Harga bahan pokok menjelang Idul Adha di Sumatera Selatan mengalami kenaikan. Seperti di Pasar Inpres Lubuklinggau, Sumsel misalnya pada H-1 kemarin, harga cabai merah, cabai hijau, cabai rawit, daging sapi, dan ayam melambung.
Harga cabai merah di pasar tersebut tembus di Rp160.000 perkilogram, harga ini melambung tinggi dibandingan sehari sebelumnya yang hanya Rp 100.000 perkilogram.
Untuk harga cabi hijau mengalami kenaikan dari Rp 60.000 per kilogram menjadi Rp 80.000 per kilogram. Untuk harga cabai rawit dari Rp 90.000 perkilogram menjadi Rp 120.000 per kilogram.
"Naik karena barang sedikit, sedangkan dimana-mana orang butuh apalagi sehari mau lebaran. Sehingga mahal," kata Siti Fatimah penjual cabai di Pasar Inpres Lubuklinggau.
![Harga Daging di Pasar Blok F Kota Cilegon melonjak jelang Ramadhan, Selasa (29/3/2022) [suara.com]](https://media.suara.com/suara-partners/poptren/thumbs/1200x675/2022/07/11/1-harga-daging-di-pasar-blok-f-kota-cilegon-melonjak-jelang-ramadhan-selasa-2932022.jpg)
Meski ada beberapa kenaikan di harga cabai, pembi tidak sepi. Pembeli hanya mengurangi jumlah cabai yang dibeli dan dikonsumsi.
"Dari yang biasanya beli perkilo, sekarang menjadi seperempat dan se-ons. Harga cabai merah seperempat Rp40 ribu, sedangkan perons Rp16 ribu. Cabai ngambil dari daerah Curup yakni Provinsi Bengkulu). Perhari mengambil 20 kilogram, sama seperti hari biasa. Harga naik, tetap nornal ngambil cabai," ungkap Siti.
Dua hari sebelum Idul Adha harga daging pun ada kenaikan. "Dua hari sebelumnya naik dari Rp130.000 per kilogram menjadi Rp140.000 perkilogram. Kemudian setelah itu harganya kembali naik jelang hari raya Idul Adha menjadi Rp150.000," ujar Edi Harto, penjual daging sapi.
Sejumlah penjual daging di Pasar Inpres menjelaskan adanya kenaikan harga daging karena stok persedian sapi di Lampung makin langka, sementara permintaan banyak. Selain stok yang semakinlangka, faktor penyebab persediaan sapi menurun adanya pembatasan keluar masuk hewan ternak karena imbas penyakit mulut dan kuku (PMK). "Naik karena sapi barangnya agak langka, permintaan banyak," jelasnya.
![daging ayam potong [suara.com]](https://media.suara.com/suara-partners/poptren/thumbs/1200x675/2022/07/11/1-daging-ayam-potong.jpg)
Menurut Edi, permintaan daging dari pembeli sejauh ini tidak ada masalah meskipun harganya mengalami kenaikan.
Baca Juga: Diduga Keracunan Limbah Jeroan Hewan Kurban, Ribuan Ikan di Kali Baru Ditemukan Mati
"Biasanya menyiapkan 1 ekor sapi potong, saat ini dua ekor sapi potong yang menghasilkan 400 kilo daging. Sudah ada langganan tersendiri, alhamdulillah harga daging naik tidak mempengaruhi daya beli pelanggan," timpal Edi.
Tak cuma cabai, dan daging yang harganya melonjak, harga ayam potong pun ikut melonjak. Yang semula harga ayam perkilo hanya Rp 30.000 per kilogram, sekarang menjadi Rp 40.000 per kilogram.
"Kenaikan harga ayam potong juga disebabkan karena stok sedikit dan permintaan banyak," kata Teti, pedagang ayam potong di Pasar Inpres.
"Sehari ini sama kematin permintaan banyak. Hari ini stok ada 200 kilo, lumayan ramai. Kemarin juga 200 kilo langsung habis. Alhamdulillah meski harga naik, pembeli masib ramai," ujarnya.
Harga telur, bawang merah dan bawang putih tidak alami kenaikan. Harga telur normal perkarpet Rp52 ribu sedangkan harga bawang merah alami penuruna sudah sejak dua hari terakhir.
"Taddinya perkilo Rp60 ribu menjadi Rp45 ribu, sedangkan bawang putih dari Rp30 ribu perkilo menjadi Rp18 ribu," katanya.