Green Edelweiss Foundation Beri Bantuan Korban Tsunami di Kalianda

Ririn Indriani

Senin, 07 Januari 2019 | 18:56 WIB
Green Edelweiss Foundation Beri Bantuan Korban Tsunami di Kalianda
Green Edelweiss Foundation saat memberi bantuan kepada korban tsunami di di pos pengungsian Kalianda, Lampung Selatan. (Foto: Dok. GEF)

Suara.com - Erupsi Gunung Anak Krakatau mengakibatkan Tsunami yang menerjang Selat Sunda pada akhir Desember 2018 telah menyisakan duka mendalam bagi warga terdampak.

Hempasan gelombang Tsunami tersebut tidak hanya memporakporandakan bangunan, tapi juga menelan ratusan korban jiwa, luka-luka dan hilang khususnya di Pesisir Lampung Selatan dan Banten.

"Bencana ini tidak hanya berdampak pada kerusakan fisik infrastruktur saja, namun psikologis para pengungsi, khususnya anak-anak juga dapat terganggu," ujar Ayi Subing, Koordinator Relawan Green Edelweiss Foundation (GEF).

Hal ini menjadi perhatian GEF yang tengah bergerak di tenda-tenda pengungsian, tepatnya di Pos Pengungsi Kabupaten Kalianda, Lampung Selatan dan Desa Way Muli kecamatan Rajabasa, Kalianda Lampung Selatan.

Green Edelweiss Foundation (GEF) juga menggelar kegiatan trauma healing dan mendongeng untuk anak-anak korban tsunami Selat Sunda di pos pengungsian Kalianda, Lampung Selatan. (Foto: Dok. GEF)
Green Edelweiss Foundation (GEF) juga menggelar kegiatan trauma healing dan mendongeng untuk anak-anak korban tsunami Selat Sunda di pos pengungsian Kalianda, Lampung Selatan. (Foto: Dok. GEF)

Disela-sela aktivitasnya membagikan bantuan logistik, GEF memberi dukungan trauma healing kepada anak-anak terdampak bencana, Minggu, (30/12/2018) di kedua tempat tersebut.

Bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung, GEF menempati tenda Posko BPBD untuk memobilasi anak anak dan melakukan kegiatan berupa trauma healing dengan metode dongeng yang berisikan motivasi, edukasi, akhlak untuk membangkitkan semangat, menghibur serta mendidik dengan akhlak yang mulia.

"Saat ini kami sangat membutuhkan trauma healing untuk anak anak yang dapat menghibur, mendidik dan memberikan semangat kepada anak anak dengan cara cara yang edukatif, menghibur dan berakhlak. Tidak hanya bantuan logistik, mereka juga butuh kehadiran kita untuk sekedar menguatkan jiwanya, mengembalikan senyumnya agar kembali ceria," terang Kordinator Lapangan BPBD Bandar Lampung, Haidir Subing, SE.

Sekitar 100 anak-anak di Posko Pengungsian Kabupaten Kalianda lampung Selatan dan 90 orang anak di Desa Way Muli Kecamatan Rajabasa, Kalianda ikut bermain dan mendengarkan cerita dongeng dari relawan GEF yang bernama Kak Rizal.

Kak Rizal merupakan pendongeng yang sudah cukup terkenal dan berpengalaman dalam memberikan dongeng yang menghibur dan edukatif. Sesekali Kak Rizal bercerita dan mengaji untuk memberi edukasi ringan, agar mereka semakin kuat dan sabar.

baca juga

Kegembiraan dan keceriaan yang dihadirkan Kak Rizal dan team GEG, sedikitnya mampu menghapus duka anak-anak yang tengah menanggung kesedihan pasca bencana.

Meringankan beban pengungsi Bencana
Sebelum turun kelokasi pengungsian dan desa-desa yang terdampak bencana, team GEF telah menurunkan timnya untuk memonitor dan manganalisa kondisi dilapangan untuk memetakan kebutuhan dan penyaluran kebutuhan yang tepat sasaran.

Bekerja sama dengan Rodja Peduli, GEF berkoordinasi untuk menyalurkan kebutuhan, serta jenis kebutuhan apa saja yang dibutuhkan oleh warga yang sedang pengungsi di tenda tenda terpal seadanya yang berlokasi didataran tinggi atau perbukitan.

Dari hasil donasi yang dikumpulkan dan hasil evaluasi team survey GEF, hasil donasi tersebut dibelanjakan sesuai kebutuhan warga berupa Sendal Jepit, pakaian dalam, pembalut, pampers, sabun mandi, shampo, pasta gigi, makanan dan minuman ringan untuk anak serta mainan.

Dari pantauan GEF di lokasi bencana agar pihak donatur bisa bekerja sama dengan pihak relawan atau posko terlebih dahulu, agar bantuan tidak overload, sementara kebutuhan yang lain tidak terpenuhi.

Memasuki musin hujan bantuan sangat dibutuhkan berupa pakaian penghangat, selimut, sarung serta bantal serta obat-obatan.

Sementara untuk korban yang kehilangan tempat tinggal secepatnya dibangunkan rumah, sedangkan yang berada di dataran tinggi dapat tinggal dengan nyaman, aman dan dapat berkebun atau bekerja dengan tenang, dan secara perlahan kehidupan dapat berjalan kembali secara normal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kasus Pungutan Korban Tsunami, Polisi Periksa Manajemen RSKM Cilegon

Kasus Pungutan Korban Tsunami, Polisi Periksa Manajemen RSKM Cilegon

News | Senin, 07 Januari 2019 | 08:55 WIB

7 Korban Bencana Tsunami di Lampung Belum Ditemukan

7 Korban Bencana Tsunami di Lampung Belum Ditemukan

News | Sabtu, 05 Januari 2019 | 10:44 WIB

Percaya Korban Tsunami Dimakan Iwak, Warga Pandeglang Ogah Makan Ikan

Percaya Korban Tsunami Dimakan Iwak, Warga Pandeglang Ogah Makan Ikan

News | Jum'at, 04 Januari 2019 | 16:58 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×