Poptren.suara.com - Dalam sebuah hubungan asmara pasti ada saja masalahnya, selingkuh misalnya. Perselingkuhan tidah hanya terjadi pada pasangan yang menjalin kisah pacaran, tapi juga sering terjadi pada pasangan yang telah menikah. Banyak alasan mengapa pasangan yang sudah menikah pun bisa selingkuh.
Laman psikologi menuliskan sekitar 40% pasangan yang sudah menikah pernah terdampak oleh perselingkuhan yang dipicu oleh banyak faktor. Seperti pengalaman di masa lalu, gangguan kepribadian hingga pengaruh media sosial.
Dalam laman Very Well Health tertulis selingkuh termasuk dalam kategori gangguan kesehatan mental. Kenapa selingkuh dikaitkan dengan gangguan kesehatan mental? Apa penyebabnya?
Beberapa penyebab pasangan berselingkuh diantaranya :
1. Akibat pengalaman masa kecil
Dalam hal ini artinya ketika masa kanak-kanak mengalami trauma seperti pernah dilecehkan, diabaikan secara fisik ataupun emosional, yang tidak menutup kemungkinan beresiko tinggi akan berselingkuh ketika ia dewasa.
Pada tahun 2015, sebuah studi menemukan fakta anak-anak yang mengalami atau sekedar melihat orangtuanya selingkuh juga akan melakukan hal yang sama ketika dewasa.
2. Gangguan mental
Bipolar, yang juga salah satu penyakit gangguan mental, cukup sering dikaitkan sebagai faktor risiko perselingkuhan. Pernah dengar kalimat, "sekali berselingkuh, maka akan terus selingkuh" ? Ternyata kalimat tersebut bukan hanya sekedar kalimat.
Baca Juga: 5 Tanda Peringatan Dini Anak Mengalami Masalah Kesehatan Mental
Dalam sebuah studi tahun 2017 menunjukkan bahwa mereka yang terlibat dalam perselingkuhan, kemungkinan untuk selingkuh lagi tiga kali lebih tinggi. Hal ini erat kaitannya dengan masalah psikologis atau gangguan mental seperti narsisme.
Narsisme mendorong perselingkuhan yang didasari ego dan perasaan harus dikagumi. Selain mementingkan diri sendiri, pengidap gangguan ini seringkali tidak memiliki empati, sehingga tidak menghargai kehadiran pasangan dan dampak dari tindakannya terhadap sebuah hubungan.
Wajib diingat, bahwa perselingkuhan itu akan berdampak panjang. Efek jangka panjang dari perselingkuhan dapat terjadi pada siapa saja, baik pria maupun wanita. Perselingkuhan juga dapat menimbulkan stres berkepanjangan yang dapat berdampak pada kesehatan mental dan fisik.
Apabila seseorang telah diselingkuhi, besar kemungkinan dirinya membutuhkan waktu lama untuk kembali pulih. Beberapa dampak jangka panjang dari perselingkuhan yang perlu diketahui ialah :
A. Kesulitan mempercayai orang lain
Hubungan yang berakhir akibat perselingkuhan, ada satu lapisan yang akan hancur dan memengaruhi rasa percaya seseorang. Selain kepercayaan, fisik dan emosional memegang kunci utama dalam suatu hubungan. Seseorang yang diselingkuhi akan kesulitan mempercayai pasangannya, dan aka menyebabkan masalah kepercayaan dalam hubungan baru di masa depan.