Dulu Gampang Dicari dan Bisa Dapat Sekantong Plastik Penuh, Kini Kumbang Langka Ini Dibanderol 100 Ribu/Ekor

Poptren | Suara.com

Kamis, 16 Februari 2023 | 09:50 WIB
Dulu Gampang Dicari dan Bisa Dapat Sekantong Plastik Penuh, Kini Kumbang Langka Ini Dibanderol 100 Ribu/Ekor
Kepik emas (PatricioPM/Flickr)

Poptren.suara.com - Namanya kepik emas yang memiliki nama ilmiah Charidotella sexpunctata adalah serangga kecil berukuran sekitar 6-7 mm yang tergolong dalam keluarga Coccinellidae atau kelompok kumbang layang-layang.

Spesies ini dikenal dengan nama kepik emas karena warna kulitnya yang kuning cerah dan berkilau seperti emas.

Kepik emas merupakan serangga langka dari Indonesia dan ditemukan di beberapa wilayah di Indonesia, utamanya di Pulau Jawa dan Bali. Saking langkanya, saat ini kepik emas dihargai Rp100 ribu per ekor di laman eCommerce e-Bay. 

Kepik emas memiliki bentuk tubuh yang datar dengan kepala dan thoraks berwarna hitam dan elytra berwarna kekuningan dengan bintik-bintik hitam dan putih. Serangga ini hidup di tempat-tempat yang terbuka, seperti padang rumput, kebun, semak belukar, dan hutan terbuka.

Untuk makanannya, kepik emas biasanya makan serangga kecil lain, seperti kutu putih dan serangga penghisap lainnya, yang biasanya ditemukan pada tanaman.

Kepik emas juga dianggap sebagai predator alami bagi hama tanaman, sehingga sering digunakan sebagai agen pengendalian hayati untuk mengurangi populasi hama tanaman.

Siklus hidup kepik emas

Kepik emas mempunyai siklus hidup dari tahapan telur, larva, pupa, dan dewasa. Siklus hidupnya berlangsung selama sekitar 3-4 minggu dan tergantung pada kondisi lingkungan. Setelah menetas dari telur, larva kepik emas memakan serangga kecil lainnya, seperti kutu putih.

Setelah mencapai tahap pupa, kepik emas mengalami metamorfosis menjadi serangga dewasa yang siap untuk berkembang biak. Serangga dewasa ini hidup sekitar 2-3 bulan dan sangat aktif pada siang hari.

Kepik emas juga biasanya menghasilkan satu generasi dalam satu tahun, namun itu juga tergantung pada kondisi lingkungan.

Meski secara statistik kepik emas bukan spesies yang terancam punah, namun populasi kepik emas saat ini cenderung menurun di beberapa wilayah di Indonesia. Salah satu faktor penyebab penurunan populasi kepik emas adalah hilangnya habitat alaminya akibat perubahan penggunaan lahan dan deforestasi.

Kepik emas juga rentan terhadap pestisida dan bahan kimia lain yang digunakan dalam pertanian, yang dapat mengganggu sistem reproduksi dan kesehatan serangga ini. Oleh karena itu, diperlukan upaya pelestarian kepik emas dan habitatnya untuk memastikan kelangsungan hidup spesies ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Konsep "Smart City" IKN Dipercaya Mancing Satwa Endemik, Kok Bisa?

Konsep "Smart City" IKN Dipercaya Mancing Satwa Endemik, Kok Bisa?

Kaltim | Senin, 17 Oktober 2022 | 19:30 WIB

Awas Macan Kumbang Turun Gunung, Warga Ciamis Diimbau Tak Pergi ke Hutan

Awas Macan Kumbang Turun Gunung, Warga Ciamis Diimbau Tak Pergi ke Hutan

Jabar | Jum'at, 08 Juli 2022 | 08:30 WIB

Bikin Merinding, Minimarket Ini Diserang Ribuan Hewan Kepik: 'Baunya Luar Biasa'

Bikin Merinding, Minimarket Ini Diserang Ribuan Hewan Kepik: 'Baunya Luar Biasa'

Your Say | Kamis, 12 Mei 2022 | 14:32 WIB

Terkini

Skandal QRIS Rp2,5 Miliar di Medan, Korban Minta Keadilan

Skandal QRIS Rp2,5 Miliar di Medan, Korban Minta Keadilan

Sumut | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:52 WIB

Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional

Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:52 WIB

Pembagian Daging Kurban Berapa Kg untuk Tiap Penerima? Ini Ketentuan Sesuai Syariat

Pembagian Daging Kurban Berapa Kg untuk Tiap Penerima? Ini Ketentuan Sesuai Syariat

Lifestyle | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:48 WIB

Lagi Butuh Healing? 7 Destinasi Spa Mewah di Western Australia Ini Bikin Pikiran Reset Total

Lagi Butuh Healing? 7 Destinasi Spa Mewah di Western Australia Ini Bikin Pikiran Reset Total

Lifestyle | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:45 WIB

Percabulan di Pati: Pak, Anjing Saya Saja Tidak Seperti Itu

Percabulan di Pati: Pak, Anjing Saya Saja Tidak Seperti Itu

Your Say | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:45 WIB

Studi Ungkap Cuaca Ekstrem Bisa Pangkas Jarak Tempuh Mobil Listrik dan Mobil Hybrid

Studi Ungkap Cuaca Ekstrem Bisa Pangkas Jarak Tempuh Mobil Listrik dan Mobil Hybrid

Otomotif | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:41 WIB

Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan

Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:37 WIB

Harga Plastik Melonjak! Ini 5 Alternatif Wadah Daging Kurban yang Ramah Lingkungan

Harga Plastik Melonjak! Ini 5 Alternatif Wadah Daging Kurban yang Ramah Lingkungan

Lifestyle | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:35 WIB

Dituduh eks Istri Andre Taulany Langgar Privasi, Pengacara ART: Foto Pagar Rumah Bukan Data Pribadi

Dituduh eks Istri Andre Taulany Langgar Privasi, Pengacara ART: Foto Pagar Rumah Bukan Data Pribadi

Entertainment | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:35 WIB

Oknum Guru Ngaji Kabur usai Diduga Lecehkan 11 Anak Bawah Umur di Kukar

Oknum Guru Ngaji Kabur usai Diduga Lecehkan 11 Anak Bawah Umur di Kukar

Kaltim | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:32 WIB