Fornas Bhinneka Tunggal Ika Jaga Keutuhan NKRI

Tomi Tresnady

Minggu, 24 September 2017 | 06:47 WIB
Fornas Bhinneka Tunggal Ika Jaga Keutuhan NKRI
Deklarasi Fornas Bhinneka Tunggal Ika di Pondok Laras, Kelapa Dua, Depok, Minggu (17/9/2017).

Suara.com - Forum Nasional Bhinneka Tunggal Ika Kota Depok telah resmi dideklarasikan di Pondok Laras, Minggu 17 September 2017 sebagai sikap peduli terhadap kebhinekaan yang menjadi anugerah dari Tuhan terhadap Indonesia.

Ketua Fornas BT Ika Rusken mengatakan, keberadaan organisasi masyarakat ini begitu penting di tengah perpecahan pemikiran yang mengancam keselamatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

“Semangat kebhinnekaaan itu perlu kita jaga sebagai upaya untuk menjaga stabilitas dan integrase bangsa,” ucap Rusken.

Forum ini bagian dari gerakan nasional yang terdiri dari multi-etnik, lintas agama dan lintas profesi. Mereka disatukan dengan tujuan sama, yakni menjaga keutuhan NKRI.

“Kami sepakat segala bentuk radikalisme di Kota Depok harus ditolak dan akan menjadi garda terdepan dari gerakan nasional dalam menghadapi usaha-usaha yang dilakukan untuk mengganti Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka tunggal Ika sebagai nilai-nilai huhur NKRI,” kata dia.

Ketua Umum Fornas BT Ika, Dr. H. Syaiful Rohim, S.Pd.,M.Si yang turut hadir di acara deklarasi mengatakan bahwa di era globalisasi, AFTA dan persaingan ekonomi yang begitu ketat, Indonesia di masa depan harus unggul karena punya modal masyarakat yang plural.

"Kita tak ingin seperti Suriah tidak bisa menyelesaikan konflik politik hanya karena perbedaan etnis, agama, padahal dari situ kita bisa bergerak bersama-sama," ucap Syaiful yang juga dosen di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka di Jakarta.

 Untuk konkretnya, ucap Syaiful, Fornas akan mendirikan sekolah kebangsaan untuk anak-anak. Di sekolah itu, katanya, anak-anak harus diberi unformasi utuh terhadap keberagaman yang dimiliki Indonesia.

"Tantangan masyarakat indonesia ke depan terharap eksistensi negara kita tidak hanya runtuhnya kohefitas sosial, tapi menggganggu keberadaan negara," ujar pengarang buku "Teori Komunikasi: Perspektif, Ragam dan Aplikasi" ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gus Yaqut: Penguatan Pancasila Harus Digalakan Demi Keutuhan NKRI

Gus Yaqut: Penguatan Pancasila Harus Digalakan Demi Keutuhan NKRI

News | Kamis, 21 September 2017 | 22:08 WIB

TNI Siap Mengawal NKRI Siapapun Pemimpinnya

TNI Siap Mengawal NKRI Siapapun Pemimpinnya

News | Senin, 21 Agustus 2017 | 20:04 WIB

Jokowi Akui Adanya Ancaman Terhadap Kedaulatan NKRI

Jokowi Akui Adanya Ancaman Terhadap Kedaulatan NKRI

News | Senin, 17 Juli 2017 | 05:56 WIB

Jusuf Kalla: NKRI Kuat Karena Keragaman

Jusuf Kalla: NKRI Kuat Karena Keragaman

News | Sabtu, 08 Juli 2017 | 13:32 WIB

Gus Mus Ingatkan Ansor dan Banser Peka Gerakan Pengancam NKRI

Gus Mus Ingatkan Ansor dan Banser Peka Gerakan Pengancam NKRI

News | Senin, 15 Mei 2017 | 07:02 WIB

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×