Hadirkan Laksa Tanpa Santan yang Menggoda Selera, Cara Ruth Gabriel Lestarikan Kuliner Nusantara

Poptren | Suara.com

Sabtu, 19 Agustus 2023 | 10:02 WIB
Hadirkan Laksa Tanpa Santan yang Menggoda Selera, Cara Ruth Gabriel Lestarikan Kuliner Nusantara
Lewat laksa tanpa santan, Ruth Gabriel berupaya melestarikan kuliner Nusantara yang merupakan warisan budaya Indonesia. (Foto: Dok. Pribadi)

Ingin tahu seperti apa kisah perjalanan Ruth Gabriel di dunia kuliner hingga mampu menghadirkan laksa tanpa santan dengan rasa yang menggugah selera? Simak penuturan lengkapnya. 

Di balik setiap hidangan lezat terdapat tangan seorang kreator yang punya semangat dan dedikasi untuk meramu bahan-bahan makanan menjadi kreasi kuliner yang luar biasa. Begitu pula dengan sosok  pengusaha muda sekaligus chef berbakat, Ruth Gabriel 

Cintanya yang mendalam pada makanan tradisional dan kegigihannya menekuni dunia kuliner, membuat Ruth Gabriel berhasil menghidupkan kembali rasa autentik Indonesia, termasuk saat berkreasi membuat laksa tanpa santan.

Untuk diketahui, perempuan muda kelahiran Jakarta tahun 1998 ini mulai menyenangi dunia kuliner sejak sekolah. “Pas SMA, saya suka bikin pastry (aneka kue), dibawa ke sekolah, lalu dibagikan ke teman-teman,” ujar Ruth Gabriel. 

Ketekunan dan kesenangannya membuat pastry membuat kedua orangtua mendukung minat dan bakat Ruth Gabriel. “Kalau senang, kamu lanjutin,” begitu pesan orangtua kepadanya yang terngiang hingga sekarang. 

Dukungan orangtuanya itulah yang memotivasi Ruth Gabriel selepas SMA melanjutkan ke Indonesia Patisserie School dan belajar ilmu pastry. “Selama satu tahun saya belajar sampai mendapatkan sertifikat untuk membuat pastry,” ujarnya. 

Ruth Gabriel pun menekuni dunia pastry dengan serius hingga pernah menjuarai sebuah kompetisi, yaitu TAFE pastry competition pada 2017.

Belajar Kuliner ke Singapura
Kesenangannya pada dunia tata boga menggerakannya untuk menimba ilmu di Singapura. “Salah satu pertimbangannya, karena di Singapura kita diajari untuk membuat Asian Food. Sedangkan rata-rata sekolah kuliner di Australia atau negara lain ngajarinnya lebih ke Western atau European Food. (di Singapura) Saya belajar semua makanan, mulai Indonesian, Malaysian, hingga Chinese Food,” cerita Ruth Gabriel.

Sistem belajar di Singapura pun sangat ketat. “Saya sekolah dari Senin sampai Sabtu, satu tahun sekolah satu tahun lagi kerja untuk mendapatkan ijazah diploma,” ucap perempuan penyuka travelling ini. 

Selain itu, sambung Ruth Gabriel, pembelajarannya pun menekankan praktik hingga para lulusannya punya skill mumpuni untuk memproses makanan mulai dari A sampai Z. “Saat mengolah daging kambing, saya diajari dari menyembelih, memotong, menguliti, memisahkan daging dari tulang, hingga memotong dagingnya menjadi bahan masakan,” terangnya. 

Jelang kelulusan, Ruth Gabriel mendapatkan ujian yang lumayan sulit. “Saya diminta untuk membuat makanan, jenis baru yang belum ada dan tidak boleh berasal dari negara sendiri.” Usulan makanan Ruth sempat berkali-kali ditolak. “Saya sempat berpikir, saya lulus enggak sih,” ungkapnya.

Menginspirasi Generasi Muda Melalui Laksa 
Ruth Gabriel mengaku lidahnya adalah penjelajah rasa yang tak pernah berhenti. Melalui perjalanan dan eksplorasi kuliner yang tiada henti, pengusaha muda ini belajar tentang ragam cita rasa dan teknik memasak dari berbagai daerah di Indonesia. 

Namun, di tengah keragaman itu, ada satu hidangan yang dengan kuat memanggilnya – laksa, sebuah hidangan tradisional Indonesia yang memikat dengan aroma dan rasa yang khas. 

Apalagi laksa adalah hidangan yang tak asing di keluarga Ruth Gabriel. “Soalnya laksa itu makanan favorit Mama saya, dia sering ke Singapura untuk beli laksa. Daripada bolak-balik Singapura yang ongkosnya mahal, saya membuat laksa sendiri di rumah,” jelasnya. 

Tidak mudah bagi Ruth Gabriel menemukan resep rahasia sekaligus bisa disukai para pelanggan. “Saya buat laksa dan dicicipi oleh Mama dan Papa, apa yang masih kurang atau sudah cukup. Butuh waktu setahun untuk menemukan resep laksa enak hasil ramuan saya sendiri,” akunya.
 
Awalnya, Ruth Gabriel menjual laksa dengan cara PO online, termasuk aneka kuliner lain seperti nasi, hingga akhirnya membuka kedai laksa di petak enam Glodok, Jakarta Pusat. Sampai saat ini Laksatiam sudah punya empat cabang, yaitu Pinang Tangerang, Cikokol Tangerang, dan Surabaya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bawa Suasana Musim Panas, Restoran Bebek Legendaris Ini Ramaikan Destinasi Wisata Kuliner Bandung

Bawa Suasana Musim Panas, Restoran Bebek Legendaris Ini Ramaikan Destinasi Wisata Kuliner Bandung

Lifestyle | Jum'at, 18 Agustus 2023 | 06:25 WIB

Metamorfosis Kuliner Pallubasa, Dulu Disebut Makanan Rakyat Jelata Kini Digemari Tamu Negara

Metamorfosis Kuliner Pallubasa, Dulu Disebut Makanan Rakyat Jelata Kini Digemari Tamu Negara

Sulsel | Selasa, 15 Agustus 2023 | 16:24 WIB

5 Tempat Makan Populer di Batam, Morning Bakery Selalu Ramai Dikunjungi

5 Tempat Makan Populer di Batam, Morning Bakery Selalu Ramai Dikunjungi

Batam | Selasa, 15 Agustus 2023 | 11:48 WIB

Terkini

Dinilai Tak Netral di Konflik Adik-Kakak, Ibu Tasyi Athasyia Dituding Jadi 'Kompor'

Dinilai Tak Netral di Konflik Adik-Kakak, Ibu Tasyi Athasyia Dituding Jadi 'Kompor'

Entertainment | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:45 WIB

5 Mobil 3 Baris Senyaman Innova yang Mudah Dirawat dan Irit BBM

5 Mobil 3 Baris Senyaman Innova yang Mudah Dirawat dan Irit BBM

Otomotif | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:40 WIB

Destinasi Menarik di Lampung yang Bisa Dijelajahi Setelah Turun dari Pesawat Jakarta Lampung

Destinasi Menarik di Lampung yang Bisa Dijelajahi Setelah Turun dari Pesawat Jakarta Lampung

Bali | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:39 WIB

Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan

Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:39 WIB

Pakar Hukum: Dean James Tidak Memenuhi Syarat untuk Main!

Pakar Hukum: Dean James Tidak Memenuhi Syarat untuk Main!

Bola | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:39 WIB

Gara-gara Cairan Menetes, Penyelundupan Ribuan Liter Tuak di Simpang Sadu Terbongkar

Gara-gara Cairan Menetes, Penyelundupan Ribuan Liter Tuak di Simpang Sadu Terbongkar

Bogor | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:39 WIB

Sampai Kapan ASN WFA setelah Libur Lebaran 2026? Ini Aturan Lengkapnya!

Sampai Kapan ASN WFA setelah Libur Lebaran 2026? Ini Aturan Lengkapnya!

Lifestyle | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:36 WIB

Sekecil Apapun Mimpi, Ia Patut Diperjuangkan: Membaca Novel Nonik Jamu

Sekecil Apapun Mimpi, Ia Patut Diperjuangkan: Membaca Novel Nonik Jamu

Your Say | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:35 WIB

Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur

Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:31 WIB

Gubernur DKI Tunggu Keputusan Pusat soal WFH ASN untuk Efisiensi BBM

Gubernur DKI Tunggu Keputusan Pusat soal WFH ASN untuk Efisiensi BBM

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:30 WIB