SUARA PEKANBARU - Penulis Buku I Hate Diet, Yulia Baltschun membagikan tips cara menurunkan berat badan saat puasa.
Kamu harus tahu jika diet yang efektif termasuk langkah jitu untuk tetap cantik ideal. Jadi satu di antara perawatan kecantikan adalah melakukan diet sehat.
"Udah banyak banget orang yang bertransformasi hebat dengan cara diet mandiri di rumah, tanpa mahal apalagi pelangsing. Mereka (yang berhasil) nggak pakai sama sekali (pelangsing), dan mereka ini hanyalah sebagian dari banyak banget orang-orang hebat bertransformasi yang dengan modal cuman ngikutin tips diet aku aja, yang biasanya aku share di buku "I Hate Diet" atau enggak, DVD program sejenis kayak begini, atau beneran cuman modal nonton YouTube video aku doang yang aku share secara gratis cuma-cuma, dan kamu bisa banget bertransformasi kayak mereka. Gimana caranya?," kata dia.
Langklah atau cara diet yang pertama ini adalah tips diet yang paling prioritas. "Dan aku pengen kamu lihat piramida Eric Helms ini dulu. Blok yang paling bawah ini adalah yang paling prioritas, dan semakin atas ini semakin less prioritas," kata Yulia Baltschun.
Kalau kita berfokus membahas soal diet fat loss dan weight loss-nya, kita nggak ngebahas agamanya sama sekali.
Pola makan pada bulan puasa ini sebenarnya mirip banget dengan jam makan intermittent fasting.
Sedangkan jam makan kalau di piramida ini berada di posisi keempat. Artinya, jam makan puasa ini tidak berefek besar dalam weight loss atau fat loss.
"Malahan bisa banget terjadi meskipun kamu udah disiplin puasa. Berat badan kamu sama lemak tubuh kamu bisa banget bertambah, kalau tiga blok yang di bawahnya enggak kamu pikirin dan enggak kamu ngurusin," ucap Yulia Baltschun menjelaskan.
"Jadi tipsnya, bulan puasa ini tips yang pertama, balik lagi ke piramida ini dan fokus di blok ke satu, yaitu energi balance. Jadi, mau enggak mau, meskipun udah puasa atau enggak puasa, yang namanya kalau kamu mau fat loss, tetap harus berada dalam kondisi kalori defisit. Meskipun kamu sudah bosan, ya gimana lagi ya? Emang itu syarat utamanya," kata Yulia Baltschun.
Pertanyaannya adalah, kalorinya seberapa banyak?
Nah, untuk jawaban yang ini, yang paling penting kamu ingat adalah jangan cut terlalu ekstrim.
Karena hasil studi menunjukkan kelompok orang yang melakukan kalori defisit yang potongannya ekstrem sekali, dengan kelompok orang yang kalau di defisitnya normal-normal ideal saja, outcome penurunan lemaknya sama-sama saja.
"Idealnya cukup cut 20% dari TDE harian kamu. Contohnya, misalkan TDE harian kamu adalah 1800 kalori per hari, karena dicut 20%, berarti target kalori defisit harian kamu adalah 1440 kalori per hari. Nah, 1440 kalori yang kamu konsumsi sehari dalam puasa ini, jangan lupa ini termasuk sahur, buka puasa, apapun makanan atau minuman yang mengandung kalori yang masuk ke dalam tubuh kamu," ucap Yulia Baltschun menjelaskan.
Tips kedua, kalau di dalam piramid ini melibatkan blok kedua dan juga blok ketiga, which is makronutrien (makro gizi) dan juga micronutrien (mikro gizi). "Dan tips kedua ini bakal aku turunin, aku bedah jadi beberapa step,' kata Yulia Baltschun menjelaskan.
Step yang pertama ini sangat simpel. Yulia Baltschun hanya mengingatkan tentang menanamkan mindset baru ke otak kamu, bahwa aktivitas makan itu adalah 80% untuk kebutuhan tubuh kamu, lalu 20% sisanya adalah untuk kebutuhan mental kamu.