Gak Ngotak! Ini Bedanya Harga Ritel dan Risel dalam Dunia Sneakers

Poptren

Rabu, 01 Maret 2023 | 15:17 WIB
Gak Ngotak! Ini Bedanya Harga Ritel dan Risel dalam Dunia Sneakers
Sneakers Air Jordan. (Arab Lincoln/Flickr)

Poptren.suara.com - Dalam dunia sneakers harga ritel dan risel bukan suatu hal umum bagi para sneakerhead, di mana harga ritel merupakan harga asli dari pabrik sneakers, sedangkan harga risel merupakan harga yang dijual oleh seller lebih tinggi dibandingkan harga ritel.

Bahkan dalam ruang ritel umum, banyak yang akan mencemooh ide membayar USD300 untuk sepasang sepatu, karena mengetahui bahwa total biaya untuk membuatnya hanya sebesar USD40.

Namun jika kamu menguraikan bisnis di baliknya, masih ada biaya grosir, biaya eceran, pemasaran dan periklanan, biaya distribusi, pengambilan sampel, pengangkutan dan penanganan, biaya overhead.

Jadi, meskipun sepasang sepatu berharga USD40 untuk dibuat dan dijual dengan harga eceran USD300, harga tersebut juga sudah termasuk citra merek, cerita yang telah diselaraskan dengannya, "nilai" produk tersebut bagi merek dan pelanggan.

Elemen-elemen tak berwujud juga membentuk harga dan "nilai" sebuah sepatu. Dan ini hanyalah puncak gunung es dalam arti harga "eceran", semua pertimbangan ini dibuat sebelum sebuah bisnis berpikir untuk mencapai titik impas pada produk tertentu.

Dalam artikel ini  akan di bahas faktor yang mempengaruhi mengapa harga risel lebih mahal ketimbang harga ritel.

1. Penawaran dan permintaan

Supply and Demand menjadi faktor utama yang menyebabkan mengapa harga risel lebih mahal daripada harga ritel. Alasannya karena ada permintaan yang lebih tinggi daripada pasokan. Ini bisa terjadi karena barang-barang tersebut terbatas dan sulit ditemukan, atau karena barang-barang yang sangat dicari dan populer.

Sebagai contohnya ada Air Jordan 1 Off-White Chicago yang dirilis pada akhir tahun 2017 dengan harga retail yaitu USD190 atau setara Rp2,6 juta namun karena adanya Supply And Demand harga dari sepatu tersebut melejit mencapai Rp50-80 juta di tangan risel, tergantung ukuran sepatu tersebut.

baca juga

2. Kelangkaan barang

Barang-barang yang ada pada risel biasanya sudah tidak lagi diproduksi atau dijual secara ritel. Hal ini membuatnya menjadi lebih langka dan sulit didapat, sehingga orang-orang yang benar-benar ingin memiliki barang tersebut akan bersedia membayar harga yang lebih tinggi untuk memilikinya. 

3. Tren dan popularitas

Beberapa barang atau merek mungkin menjadi sangat populer dan tren dalam waktu tertentu, dan ketika barang-barang tersebut tidak lagi tersedia di pasar, orang akan bersedia membayar harga yang lebih tinggi untuk memiliki barang tersebut.

4. Biaya tambahan

Penjual risel mungkin menambahkan biaya tambahan untuk membayar biaya pengiriman, biaya penyimpanan, perawatan, atau biaya lain yang terkait dengan mendapatkan barang-barang tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Nggak Cuma Pamer Rubicon, Orang Kaya Juga Bisa Pamer Deretan Sepatu Vans Termahal Ini

Nggak Cuma Pamer Rubicon, Orang Kaya Juga Bisa Pamer Deretan Sepatu Vans Termahal Ini

Poptren | Senin, 27 Februari 2023 | 22:45 WIB

3 Potret Menlu Retno Marsudi Pakai Sepatu Beda Warna Bareng Jokowi, Gemas Banget!

3 Potret Menlu Retno Marsudi Pakai Sepatu Beda Warna Bareng Jokowi, Gemas Banget!

Lifestyle | Senin, 27 Februari 2023 | 15:32 WIB

4 Rekomendasi Produk Chemical Peeling Lokal, Aman Dipakai Pemula!

4 Rekomendasi Produk Chemical Peeling Lokal, Aman Dipakai Pemula!

Your Say | Minggu, 26 Februari 2023 | 10:50 WIB

Terkini

Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB

Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:52 WIB

BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026

BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:32 WIB

AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?

AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:03 WIB

Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela

Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:51 WIB

Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel

Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:46 WIB

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2

Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2

Banten | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:30 WIB

Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel

Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:21 WIB

Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026

Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:05 WIB