunda amal baik takut nanti tidak ada kesempatan lagi," kata Buya Yahya.
Lebih lanjut Buya Yahya menjelaskan, bagi yang berpuasa sunnah Syawal secara tidak berurutan, pahala puasanya tetap sama dengan yang menunaikan 6 hari sekaligus.
Bahkan, jika ada seseorang yang berpuasa, namun saat bersilaturahmi ia disuguhkan makanan, boleh baginya untuk menunda puasa tersebut.
"Jadi tidak harus, karena puasa sunnah. Jadi, boleh 1 (hari) puasa, besok 3 hari (kemudian) lagi, 4 hari (kemudian) lagi, sah. Dan dapatkan pahala puasa enam (hari)," katanya.
Buya Yahya pun menambahkan, bagi orang yang ingin mengerjakan puasa sunnah Syawal bisa memilih hari untuk melakukannya.
Misal, seperti memilih mengerjakan puasa Syawal di hari Senin dan Kamis, yang juga disunnahkan berpuasa untuk mendapat pahala keduanya.
"Kalau sunnah dengan sunnah boleh Anda niatkan kedua-keduanya. Saya niat puasa Syawal plus puasa Senin, saya niat puasa Syawal plus puasa Kamis," kata Buya.
"Atau nanti pas pertengahan Syawal puasa putih, 13, 14, 15. Anda niatkan, boleh," kata Buya Yahya. (*)