Suara Ponorogo - Hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2023 di Kabupaten Ponorogo menunjukkan bahwa sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) tidak berhasil mendapatkan siswa baru.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo, Nurhadi Hanuri, menyebutkan ada berbagai masalah terkait dengan hal ini.
Nurhadi menjelaskan bahwa hasil PPDB 2023 menunjukkan bahwa ada lima SDN yang tidak mendapatkan murid baru. Hal ini dianggap sebagai suksesnya KB.
![Nurhadi Hanuri, Kepala Dinas Pendidikan [ponorogo.suara.com/dedy.s]](https://media.suara.com/suara-partners/ponorogo/thumbs/1200x675/2023/06/22/1-nurhadi.jpeg)
"Hasil PPDB 2023, khususnya SD, ada 5 sekolah yang tidak mendapatkan murid. Ini menunjukkan keberhasilan dari kebijakan KB yang telah kami terapkan," ujar Nurhadi.
Namun, Ia juga menyadari pentingnya inovasi dari kepala sekolah dalam menarik minat masyarakat.
Menurutnya, kepala sekolah perlu mampu menyusun program unggulan yang dapat meningkatkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sekolah tersebut.
"Perlu adanya inovasi dari kepala sekolah untuk bisa menarik simpati masyarakat dimana dia harus mampu menyusun program unggulan, sehingga tingkat kepercayaan masyarakat ada," ungkap Kadis Pendidikan Ponorogo ini, Senin (17/7/2)
Dalam upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah, Dindik Ponorogo terus mendorong kepala sekolah untuk melaksanakan inovasi yang baik.
Nurhadi menekankan pentingnya memiliki program yang jelas agar masyarakat tertarik untuk menyekolahkan anak-anaknya di lembaga tersebut.
"Kami terus mendorong agar kepala sekolah melaksanakan inovasi yang baik, sehingga ke depan lembaga yang dikelolanya memiliki program yang jelas sehingga masyarakat mau menyekolahkan anak-anaknya ke lembaganya itu," katanya
Baca Juga: Perjalanan Karir Djan Faridz, dari Pengusaha Hingga Jadi Wantimpres Era Jokowi
Terkait kemungkinan regrouping, Nurhadi mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan analisis terhadap perkembangan regional dan kondisi riil masyarakat sebelum memutuskan langkah selanjutnya.
"Regruping? Kita akan menganalisa lagi, regrouping dilihat dari perkembangannya, baik secara regional ataupun kondisi riil di masyarakat itu akan kita evaluasi lagi," jelas Nurhadi.
Meskipun terdapat kekurangan siswa baru di beberapa SDN, Nurhadi menegaskan bahwa jumlah lulusan TK yang mendaftar masih lebih banyak daripada jumlah siswa yang diterima di sekolah negeri.
Menurutnya, penerimaan siswa masih seimbang dan tidak ada penurunan jumlah siswa yang diterima.
"Jadi yang mendaftar atau yang diterima itu sudah balance. Tidak ada penurunan. Suksesnya KB, suksesnya lembaga lain, misal ke MAN berbasis agama, baik negeri atau swasta, mendaftar atau menerima itu menyerap sama saja," pungkas Nurhadi.