Hari Ini, Dewan Pengurus Pusat Himpenindo Dikukuhkan

Fabiola Febrinastri

Kamis, 29 November 2018 | 15:02 WIB
Hari Ini, Dewan Pengurus Pusat Himpenindo Dikukuhkan
Pengukuhan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Himpunan Peneliti Indonesia (Himpenindo) Periode 2018-2023, Kamis (29/11/2018). (Dok: Himpenindo)

Suara.com - Pengukuhan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Himpunan Peneliti Indonesia (Himpenindo) Periode 2018-2023 dilaksanakan hari ini, Kamis (29/11/2018). Hal ini menandai berakhirnya masa kepengurusan DPP Himpenindo, yang sebelumnya dipimpin oleh Prof. DR. Ir. Bambang Subiyanto, M. Agr., dan memulai masa kepengurusan yang baru yang dipimpin Ir. Syahrir Ika, MM.

Pengukuhan DPP Himpenindo ini merupakan salah satu perwujudan ADART, yang secara fundamental telah banyak berubah. Proses ini tidak terjadi secara instan, tapi telah melalui tahap yang panjang, mulai dari persiapan kongres, pelaksanaan kongres Himpenindo, proses pemilihan ketua, hingga persiapan yang dilakukan, baik oleh panitia maupun oleh DPP Himnpenindo yang baru.

Prosesi acara pengukuhan dimulai pukul 09.00 WIB, yang dimulai dengan perkenalan pengurus DPP Himpenindo yang baru hingga pukul 10.00 WIB, yang dilanjutkan dengan pembukaan dan menyanyikan Indonesia Raya. Acara dilanjutkan dengan pembacaan SK DPP Himpenindo oleh Kepala Sekretariat Himpenindo dan pembacaan ikrar oleh Ketua Pengurus Pusat Himpenindo, yang diikuti oleh semua pengurus dan pernyataan pengukuhan oleh pelindung, serta dilanjutkan sambutan oleh Kepala LIPI selaku Pelindung Himpenindo, DR. L.T. Handoko.

Dalam sambutan Kepala LIPI menyebut, Himpenindo merupakan organisasi profesi peneliti yang ditunjuk oleh LIPI sebagai instansi pembina Jabatan Fungsional Peneliti.Sesuai dengan PP 11/2017, yang menyatakan bahwa pejabat fungsional harus menjadi anggota organisasi profesi.

Maka per 1 Januari 2019, seluruh Pejabat Fungsional Peneliti harus menjadi anggota Himpenindo, sebagai bentuk penerapan Peraturan Pemerintah tersebut. Himpenindo sebagai organisasi profesi peneliti,selain beranggotakan Pejabat Fungsional Peneliti Aparatur Sipil Negara (ASN), pun dapat memperluas keanggotaanya bagi peneliti non-ASN, termasuk para pensiunan peneliti, selama yang bersangkutan melakukan kegiatan penelitian.

Kepengurusan DPP Himpenindo yang dikukuhkan ini tidak saja hanya menghimpun para fungsional peneliti yang berstatus ASN, namun juga penelit dari kalangan Perguruan Tinggi dan peneliti dari institusi non-ASN. Selaras dengan penjelasan dalam Perkenalan kepengurusan DPP Himpenindo, lebih jauh lagi disampaikan bahwa Himpenindo merupakan organisasi profesi peneliti yang tidak sekadar organisasi yang diperlukan oleh instansi pembina JFP, tetapi bahkan instansi pembina JFP justru memiliki ketergantungan pada Himpenindosi.

Hal ini sudah sangat tepat, karena tidak sekadar memenuhi amanah PP11/2017, tetapi memang secara filosifis penanganan etika suatu keprofesian yang lebih tepat tidak berada pada suatu instansi regulator (pemerintah). Dengan demikian, Himpenindo selaku organisasi profesi peneliti dituntut untuk menyusun Kode Etik dan Perilaku Peneliti beserta dengan segala kelengkapannya.

Hal ini pula yang menjadi dasar bahwa LIPI sebagai pembina JFP, menunjuk satu-satunya organisasi profesi peneliti yang diakui adalah Himpenindo. Organisasi Profesi Himpenindo bertugas meningkatkan profesionalisme para anggota, menegakkan etika peneliti dan juga mengadvokasi para anggota bila mereka terkena dampak kebijakan yang merugikan mereka, termasuk juga member akses informasi IPTEK, peluang mengkuti conference baik di dalam maupun luar negeri serta mengupayakan peningkatan kesejahteraan peneliti.

Kedudukan LIPI adalah sebagai regulator, sehingga urusan penegakkan etika dan perilaku peneliti diserahkan kepada organisasi profesi, Himpenindo. Majelis Etik dan Kehormatan Peneliti (MEKP) tidak lagi berada di LIPI, tapi dialihkan ke Himpenindo, dimana tugas MEKP yang mendesak setelah pengkuhan ini adalah membuat pedoman atau juknis.

Kongres II Himpenindo telah memilih ketua MEKP, yaitu Prof Thomas Djamaluddin. MEKP inilah yang akan memproses laporan-laporan pelanggaran etik dari masyarakat atau dari K/L dan bersidang untuk membuat keputusan etik.

Penetapan keputusan tesebut dengan keputusan ketua Pengurus Pusat Himpenindo sebagai bentuk indenpendensinya, MEKP akan membentuk majelis ad-hoc untuk setiap kasus pelanggaran kode etik oleh peneliti. Hal ini bukan sekadar untuk bentuk independent saja, akan tetapi dengan tujuan bahwa penanganan pelanggaran tersebut harus dijamin keobjektivitasannya

Di samping itu, LIPI juga akan mengalihkan tugas penilaian mutu publishing house, baik buku maupun jurnal kepada organisasi profesi penelliti yaitu Himpenindo. Ke depan, Himpenindo akan membentuk komite khusus untuk melaksanakan tugas ini.

Selain itu, Himpenindo juga berperan melakukan penilaian mutu lembaga penelitian, baik pemerintah maupun swasta. Akan dibentuk satu Komite untuk mengelola tugas ini.

Himpenindo juga akan melakukan penyetaraan level jabatan peneliti non ASN dengan ASN. Selanjutnya juga akan dibuat diklat khusus sertifikasi peneliti non ASN. Tugas ini akan dilakukan oleh satu Komite khusus. Dengan cara ini Himpenindo menjamin mutu dan penegakan etik peneliti swasta atau non ASN. Konsekwensi dari hal tersebut adalah mereka harus menjadi anggota Himpenindo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rupiah Berbalik Melemah Paling Dalem di Asia, Dolar AS Naik Dekati Rp17.917

Rupiah Berbalik Melemah Paling Dalem di Asia, Dolar AS Naik Dekati Rp17.917

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:26 WIB

Rupiah Lanjutkan Tren Melemah, Dolar AS Naik ke Level Rp17.939

Rupiah Lanjutkan Tren Melemah, Dolar AS Naik ke Level Rp17.939

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:45 WIB

Rupiah Kembali Menguat tapi Dolar AS Masih Betah di Level Rp17.902

Rupiah Kembali Menguat tapi Dolar AS Masih Betah di Level Rp17.902

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:53 WIB

Rupiah Dibuka Berotot, Mayoritas Mata Uang Asia Melemah

Rupiah Dibuka Berotot, Mayoritas Mata Uang Asia Melemah

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:47 WIB

Demo Tuntut Pendidikan Gratis Memanas, Massa LMND dan Polisi Saling Dorong di DPR RI

Demo Tuntut Pendidikan Gratis Memanas, Massa LMND dan Polisi Saling Dorong di DPR RI

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 16:07 WIB

Rupiah Makin Ambruk, Dolar AS Dekati ke Level Rp17.917

Rupiah Makin Ambruk, Dolar AS Dekati ke Level Rp17.917

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 16:03 WIB

Harga Emas Antam Terus Turun, Buyback Ikut Tertekan

Harga Emas Antam Terus Turun, Buyback Ikut Tertekan

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:25 WIB

Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP

Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:46 WIB

Harga BBM Pertamina Oktober Tak Berubah, Ini Daftarnya

Harga BBM Pertamina Oktober Tak Berubah, Ini Daftarnya

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:59 WIB

Rupiah Kembali Sentuh Rp18.000 per Dolar AS

Rupiah Kembali Sentuh Rp18.000 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 09:31 WIB

Terkini

DPRD Gowa Minta 7 Pejabat yang Dinonaktifkan Husniah Talenrang Dikembalikan

DPRD Gowa Minta 7 Pejabat yang Dinonaktifkan Husniah Talenrang Dikembalikan

Sulsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 12:03 WIB

Buku We Are the Keystones, Mengenal Pahlawan Tersembunyi Penjaga Alam

Buku We Are the Keystones, Mengenal Pahlawan Tersembunyi Penjaga Alam

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Keputusan Dewan Pers Terkait Dugaan Suap dalam Muktamar NU: Fitnah!

Keputusan Dewan Pers Terkait Dugaan Suap dalam Muktamar NU: Fitnah!

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:58 WIB

Brantas Abipraya Hadirkan Fasilitas Pendidikan Berkualitas, Wajah Baru Sekolah Negeri di Jakarta

Brantas Abipraya Hadirkan Fasilitas Pendidikan Berkualitas, Wajah Baru Sekolah Negeri di Jakarta

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:57 WIB

5 Alasan Batam Layak Dijadikan Tujuan Sebelum Kembali ke Jakarta

5 Alasan Batam Layak Dijadikan Tujuan Sebelum Kembali ke Jakarta

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:51 WIB

PLTSa DIY Ubah Sampah Jadi Listrik, Solusi Masalah atau Beban Baru?

PLTSa DIY Ubah Sampah Jadi Listrik, Solusi Masalah atau Beban Baru?

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:50 WIB

PPATK dan MIND ID Perkuat Kolaborasi, Jaga Integritas Industri Pertambangan Nasional

PPATK dan MIND ID Perkuat Kolaborasi, Jaga Integritas Industri Pertambangan Nasional

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:49 WIB

Say No to Cup Plastik! 5 Rekomendasi Tumbler Mini Terbaik untuk Ngopi Hemat dan Ramah Lingkungan

Say No to Cup Plastik! 5 Rekomendasi Tumbler Mini Terbaik untuk Ngopi Hemat dan Ramah Lingkungan

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:47 WIB

Demi Pasien, Dokter Anak Jalan 7 Km saat BBM Langka di Bali

Demi Pasien, Dokter Anak Jalan 7 Km saat BBM Langka di Bali

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:46 WIB

5 Perbedaan Pengalaman Terbang ke Kota Besar dan Destinasi Wisata Alam yang Perlu Dipertimbangkan

5 Perbedaan Pengalaman Terbang ke Kota Besar dan Destinasi Wisata Alam yang Perlu Dipertimbangkan

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:43 WIB

×