ponrogo.suara.com – Gunung Merapi yang berada di Daerah istimewa Jogjakarta meletus kembali pada Sabtu Siang (11/3/2023) serta mengakibatkan sejumlah wilayah terdampak oleh abu vulkanik.
Gunung api teraktif di Dunia yang terletak 25 kilometer di Utara Kota Yogyakarta dan memiliki periode letusan antara 3-6 tahun atau 9-12 tahun untuk letusan dengan skala yang besar,
Berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Merapi di Babadan, mengalami erupsi dan kali ini memicu abu vulkanik yang cukup tebal dan mengarah ke barat laut-utara.
Beberapa daerah yang terkena dampaknya antara lain Desa Mangunsuko, Desa Dukun, Desa Paten, dan Desa Sengi di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Selain itu, Desa Wonolelo dan Desa Krogowanan di Kabupaten Magelang, serta Desa Klakah dan Desa Tlogolele di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali juga terdampak abu vulkanik.
Meskipun demikian, belum ada laporan lebih jauh terkait pengungsian. Petugas Pos Babadan, Yulianto, terus berkoordinasi dengan BPPTKG untuk memberikan rekomendasi kepada warga sekitar jika cakupan wilayah awan panas guguran melebihi radius aman yang telah ditetapkan.
Saat ini, belum ada laporan terkait dampak signifikan erupsi kali ini dan tidak ada korban jiwa. Situasi dan kondisi masih terkendali dan BPBD Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten terus memantau aktivitas Gunung Merapi. Laporan dan monitoring lanjutan akan diperbarui secara berkala. Semua warga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.