Suara Ponorogo - Kehadiran kawanan kera ekor panjang di permukiman warga Dukuh Tosari, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, telah meresahkan warga sekitar.
Diperkirakan jumlah kera tersebut lebih dari satu ekor, mereka telah melakukan kerusakan yang signifikan, termasuk merusak tanaman warga dan bahkan telur ayam.
Peristiwa ini terjadi saat kawanan kera ekor panjang terekam oleh kamera milik salah seorang warga sedang berlarian di atap rumah warga setempat.
Fenomena ini menjadi perhatian publik karena kawanan kera liar tersebut seringkali terlibat dalam aktivitas merusak properti warga, termasuk perkebunan dan genting rumah, serta mengganggu hewan ternak.
Beberapa peternak ayam juga mengalami kerugian besar akibat telur ayam yang dirusak oleh kawanan kera tersebut.
Kawanan kera ekor panjang diduga bersarang di hutan pegunungan Wilis. Kehadiran mereka di permukiman warga disebabkan oleh kelangkaan sumber makanan di hutan akibat musim kemarau yang berkepanjangan.
Kekurangan makanan tersebut mendorong kawanan kera mencari makan di pemukiman warga sebagai alternatif.
Anif Musholihin, salah seorang warga setempa mengatakan,
"Jenis kera ekor panjang ini, kalau merusak telur belum pasti, cuma saat ada kerusakan, telur milik warga ditemukan dalam kondisi rusak. Kita menduga bahwa kera lah yang melakukannya” terangnya
Ia menekankan telah telah melaporkan kejadian ini kepada Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar)
“petugas sudah memasang jerat untuk menangkap kawanan kera tersebut, namun hingga saat ini belum membuahkan hasil." jelasnya
Keberadaan kawanan kera tersebut telah berlangsung selama hampir satu tahun di permukiman warga.