Hal itu terjadi pada kisruh paling akut dalam sejarah bangsa Indonesia, yakni krisis moneter tahun 1998.
Kebetulan saja, pada saat itu massa memainkan isu anti Tionghoa, sehingga rumah Sudono Salim terkena amukan massa.
Karena kondisinya tak memungkinkan, akhirnya Sudono Salim terpaksa harus tinggal di Singapura sampai akhir hayatnya.