SUARA PONOROGO - Keberhasilan selalu menarik perhatian, terutama ketika muncul dari mereka yang tak mendapatkan "keistimewaan" khusus.
Rizal Akbar, seorang pengusaha muda yang sukses pada usia 32 tahun, warga Cokromenggalan, Ponorogo, adalah bukti nyata bahwa kesuksesan tak selalu tergantung pada latar belakang keluarga atau keberuntungan belaka.
Rizal bercerita kepada ponorogo.suara.com tentang perjalanan karirnya yang menginspirasi, dari awal bekerja di perusahaan pupuk hingga menjadi pemimpin usaha dalam sektor yang sama.
Dia dengan tegas membuka wawancara dengan mengungkapkan bahwa kesuksesannya bukanlah hasil tiba-tiba atau turunan dari keluarga berpengaruh. "Saya datang dari keluarga biasa," ungkap Rizal tegas.
Kisah karir Rizal dimulai dari pengalaman kerjanya di warnet dan berbagai pekerjaan lain yang membentuknya secara perlahan.
Namun, titik balik karirnya datang saat dia diundang untuk bergabung dengan perusahaan pupuk besar di Ponorogo pada tahun 2011.
"Saya tiba di Surabaya dengan niat belajar dan menimba ilmu sebanyak mungkin. Saya memulai dari nol," jelasnya.
Dalam enam tahun berikutnya, Rizal menjalani perjalanan yang penuh tantangan di perusahaan pupuk tersebut.
"Saya melaksanakan berbagai tugas, termasuk penagihan dan pengelolaan berkas-berkas di kantor. Itu masa yang sarat dengan cerita dan pengalaman berharga," tambahnya.
Keuletan dan komitmennya dalam bekerja tak luput dari perhatian manajemen perusahaan. Pada 2018, setelah enam tahun perjuangan dari posisi staf hingga tanggung jawab yang beragam, Rizal dipercaya untuk menjadi direktur.
"Saya selalu memberikan totalitas dalam pekerjaan dan profesionalisme. Itu yang membawa saya ke posisi ini," kata Rizal dengan rendah hati.
Namun, tak puas dengan pencapaian di perusahaan, Rizal mengambil langkah berani dengan memulai usaha sendiri pada tahun 2021.
"Saya merasa mampu. Saya ingin menyampaikan pesan kepada generasi muda bahwa kegagalan adalah bagian dari proses belajar. Kita harus terus belajar selama hidup kita," ungkapnya.
Rizal juga berbagi pandangan tentang pentingnya mandiri dalam berbisnis. "Saya melihat bahwa ini saat yang tepat. Jika kita terus bergantung pada orang lain, kapan kita akan menjadi mandiri? Saya berterima kasih pada perusahaan sebelumnya yang memberi kesempatan untuk mencapai posisi tertinggi," katanya.
Berbicara tentang tantangan dan risiko dalam dunia wirausaha, Rizal dengan jujur mengakui pernah tertipu oleh teman sendiri pada awal usahanya, dengan kerugian hingga 1 Milyar Rupiah.