Belum Jadi Polisi Sipil, Watak Militer Bikin Polri Anggap Demo Ancaman Kekuasaan

Muhamad Yasir

Jum'at, 28 Agustus 2026 | 19:47 WIB
Belum Jadi Polisi Sipil, Watak Militer Bikin Polri Anggap Demo Ancaman Kekuasaan
Polisi membentuk barikade di Jalan Tol Dalam Kota saat mengamankan aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu di depan kawasan Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (27/8/2026). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc]
baca 10 detik
  • Polri belum sepenuhnya meninggalkan kultur militeristik.
  • Kultur militer yang mendarah daging membuat aparat kepolisian kerap memandang aksi demonstrasi sebagai ancaman terhadap kekuasaan.
  • Transformasi paradigma serta budaya kelembagaan diperlukan agar kepolisian benar-benar menjadi institusi sipil yang menghormati penyampaian pendapat.

Suara.com - Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhamad Isnur menilai Polri belum sepenuhnya meninggalkan kultur militeristik meski telah dipisahkan dari ABRI sejak era Reformasi. Kultur tersebut dinilai masih memengaruhi cara aparat menghadapi demonstrasi.

Isnur menyebut watak militer telah melekat dalam tubuh kepolisian selama puluhan tahun ketika urusan pertahanan dan keamanan masih berada dalam satu institusi melalui ABRI.

Menurutnya, pola pendidikan dan struktur kelembagaan yang sebelumnya berjalan beriringan dengan militer membuat karakter tersebut sulit dihilangkan dalam waktu singkat.

“Selama puluhan tahun watak polisi itu watak militer. Pelatihannya bareng militer, strukturnya, seragamnya, namanya, dan itu sudah mendarah daging, sudah nempel di kultur mereka,” kata Isnur dalam Diskusi Publik Melawan Represi, Mendesak Reformasi Polri di Jakarta Jumat (28/8/2026).

Menurut Isnur, pemisahan Polri dan TNI setelah Reformasi memang telah dilakukan, termasuk melalui perubahan dalam Undang-Undang Dasar 1945. Namun, perubahan tersebut dinilai belum sepenuhnya diikuti transformasi paradigma dan budaya di tubuh kepolisian.

Ia menilai reformasi Polri seharusnya tidak berhenti pada pemisahan kelembagaan. Perubahan juga perlu menyentuh cara berkomando, berkomunikasi, hingga pola pikir aparat dalam menjalankan tugas.

“Apakah itu terjadi di perubahan paradigma, nama, kultur, seragam, perubahan cara berkomando, perubahan dalam berkomunikasi, tidak. Jadi kepolisian belum melakukan sipilisasi terhadap lembaganya,” ujarnya.

Salah seorang peserta demo menampilkan posternya saat menggelar aksi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (28/8/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Salah seorang peserta demo menampilkan posternya saat menggelar aksi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (28/8/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Demonstran Masih Dipandang Ancaman

Isnur menilai kuatnya kultur militeristik turut memengaruhi cara aparat memandang aksi demonstrasi.

baca juga

Menurut dia, demonstrasi semestinya dipahami sebagai bagian dari hak warga negara untuk menyampaikan pendapat. Namun, kultur yang masih melekat membuat aksi massa kerap dipandang sebagai ancaman terhadap kekuasaan.

“Budayanya budaya militer, dilatih dengan kekerasan dan karakter dan cara pikir di mana setiap ada demonstrasi itu dianggap sebagai ancaman, sebagai gangguan terhadap kekuasaan,” katanya.

Karena itu, Isnur menilai reformasi kepolisian tidak cukup hanya dengan mengubah struktur kelembagaan. Transformasi paradigma dan kultur di tubuh Polri juga harus menjadi bagian utama agar kepolisian benar-benar berfungsi sebagai institusi sipil.

Perubahan tersebut dinilai penting terutama dalam penanganan demonstrasi, sehingga aparat dapat mengedepankan pendekatan yang menghormati hak warga untuk menyampaikan pendapat tanpa menganggap massa aksi sebagai ancaman keamanan.

Reporter : Agustin Dwi Anggraini

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ricuh Demo DPR: 322 Orang Ditangkap, 160 di Antaranya Masih Anak-anak

Ricuh Demo DPR: 322 Orang Ditangkap, 160 di Antaranya Masih Anak-anak

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:14 WIB

Cerita Siswa MA Pejompongan Dianiaya Kelompok Ngaku Intel, Dipukul Pakai Besi di Depan Rumah

Cerita Siswa MA Pejompongan Dianiaya Kelompok Ngaku Intel, Dipukul Pakai Besi di Depan Rumah

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:06 WIB

Eks Intel BAIS Wanti-wanti Prabowo: Aksi Agustus Adalah Embrio, Bisa Lanjut atau Jatuh!

Eks Intel BAIS Wanti-wanti Prabowo: Aksi Agustus Adalah Embrio, Bisa Lanjut atau Jatuh!

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 12:06 WIB

Terkini

Konser di Borobudur, Andrea Bocelli Bawa Perdamaian & Misi Donasi 100.000 Sepatu Bagi Anak Palestina

Konser di Borobudur, Andrea Bocelli Bawa Perdamaian & Misi Donasi 100.000 Sepatu Bagi Anak Palestina

Entertainment | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:56 WIB

PDIP Bicara Peluang Hak Angket Usai Putusan MA Soal Gibran: Pembicaraan Lintas Parpol Makin Masif

PDIP Bicara Peluang Hak Angket Usai Putusan MA Soal Gibran: Pembicaraan Lintas Parpol Makin Masif

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:51 WIB

Kisah Cinta, Kutu Buku, dan Petualangan Surealis: Review Jagat Rajawali Karya Eko Darmoko

Kisah Cinta, Kutu Buku, dan Petualangan Surealis: Review Jagat Rajawali Karya Eko Darmoko

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:46 WIB

Pembalut Wanita Kena PPN, Irma Chaniago Semprot Menkeu: Tidak Cerdas dan Tak Pro Gender

Pembalut Wanita Kena PPN, Irma Chaniago Semprot Menkeu: Tidak Cerdas dan Tak Pro Gender

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Hasto Soal Putusan MA Ijazah Gibran: Tak Ada Kebohongan Abadi dalam Politik

Hasto Soal Putusan MA Ijazah Gibran: Tak Ada Kebohongan Abadi dalam Politik

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:44 WIB

Perbedaan Fungsi Retinol, Niacinamide, dan Vitamin C, Mana yang Dibutuhkan Kulitmu?

Perbedaan Fungsi Retinol, Niacinamide, dan Vitamin C, Mana yang Dibutuhkan Kulitmu?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:40 WIB

Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot

Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:17 WIB

Memahami Perbedaan Buku Nikah, Akta Nikah, dan Kartu Nikah

Memahami Perbedaan Buku Nikah, Akta Nikah, dan Kartu Nikah

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum

Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:04 WIB

7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis

7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:01 WIB

×