Poptren.suara.com – Banyak Sekali perubahan yang dialami oleh masyarakat sejak adanya pandemi Covid-19 ini terutama tentang pola bisnis. Tidak sedikit masyarakat harus beralih profesi agar tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Salah satunya yaitu Mingan, seorang pemuda 30 tahun, asal Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat yang sebelumnya berprofesi sebagai pengemudi ojol alias ojek online. Mian membangun usaha kuliner ayam geprek yang bermodalan uang Rp500 ribu ini nekat memulai bisnis pertama walaupun tidak memiliki pengalaman berbisnis sedikit pun.
"Banyak faktor yang memotivasi saya, salah satunya ketika menjadi driver online saya sering mengambil pesanan dari GoFood dan berkesempatan juga untuk berdiskusi dengan teman-teman UMKM. Dari situ, saya mulai yakin untuk membangun usaha kuliner bersama istri,” ungkap Mian, mengutip siaran pers yang diterima Suara.com, Selas (2/8/2022).
Sejak awal usahanya dibangun, Mian telah mendaftarkan usahanya di layanan pesan antar makanan online GoFood dan berhasil mendapatkan tiga pesanan pertama secara online.
Kini setelah hampir dua tahun berprofesi sebagai pengusaha kuliner, Mian membuktikan perkembangan positif dengan mampu membuka tiga brand usaha kuliner lainnya yang bernama Ayam Bakar Djotosz Express, Ayam Goreng Sreeng Express, dan Ikan Bakar Djueet Express.
“Berkat bergabung dengan GoFood, saya bersama istri dapat mengembangkan usaha melalui dapur rumah kami dan tidak perlu memiliki toko fisik. Selain itu, GoFood membantu usaha saya dapat lebih mudah dijangkau oleh pelanggan, sekaligus memudahkan kami mengelola usaha secara digital lewat aplikasi GoBiz. Terlebih lagi, GoFood juga memberikan tempat untuk saya belajar dan mendapatkan pelatihan dalam mengelola usaha secara maksimal. Mulai dari cara foto menu, strategi mengatur harga jual produk hingga belajar mengatur promo,” tutur Mian.
Berkat teknologi digital dan ragam edukasi serta pelatihan yang disediakan oleh ekosistem Gojek, Ayam Geprek Express berhasil meningkatkan pejualan sebesar lima belas kali lipat sejak awal berjualan hingga saat ini. Bahkan, Mian telah mampu menghasilkan omzet hampir Rp77 juta per bulannya dan melayani kurang lebih 75 pesanan setiap harinya.
Perkembangan positif usaha Mian juga didasari oleh kreativitas dan inovasinya terhadap keunggulan produk yang dijual. Untuk memastikan kualitas dan keunikan makanan yang dijual, Mian bersama istrinya memiliki resep orisinal yang bervariasi. Selain itu, demi menjaga kesegaran sambal yang disajikan, Ayam Geprek Express tidak menstok sambal yang diberikan kepada pelanggan dan selalu menyajikan sambal yang baru diolah.
“Menurut saya, kunci memulai usaha, terutama di tengah masa adaptasi dan pemulihan seperti sekarang ini adalah keuletan, keterampilan dan dukungan platform digital. Membuka usaha kuliner tidak harus tentang berapa banyak modal yang kita miliki. Tetapi lebih dari itu, saya percaya bahwa niat positif dan semangat belajar tinggi dapat melapangkan jalan seseorang dalam mengembangkan usaha yang dimiliki,” tutup Mian.
Sumber : suara.com