Gula dan Pengaruhnya untuk Kesehatan

Poptren Suara.Com
Senin, 26 September 2022 | 16:06 WIB
Gula dan Pengaruhnya untuk Kesehatan
Ilustrasi gula - Batas Konsumsi Gula Per Hari. ((Freepik))

Poptren.suara.com - Mungkin kita tidak menyadari bahwa dalam satu hari kita telah banyak mengonsumsi gula. Kita pun juga tahu bahwa terlalu banyak mengonsumsi gula tidak baik untuk kesehatan tubuh. Batas tambahan gula yang direkomendasikan oleh kementrian kesehatan adalah 10 persen dari asupan kalori setiap hari.

Misalkan dalam satu hari asupan kalori yang butuhkan adalah 2000 kalori, maka gula tambahan tidak boleh lebih dari 200 kalori, atau setara dengan empat sendok makan gula per hari.

Dikutip dari Medical News Today, organisasi kesehatan dunia (WHO), menyarankan agar tidak mengonsumsi gula tambahan tidak lebih dari lima persen dari kalori harian.

Akan timbul gejala tidak biasa setelah terlalu banyak mengonsumsi gula, seperti :

- Energi menurun

Di tahun 2019, sebuah studi menemukan, satu jam setelah mengonsumsi gula, seseorang akan merasa lelah dan kurang waspada dibandingkan dengan orang yang mengontrol konsumsi gula.

- Suasana hati buruk

Dalam studi prospektif tahun 2017, ditemukan bahwa terlalu tinggi asupan gula akan meningkatkan depresi dan gangguan suasana hati pada pria.

- Kembung

Baca Juga: Diet Defisit Kalori, Masih Boleh Makan 3 Kali Sehari Enggak Sih?

Jenis gula tertentu dapat menyebabkan kembung dan gas pada orang yang memiliki kondisi pencernaan tidak seimbang seperti Irritable Bowel Syndrome (IBS), atau dengan kata lain pertumbuhan berlebih bakteri usus kecil (SIBO), seperti diungkap Johns Hopkins Medicine.

Konsumsi gula terlalu banyak juga dapat menimbulkan beberapa resiko yang tidak main-main, diantaranya :

1. Diabetes dan Resistensi Insulin

Institut Nasional Diabetes dan Penyakit Pencernaan dan Ginjal (NIDDK) menungkapkan kadar gula yang tinggi dapat sebebkan diabetes tahap dua. Selain itu faktor risiko lain seperti obesitas dan resistensi insulin , juga dapat menyebabkan diabetes tipe dua.

2. Berat badan naik, bahkan obesitas

Hormon leptin dalam tubuh yang bantu mengontrol hormon dalam tubuh dapat dipengaruhi oleh asupan gula. Bekerja dengan memberitahu otak bahwa seseorang sudah cukup makan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI