Ini tidak hanya menetapkan harapan yang tidak realistis, tetapi juga mencegah Anda untuk benar-benar mengenal orang lain apa adanya.
Dengan melepaskan obsesi ini, Anda dapat membiarkan diri terhubung dengan orang lain pada tingkat yang lebih tulus. Kesadaran ini membuat interaksi lebih otentik dan menyenangkan, baik dalam persahabatan atau potensi hubungan romantis.
4. Berhenti komitmen pada hal yang salah
Ketika menjadi lajang, Anda terkadang terlalu berkomitmen pada pekerjaan, hobi, atau gangguan lain untuk mengisi kekosongan. Meskipun tetap sibuk pada dasarnya tidak buruk, melakukannya untuk menghindari perasaan kesepian menyebabkan kelelahan dan ketidakpuasan.
Anda bisa belajar untuk menyeimbangkan waktu dan komitmen serta terlibat dalam aktivitas yang benar-benar memuaskan. Ini dapat menjadikan kehidupan lajang lebih kaya dan lebih memuaskan.
Daripada melarikan diri dari status lajang, Anda harus menerimanya dan menggunakan waktu untuk menemukan apa yang benar-benar membuat bahagia.
5. Malas merawat diri sendiri
Mengabaikan perawatan diri adalah penghalang utama kebahagiaan. Jika Anda sangat fokus untuk menemukan pasangan, Anda bisa saja mengabaikan kesejahteraan diri sendiri.
Meluangkan waktu untuk berinvestasi pada diri sendiri, seperti melakukan olahraga, hobi, atau sekadar bersantai, dapat membuat perbedaan besar.
Perawatan diri adalah salah satu bentuk cinta diri dan membuat Anda tumbuh lebih nyaman dan puas dengan diri sendiri. (Salma Permata Dewi)
Baca Juga: Al Ghazali Jomblo, Banyak Warganet Yang Berbahagia