Poptren.suara.com - "Kumpul kebo" adalah istilah dalam bahasa Indonesia yang merujuk pada praktik tidak etis atau tidak sah di mana pasangan yang belum menikah atau orang yang sudah menikah tetapi bukan dengan pasangan sah mereka berkumpul untuk melakukan hubungan seksual.
Praktik ini secara luas dianggap tidak pantas dan melanggar nilai-nilai moral dan etika sosial, serta dapat menyebabkan konsekuensi hukum bagi pihak yang terlibat.
Umumnya, masyarakat maupun hukum sosial di Indonesia menganggap perilaku ini tentu tidak etis, dan menentang budaya ketimuran. Berbeda dengan kehidupan sosial di negara-negara barat yang umum membiarkan aktivitas ini dan dilindungi undang-undang.
Meski begitu, beberapa selebritis di Indonesia pun kerap melakukan aktivitas tersebut, meski acapkali mendapat hujatan dari netizen.
Tapi, tahukah kamu asal muasal istilah Kumpul Kebo?
Masyarakat lazim mengaitkan istilah itu dengan kegiatan kerbau, atau kegiatan yang diidentikan dengan perilakuka binatang, dalam hal ini kerbau.
Anggapan itu berdasar pada perilaku kerbau yang suka berkumpul dalam satu kandang, dan menemukan kerbau betina yang kerap kali hamil tanpa diketahui oleh pemiliknya.
Tapi ternyata, anggapan itu salah besar.
Mengutip Wikipedia, istilah Kumpul Kebo sebenarnya adalah bahasa campuran antara ejaan lama (Bahasa Indonesia) dan bahasa Belanda, yakni Koempoel Gebouw.
Baca Juga: Bicara Perselingkuhan, Dokter Boyke: Selingkuh Bukan Soal Hubungan Seks, Tapi...
Koempoel berarti kumpul, sedangkan Gebouw bermakna bangunan atau atap. Jadi, koempoel gebouw bisa diartikan sebagai berkumpul dalam satu rumah atau satu atap.