Pemerintahan Israel memperingatkan bahwa hari ini merupakan kondisi perang, mengindikasikan bahwa serangan besar dapat terjadi dalam beberapa jam ke depan.
Wartawan Al Jazeera menjelaskan bahwa Hizbullah tampaknya memiliki rencana tersendiri dan koordinasi yang matang dengan faksi-faksi Palestina.
Operasi militer, yang disebut Operasi Badai Al-Aqsa, dilakukan bersamaan oleh Hamas di selatan dan utara Jalur Gaza, menciptakan kekacauan di perbatasan Israel-Palestina.
Pertempuran darat belum dimulai sepenuhnya, namun serangan udara dari Israel ke Jalur Gaza terus berlanjut.
Kondisi di perbatasan utara terlihat kacau, tanpa pertahanan Israel yang signifikan.
Pasukan Hamas dan Hizbullah berhasil mengendalikan wilayah tersebut, menciptakan keadaan yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak puluhan tahun yang lalu.
Dalam beberapa jam ke depan, kekhawatiran akan meningkat bahwa peperangan akan semakin memanas.
Pemerintah Israel menyatakan kondisi perang, dan situasi di perbatasan Libanon semakin tegang. (*)