Massa di Jogja Semprot Pemerintah, Janji 19 Juta Lapangan Kerja Ternyata Scam di Negeri Orang

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 28 Agustus 2026 | 19:50 WIB
Massa di Jogja Semprot Pemerintah, Janji 19 Juta Lapangan Kerja Ternyata Scam di Negeri Orang
Aliansi Rakyat Memanggil yang menggelar aksi demonstrasi di Bundaran Universitas Gadjah Mada (UGM), Jumat (28/8/2026). (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Aliansi Rakyat Memanggil menggelar aksi demonstrasi di Bundaran UGM pada Jumat, 28 Agustus 2026.
  • Beranda Migran mengkritik kegagalan pemerintah menyediakan lapangan kerja yang memicu korban perdagangan orang di luar negeri.
  • Massa mendesak pemberantasan mafia perdagangan orang serta percepatan revisi Undang-Undang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia oleh DPR.

Suara.com - Aksi penolakan terhadap pemiskinan struktural dan penindasan terhadap masyarakat terus bergulir. Kali ini keresahan itu disuarakan oleh massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Memanggil yang menggelar aksi demonstrasi di Bundaran Universitas Gadjah Mada (UGM).

Perwakilan dari Beranda Migran, Kim, melayangkan kritik tajam terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai mengeksploitasi serta membiarkan warga negaranya menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di luar negeri.

Ia menyoroti borok tata kelola migrasi pekerja Indonesia. Pemerintah dinilai gagal menyediakan lapangan kerja yang layak di dalam negeri, sehingga memosisikan rakyatnya tak ubahnya mesin pencetak devisa semata.

"Negara melihat pekerja migran Indonesia sebagai aset, sebagai ATM," seru Kim tegas di hadapan massa aksi, Jumat (28/8/2026).

Kebijakan pendidikan nasional turut disemprot lantaran program pemerintah dinilai sekadar mencetak lulusan sekolah menengah kejuruan untuk diekspor ke luar negeri.

Alih-alih menciptakan lapangan pekerjaan di negeri sendiri. Beranda Migran mengecam fakta bahwa anak-anak bangsa disekolahkan dengan biaya mahal hanya untuk berujung menjadi pekerja migran yang rawan untuk dieksploitasi.

"Apakah pemerintah tidak bisa menghadirkan pekerjaan di negara kita sendiri? Janjinya apa, berapa juta pekerjaan? 19 juta-nya ternyata di Hong Kong, di Taiwan, bukan di Indonesia," cecar Kim.

Tidak berhenti di situ, tindak pembiaran dan indikasi keterlibatan oknum aparat dalam sindikat perdagangan orang turut menjadi sorotan tajam.

Aparat dianggap tebang pilih karena bersikap agresif menindas dan memblokir rekening aktivis, namun tumpul terhadap mafia kejahatan siber dan judi online.

baca juga

"Teman-teman kita diperdagangkan oleh mafia-mafia. Aparat katanya bisa memblokir ATM aktivis, tapi waktu judi online merajalela, ada tidak rekening yang diblokir?" ujarnya.

Beranda Migran menegaskan bahwa migrasi massal terjadi akibat kemiskinan struktural dan manipulasi mafia, bukan pilihan sukarela.

Dari puluhan kasus pendampingan korban TPPO di Kamboja dan Myanmar, negara justru kerap tebang pilih dalam merepatriasi korban dan malah memperlakukan mereka layaknya kriminal.

Kondisi darurat ini kian diperparah oleh lambannya DPR yang membiarkan revisi Undang-Undang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (UU PPMI) menggantung lebih dari setahun.

Padahal, pembaharuan hukum mendesak dilakukan untuk mengakomodasi pola migrasi mandiri non-agen serta memberantas mafia perdagangan orang secara tuntas.

"Kita berjuang hari ini agar hari esok kita bisa bekerja 8 jam sehari dengan upah yang layak, tanpa harus ke Taiwan atau Hong Kong meninggalkan keluarga!" tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Desil Bansos Bikin Gaduh, 81 Tahun Merdeka tapi Data Kemiskinan Masih Kacau

Desil Bansos Bikin Gaduh, 81 Tahun Merdeka tapi Data Kemiskinan Masih Kacau

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:08 WIB

Satwa Endemik Kalimantan Terancam Punah Akibat Karhutla Berulang

Satwa Endemik Kalimantan Terancam Punah Akibat Karhutla Berulang

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:24 WIB

Sistemik dan Akut, Dosen UGM Bongkar Borok Penanganan Kekerasan Gender yang Hanya Jalan Jika Viral

Sistemik dan Akut, Dosen UGM Bongkar Borok Penanganan Kekerasan Gender yang Hanya Jalan Jika Viral

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:43 WIB

Gugat Dosa Struktural Negara, FIAD Nyatakan Indonesia Darurat Keadilan

Gugat Dosa Struktural Negara, FIAD Nyatakan Indonesia Darurat Keadilan

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 17:47 WIB

Ahli Kejagung Nilai Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Sah, Soroti Istilah Trading Influence

Ahli Kejagung Nilai Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Sah, Soroti Istilah Trading Influence

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 14:33 WIB

Perusahaan Investasi UGM Segera IPO, Target Raup Dana Rp45,2 Miliar

Perusahaan Investasi UGM Segera IPO, Target Raup Dana Rp45,2 Miliar

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 14:06 WIB

Rekening Donasi Demo Diblokir, Dosen UGM: Tindakan Abusif Penguasa dan Melawan Hukum

Rekening Donasi Demo Diblokir, Dosen UGM: Tindakan Abusif Penguasa dan Melawan Hukum

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 13:39 WIB

Terkini

Pelatih Garudayaksa FC Bongkar Kunci Comeback Dramatis atas Arema FC

Pelatih Garudayaksa FC Bongkar Kunci Comeback Dramatis atas Arema FC

Bola | Minggu, 18 Oktober 2026 | 00:22 WIB

Persita Tekuk Persija 3-2, Bentrok Suporter dan Spanduk Kritik Karhutla Jadi Sorotan

Persita Tekuk Persija 3-2, Bentrok Suporter dan Spanduk Kritik Karhutla Jadi Sorotan

Bola | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Ucapan Manis Istri-istri Gubernur di Kalimantan untuk HUT Presiden Prabowo, Netizen: Api Woy Api

Ucapan Manis Istri-istri Gubernur di Kalimantan untuk HUT Presiden Prabowo, Netizen: Api Woy Api

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Proyek Gedung RW Coatesville Dipertanyakan: Desain Berubah, Anggaran Membengkak

Proyek Gedung RW Coatesville Dipertanyakan: Desain Berubah, Anggaran Membengkak

Bogor | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:55 WIB

IGAR Berencana Tinggalkan Pasar Modal RI

IGAR Berencana Tinggalkan Pasar Modal RI

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Hutan Terbakar, Lahan Ditanami Sawit? Anggota DPR Desak Penegakan Hukum Tanpa Ampun

Hutan Terbakar, Lahan Ditanami Sawit? Anggota DPR Desak Penegakan Hukum Tanpa Ampun

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kode Diskon Hotel Khusus untuk Nasabah BRI, Berlaku Sepanjang Tahun 2026

Kode Diskon Hotel Khusus untuk Nasabah BRI, Berlaku Sepanjang Tahun 2026

Bri | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:53 WIB

Kode Promo Diskon Tiket Pesawat untuk Nasabah BRI, Berlaku Hingga November

Kode Promo Diskon Tiket Pesawat untuk Nasabah BRI, Berlaku Hingga November

Bri | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:47 WIB

Cetak Laba Rp31,2 Triliun, BRI Sabet Gelar Excellent Profitable State-Owned Bank 2026

Cetak Laba Rp31,2 Triliun, BRI Sabet Gelar Excellent Profitable State-Owned Bank 2026

Bri | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:35 WIB

IRT di Sukabumi Ditemukan Tewas, Motor Hilang, Pesan Terakhir Jadi Teka-teki

IRT di Sukabumi Ditemukan Tewas, Motor Hilang, Pesan Terakhir Jadi Teka-teki

Jabar | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:33 WIB

×