Ini Alasan Liga Indonesia Harus Berbayar

Tomi Tresnady

Jum'at, 09 Juni 2017 | 06:01 WIB
Ini Alasan Liga Indonesia Harus Berbayar
Pemain Persija Rohit Chand (bawah) berebut bola dengan pemain Madura United Asep Berlian [Liga Indonesia Baru]

Suara.com - Persaingan antartim di Liga 1 dan Liga 2 2017 berlangsung sengit pekan-pekan kompetisi berlangsung. Penonton dimanjakan dengan racikan taktik dan strategi dari pelatih, hingga aksi para pemain di atas lapangan.

Tidak hanya di stadion, penonton juga bisa menikmatinya dari tayangan siaran langsung. Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 ini untuk siaran televisi tidak berbayar atau terestrial ditayangkan di TVOne.

Sedangkan untuk televisi berbayar hak siarnya dipegang Orange TV. Kemudian untuk tayangan streaming berbayar bisa dinikmati di Genflix.

Fakta memperlihatkan peran dari tayangan siaran langsung ini buat kelangsungan hidup kompetisi begitu besar. Bahkan mencapai lebih dari setengah persentase kebutuhan pengelola kompetisi untuk menggulirkan Liga 1 dan Liga, dan nanti Liga 1 U-19.

Hal itu seperti diungkapkan Greeny Dewayanti, Commercial Director PT Mega Media Indonesia, perusahaan yang mengelola Orange TV.

"Kami tahu pengelola kompetisi (PT LIB) butuh dana lebih dari Rp 400 miliar per tahun untuk menggelar kompetisi dalam satu musim," kata Greeny Dewayanti seperti siaran pers yang diterima Suara.com, Kamis (8/6/2017).

"Dan, pemasukan terbesar penyelenggara kompetisi itu berasal dari broacast rights. Pemasukannya bisa mencapai 60-65 persen dari keseluruhan. Selebihnya berasal dari sponsor di luar pemegang hak siar," Greeny Dewayanti, menambahkan.

Oleh karena itu menonton siaran langsung kompetisi di Tanah Air pada musim-musim ke depan diprediksi tidak mudah lagi. Dalam arti penonton harus terbiasa menonton pertandingan di televisi dengan cara berlangganan.

Hal itu sudah berlaku umum di negara-negara yang kompetisinya maju. Seperti halnya Inggris, Italia, atau Spanyol. Lewat tayangan televisi berbayar, penonton dijamin bisa menikmati semua pertandingan berlabel bigmatch.

Hal itu sekaligus menjawab banyak pertanyaan dari masyarakat kenapa tayangan siaran langsung di televisi terestrial atau non-berbayar sering diacak (enkripsi). Terkadang pula penerimaan gambar dari televisi non-berbayar begitu buram.

"Enkripsi memang diperlukan untuk melindungi kepentingan sponsor media televisi berbayar. Sebab, jika tidak ada ada dana dari sponsor broadcast rights, bisa jadi kompetisi sulit diselenggarakan, yang akhirnya sepak bola Indonesia akan terus di peringkat terbawah FIFA," tutur Greeny Dewayanti.

"Jadi memang dibutuhkan perhatian dari pencinta sepak bola Liga Indonesia. Ini bukan berarti tontonan rakyat kenapa tidak bisa gratis, tapi karena harus ada jaminan kompetisi tetap bisa hidup," kata Greeny.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menpora: Suporter Bersatu untuk Sepakbola Indonesia

Menpora: Suporter Bersatu untuk Sepakbola Indonesia

Bola | Senin, 20 Maret 2017 | 04:31 WIB

Terkini

Sebelum Tewas Dikeroyok, Penjual Cermin di Pejompongan Sempat Pingsan dan Dibawa ke RS Mintohardjo

Sebelum Tewas Dikeroyok, Penjual Cermin di Pejompongan Sempat Pingsan dan Dibawa ke RS Mintohardjo

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Sering Berujung Represif, YLBHI Sebut Polisi Belum Paham Demo Adalah Hak Konstitusional

Sering Berujung Represif, YLBHI Sebut Polisi Belum Paham Demo Adalah Hak Konstitusional

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 19:58 WIB

Bongkar Dalang Pembunuhan, Film "Lobang Buaya" Rilis Trailer dan Poster Menuju Tayang 1 Oktober

Bongkar Dalang Pembunuhan, Film "Lobang Buaya" Rilis Trailer dan Poster Menuju Tayang 1 Oktober

Entertainment | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Gus Yusuf di Muktamar NU: Jangan Jegal Kader, Kembalikan Pemilihan ke AD/ART

Gus Yusuf di Muktamar NU: Jangan Jegal Kader, Kembalikan Pemilihan ke AD/ART

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 19:53 WIB

Massa di Jogja Semprot Pemerintah, Janji 19 Juta Lapangan Kerja Ternyata Scam di Negeri Orang

Massa di Jogja Semprot Pemerintah, Janji 19 Juta Lapangan Kerja Ternyata Scam di Negeri Orang

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 19:50 WIB

Belum Jadi Polisi Sipil, Watak Militer Bikin Polri Anggap Demo Ancaman Kekuasaan

Belum Jadi Polisi Sipil, Watak Militer Bikin Polri Anggap Demo Ancaman Kekuasaan

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 19:47 WIB

Ulasan Film Operasi Pesta Copet: Aksi Komedi Heist Berlatar Festival Musik!

Ulasan Film Operasi Pesta Copet: Aksi Komedi Heist Berlatar Festival Musik!

Your Say | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 19:45 WIB

eformasi Polri Tak Bisa Hanya Andalkan Pemerintah, Masyarakat Sipil Harus Bergerak

eformasi Polri Tak Bisa Hanya Andalkan Pemerintah, Masyarakat Sipil Harus Bergerak

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 19:36 WIB

Polda Metro Sita Golok dan 19 Anak Panah di Demo 27 Agustus, 45 Orang Jadi Tersangka

Polda Metro Sita Golok dan 19 Anak Panah di Demo 27 Agustus, 45 Orang Jadi Tersangka

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 19:27 WIB

Indonesia Sustainability 360 Forum 2026: Kolaborasi Lintas Sektor Dorong Transformasi Ekonomi Hijau

Indonesia Sustainability 360 Forum 2026: Kolaborasi Lintas Sektor Dorong Transformasi Ekonomi Hijau

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 19:26 WIB

×