Ratusan Tenaga Medis di Ponorogo Beraksi Menolak RUU Kesehatan Omnibus Law

Ponorogo

Senin, 08 Mei 2023 | 12:13 WIB
Ratusan Tenaga Medis di Ponorogo Beraksi Menolak RUU Kesehatan Omnibus Law
Aksi damai di RSUD dr harjono (ponorogo.suara.com/dedy.s)

Suara Ponorogo - Gelombang penolakan Rencangan Undang Undang Kesehatan Omnibus law, semakin gencar terjadi di sejumlah daerah. Di ponorogo Jawa Timur, 5 organisasi kesehatan seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), menggelar aksi unjuk rasa damai, di 5 rumah sakit besar di Kota Reog, dengan mengenakan pita hitam sebagai simbol berkabung atas berlanjutnya RUU Kesehatan dalam omnibus Law

Seperti di RSUD dr. Harjono Ponorogo, selain menyematkan pita hitam, sejumlah nakes juga membagikan bunga ke pasien di RSUD Harjono.

Wakil ketua IDI, dr Kautsar Prastudia saat dikonfirmasi sejumlah awak media, menjelaskan aksi ini bagian keprihatinan para nakes terhadap sikap pemerintah yang dinilai sewenang wenang terhadap pekerja medis yang pernah menjadi garda terdepan dalam penanganan wabah covid 19 tahun 2020 - 2022.

Ia menekankan, keputusan yang tertuang dalam RUU Kesehatan omnibus law untuk menghapus organisasi kesehatan adalah tindakan yang gegabah dan tidak berpihak ke pekerja medis atau nakes

"Kami menolak secara absolute, karena akan dihapusnya organisasi profesi yang menjadi payung pekerja medis" ungkapnya, senin (8/5/23)

Kautsar menambahkan penghapusan organisasi profesi yang bertugas mengontrol tenaga medis dalam menjalankan profesinya sesuai etika kedokteran akan membuat masyarakat kembali menjadi korban

"Organisasi kesehatan itu bertugas untuk mengontrol dan mengawasi para dokter bekerja sesuai etika dan keahliannya, jika dihapus, siapa nanti yg akan mengawasi mereka, kam dampaknya balik ke masyarakat" tambahnya

Dokter Spesialis Anak tersebut memastikan akan terus menggelar aksi damai hingga Senayan menolak RUU Kesehatan yang segera akan di bahas di parlemen.

Aksi damai dengan doa bersama sekaligus membagikan bunga untuk pasien ini dipastikan tidak mengganggu proses pelayanan kesehatan, justru mampu mendekatkan pasien ke pihak medis yang menangani pasien.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gelar Aksi Damai, IDI Tuntut Stop Pembahasan RUU Kesehatan

Gelar Aksi Damai, IDI Tuntut Stop Pembahasan RUU Kesehatan

Health | Senin, 08 Mei 2023 | 11:22 WIB

Ini Dia Serunya Ratusan Pesepeda Ponorogo Ikuti Halal Bike, Menguji Adrenalin di Jalur yang Menantang!

Ini Dia Serunya Ratusan Pesepeda Ponorogo Ikuti Halal Bike, Menguji Adrenalin di Jalur yang Menantang!

Ponorogo | Minggu, 07 Mei 2023 | 20:14 WIB

Tabrakan Hebat di Ponorogo: Mobil CRV Diduga Melaju Zig-Zag dan Beradu dengan Truk Sampai Rusak Berat

Tabrakan Hebat di Ponorogo: Mobil CRV Diduga Melaju Zig-Zag dan Beradu dengan Truk Sampai Rusak Berat

Ponorogo | Sabtu, 06 Mei 2023 | 18:02 WIB

Terkini

Optimalkan Pelayanan Publik, Mendagri: Pentingnya Penguatan Kapasitas & Dukungan Bagi Kepala Daerah

Optimalkan Pelayanan Publik, Mendagri: Pentingnya Penguatan Kapasitas & Dukungan Bagi Kepala Daerah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:35 WIB

Nyaris Beredar! Polisi Gagalkan Distribusi 784 Ribu Butir Obat Keras Ilegal di Bandung

Nyaris Beredar! Polisi Gagalkan Distribusi 784 Ribu Butir Obat Keras Ilegal di Bandung

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:31 WIB

Semakin Praktis, Pembayaran Transportasi Umum Kini Cukup Tempel HP

Semakin Praktis, Pembayaran Transportasi Umum Kini Cukup Tempel HP

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:29 WIB

Polisi Sita Parang hingga Golok Jelang Aksi Ribuan PSHT di Surabaya

Polisi Sita Parang hingga Golok Jelang Aksi Ribuan PSHT di Surabaya

Jatim | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:20 WIB

Polda Jatim Bongkar Kasus Peretasan Ratusan Website Sekolah untuk Promosi Judi Online

Polda Jatim Bongkar Kasus Peretasan Ratusan Website Sekolah untuk Promosi Judi Online

Jatim | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:08 WIB

Semangat Brasil di Dunia Fashion, Dari Pantai Copacabana hingga Hutan Tropis Jadi Inspirasi Gaya

Semangat Brasil di Dunia Fashion, Dari Pantai Copacabana hingga Hutan Tropis Jadi Inspirasi Gaya

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:08 WIB

5 Shio yang Menarik Keberuntungan pada 31 Juli 2026, Apakah Kamu Masuk?

5 Shio yang Menarik Keberuntungan pada 31 Juli 2026, Apakah Kamu Masuk?

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:05 WIB

Dana Pihak Ketiga Melonjak, Efisiensi Biaya Bikin BRI Makin Perkasa

Dana Pihak Ketiga Melonjak, Efisiensi Biaya Bikin BRI Makin Perkasa

Bri | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:59 WIB

Rektor UMY: URI Bisa Picu Perebutan Dosen dan Gerus Anggaran Pendidikan

Rektor UMY: URI Bisa Picu Perebutan Dosen dan Gerus Anggaran Pendidikan

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:59 WIB

Bukan Buang Uang, Bea Cukai Ungkap Alasan Pabrik Sawit Dapat Fasilitas Khusus Kawasan Berikat

Bukan Buang Uang, Bea Cukai Ungkap Alasan Pabrik Sawit Dapat Fasilitas Khusus Kawasan Berikat

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:55 WIB

×