Selain itu, bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh, meningkatkan kesehatan pernapasan, meningkatkan kesehatan kulit, dan mengandung sifat anti penuaan.
2. Bagus untuk penderita diabetes
Pare mengandung polipeptida, senyawa mirip insulin (charantin), yang memiliki sifat antidiabetes.
Komponen-komponen ini secara aktif membantu dalam mengurangi kadar gula darah.
Ini juga membantu mencegah lonjakan dan penurunan kadar insulin tidak terduga dengan mengatur metabolisme dan penggunaan gula yang dikonsumsi tubuh.
Pare bertindak sebagai agen hipoglikemik, yang mana sumber kaya serat larut dan rendah indeks glikemik untuk menurunkan kadar gula darah.
3. Melancarkan pencernaan
Pare adalah sumber serat makanan yang sangat baik.
Konsumsi pare secara teratur dapat membantu meredakan sembelit dan gangguan pencernaan.
Otomatis bisa juga mendukung bakteri usus yang sehat.
4. Mendukung penurunan berat badan
Sayuran ini rendah kalori, lemak, dan karbohidrat.
Baca Juga: Hadirkan Laksa Tanpa Santan yang Menggoda Selera, Cara Ruth Gabriel Lestarikan Kuliner Nusantara
Otomatis bisa membantu jaga berat badan.
Pare akan membuat kita kenyang lebih lama, sehingga menghindari makan berlebihan.
Ini juga merangsang hati untuk mengeluarkan asam empedu yang penting untuk metabolisme lemak dalam tubuh.
Selain itu, pare mengandung 80-85% air, yang merupakan penekan rasa lapar sekaligus peningkat metabolisme.
Pare bisa dikonsumsi dalam bentuk sayur, jus, atau dibuat smoothie dengan menambahkan apel dan bayam ke dalamnya.