Kepopuleran Kopi di Indonesia

Poptren

Rabu, 07 September 2022 | 12:13 WIB
Kepopuleran Kopi di Indonesia
Ilustrasi Kopi Hitam ((Unsplash/@muustudio))

Poptren.suara.com - Di masa sekarang, kopi menjadi minuman kekinian yang banyak dijual di kafe, resto, hingga outlet makanan, serta menjadi minuman yang digemari dari usia remaja hingga orangtua. Minum kopi menjadi sarana interaksi muda mudi ketika nongkrong di kafe. Kopi juga biasa diminum ketika mengerjakan tugas atau saat bekerja.

Jenis kopi yang banyak dibudidaya di Indonesia adalah kopi arabika, robusta, serta liberika atau exelsa. Tak hanya di Indonesia, ketiga jenis kopi tersebut populer di dunia. Saat berkunjung ke kafe, nama kopi biasanya tertera dalam Bahasa Inggris, seperti americano, cappuccino, latte, cold brew, espresso, dan masih banyak lagi.

Mengutip katadata.id yang melasir Tasteatlas.com, berikut ini beberapa jenis kopi yang populer dan dibudidayakan di Indonesia, diantaranya :

1. Arabika

Kopi arabika termasuk jenis kopi yang banyak dibudidaya di Indonesia. Mengutip dari buku Kopi Indonesia, awalnya kopi arabika berasal dari dataran tinggi Ethiopia, Afrika. Kopi jenis ini kemudian dikembangkan oleh bangsa Arab di Yaman. Lalu bangsa Eropa membawa kopi Arabika ke Jawa dan Brasil pada abad ke-17.

Kopi Arabika memiliki biji picak, daun berombak, dan berwarna hijau tua. Kopi ini tumbuh subur di pegunungan dengan ketinggian antara 1.000 hingga 2.100 meter di atas permukaan laut.

2. Robusta

Salah satu kopi populer di Indonesia adalah robusta (canephora). Kopi ini memiliki warna yang kuat dan lebih kental ketika dibuat kopi. Kopi robusta bisa tumbuh hingga 12 meter, daunnya lebih lebar, dan pangkalnya berbentuk tumpul. Biji robusta berbentuk agak bulat, melengkung, dan lebih tebal jika dibandingkan kopi arabika.

3. Liberika atau Exelsa

Kopi ini berasal dari Afrika dan mulai masuk ke Indonesia pada 1965. Biji kopi liberika berbentuk seperti biji buah kurma, agak lonjong dan berukuran lebih besar.

4. Kopi Luwak

Kopi luwak dari Indonesia termasuk kopi termahal di dunia. Proses hadirnya biji kopi luwak berasal dari, hewan musang (luwak) yang memakan biji kopi. Setelah dimakan, luwak biasanya mengeluarkan biji kopi bersama kotoran. Biji kopi tersebut kemudian dicuci, dibersihkan, digiling, lalu dipanggang. Proses pembuatan kopi luwak ini membutuhkan waktu cukup panjang. 

Alasan biji kopi dimakan luwak, karena di saluran pencernaan kopi kehilangan astringen. Astringent ini membuat kopi lebih lembut, halus, dan tidak terlalu pahit.

5. Kopi Tubruk

Kopi tubruk merupakan kopi berwarna hitam, kental, dan rasanya pahit. Kopi ini biasanya disajikan selagi hangat bersama cemilan. Di Indonesia, kopi tubruk berasal dari kopi bubuk yang sudah dihaluskan. Ketika diminum, di bagian bawah akan menyisakan bubuk kopi yang mengendap di bawah cangkir. Untuk menyeruput secangkir kopi tubruk, boleh tambahkan sedikit gula atau tidak sama sekali, tergantung selera.

6. Kopi Latte

Kopi latte atau caffe latte termasuk minuman kopi populer di Indonesia. Kopi dari Italia tersebut memiliki penyajian yang cukup unik, di mana pada bagian bawah terdapat kopi, sementara atasnya terdapat krim susu. Kopi latte diperkenalkan pertama kali pada 1867. Menurut sejarah, kopi gaya Eropa ini menggabungkan susu dan kopi untuk membuat rasa semakin enak. Barista kopi biasanya membentuk gambar menarik untuk memperindah tampilan kopi. Adapun perbandingan komposisi secangkir kopi latte cenderung bervariasi, umumnya 1:3 antara kopi dengan susu.

7. Macchiato

Kopi asal Italia ini termasuk jenis kopi yang dibuat dengan menyeduh kopi espresso, kemudian ditaburkan 1-2 sendok teh susu. Macchiato memiliki rasa kopi yang lebih kuat daripada latte, karena susu hanya untuk meningkatkan rasa kopi.

8. Cuban Espresso

Espresso dari negara Kuba ini populer di Amerika Latin dan Florida. Kopi espresso diseduh terlebih dahulu, hingga warnanya gelap, kemudian ditambahkan gula sehingga menghasilkan warna coklat muda di atas kopi.

9. Cold Brew

Kopi cold brew termasuk minuman kopi berwarna hitam yang bisa disajikan dingin atau panas. Sebelum membuat minuman, kopi dan air biasanya direndam terlebih dahulu selama 8-12 jam. Proses perendaman ini akan menghasilkan cita rasa unik, manis, dan tingkat keasaman yang berbeda.

Jadi, yang mana kopi kesukaanmu?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

5 Presiden  Amerika Serikat Kecanduan Kopi, Mirip dengan Orang Indonesia

5 Presiden Amerika Serikat Kecanduan Kopi, Mirip dengan Orang Indonesia

Tantrum | Selasa, 06 September 2022 | 12:02 WIB

PPI Berpartisipasi dalam Pameran Pasar Kopi di Eropa

PPI Berpartisipasi dalam Pameran Pasar Kopi di Eropa

Bisnis | Senin, 05 September 2022 | 16:58 WIB

Pemprov Lampung Persiapkan Event Kopi Lampung Begawi 2022

Pemprov Lampung Persiapkan Event Kopi Lampung Begawi 2022

Metro | Senin, 05 September 2022 | 13:54 WIB

Sensasi Mencicipi Kopi Biru di Gerai Kopi Baru, Cocok Buat Nongkrong dan Nge-Jam Bareng!

Sensasi Mencicipi Kopi Biru di Gerai Kopi Baru, Cocok Buat Nongkrong dan Nge-Jam Bareng!

Lifestyle | Senin, 05 September 2022 | 08:05 WIB

Terkini

Modal Sapu dan Hanger, Pelarian 10 Bulan Otak Pembobol Rumah di Bandar Lampung Berakhir

Modal Sapu dan Hanger, Pelarian 10 Bulan Otak Pembobol Rumah di Bandar Lampung Berakhir

Lampung | Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:40 WIB

Mengapa Revolusi Tidak Lahir dari Tagar

Mengapa Revolusi Tidak Lahir dari Tagar

Your Say | Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:35 WIB

Bukan Cuma Putih, Ini 5 Warna Kamar Mandi yang Bawa Rezeki dan Energi Positif Versi Feng Shui

Bukan Cuma Putih, Ini 5 Warna Kamar Mandi yang Bawa Rezeki dan Energi Positif Versi Feng Shui

Lifestyle | Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:35 WIB

Dilema Pertamina Naikkan Harga Pertamax, Ekonom: Kalau Ditahan Terus Bisa Gerus Keuangan Negara

Dilema Pertamina Naikkan Harga Pertamax, Ekonom: Kalau Ditahan Terus Bisa Gerus Keuangan Negara

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:22 WIB

Oli Motor Makin Boros di Tengah Kenaikan Harga, Benarkah Tanda Harus Turun Mesin?

Oli Motor Makin Boros di Tengah Kenaikan Harga, Benarkah Tanda Harus Turun Mesin?

Otomotif | Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:15 WIB

Kenapa Mahasiswa Demo 'Menuju Indonesia Bangkrut' di Bundaran HI?

Kenapa Mahasiswa Demo 'Menuju Indonesia Bangkrut' di Bundaran HI?

Lifestyle | Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:12 WIB

Inovasi Karyawan Petrokimia Gresik Hasilkan Nilai Rp154 Miliar

Inovasi Karyawan Petrokimia Gresik Hasilkan Nilai Rp154 Miliar

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:01 WIB

Daging Empuk hingga Ceker Lumer: Mengintip Menu Andalan di Sate Padang Doni

Daging Empuk hingga Ceker Lumer: Mengintip Menu Andalan di Sate Padang Doni

Your Say | Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:55 WIB

Layanan Kereta Indonesia Disebut Sudah Setara Global

Layanan Kereta Indonesia Disebut Sudah Setara Global

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:54 WIB

Hari Pertama BTN JAKIM 2026 Meriah, Ribuan Pelari Padati Kawasan GBK

Hari Pertama BTN JAKIM 2026 Meriah, Ribuan Pelari Padati Kawasan GBK

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:33 WIB