Indonesia Timur Rasa NonaRia, Sajikan Lagu Tradisi dalam Balutan Jazz

Ririn Indriani
Indonesia Timur Rasa NonaRia, Sajikan Lagu Tradisi dalam Balutan Jazz
Galeri Indonesia Kaya (GIK) bersama grup musik jazz asal Indonesia, NonaRia menampilkan kebudayaan Indonesia dalam sebuah pertunjukan bertajuk Indonesia Timur Rasa NonaRia pada Sabtu (14/9/2019). (Suara.com/Ririn Indriani)

Aransemen unik dan jenaka menjadi ciri khas NonaRia.

Suara.com - Tidak hanya memiliki kekayaan alam yang indah, Indonesia Timur juga memiliki kebudayaan dan tradisi yang amat beragam.

Sebagai ruang publik yang senantiasa memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat luas, Galeri Indonesia Kaya (GIKP) bersama grup musik jazz asal Indonesia yaitu NonaRia pada Sabtu (14/9/2019) menampilkan kebudayaan Indonesia dalam sebuah pertunjukan bertajuk Indonesia Timur Rasa NonaRia.

“NonaRia menyajikan lagu-lagu tradisi dari Indonesia Timur dan membawa para penikmat seni ke tempo dulu dengan aransemen unik dan jenaka yang sudah menjadi ciri khas mereka,” ujar Renitasari Adrian, perwakilan dari Galeri Indonesia Kaya dalam siaran persnya.

Pertunjukan dibuka dengan lagu dari Maluku yang berjudul Lembe Lembe yang dibalut dengan nuansa jazz ala NonaRia.

Galeri Indonesia Kaya (GIK) bersama grup musik jazz asal Indonesia, NonaRia menampilkan kebudayaan Indonesia dalam sebuah pertunjukan bertajuk Indonesia Timur Rasa NonaRia pada Sabtu (14/9/2019). (Suara.com/Ririn Indriani)
Galeri Indonesia Kaya (GIK) bersama grup musik jazz asal Indonesia, NonaRia menampilkan kebudayaan Indonesia dalam sebuah pertunjukan bertajuk Indonesia Timur Rasa NonaRia pada Sabtu (14/9/2019). (Suara.com/Ririn Indriani)

Selama kurang lebih 60 menit, NonaRia menghibur para penikmat seni yang memenuhi Auditorium Galeri Indonesia Kaya dengan lagu-lagu tradisi Indonesia Timur seperti, Yamko Rambe Yamko (Papua), Angin Mamiri (Makassar), Esa Mokan (Sulawesi Utara), Bolelebo (NTT), Goro Goro Ne (Maluku), Sarinande (Maluku), Sajojo (Papua), Tanase (Maluku), Hura Hura Cincin (Maluku), dan Apuse (Papua). Iringan dari biola, akordeon, dan juga snare drum yang mereka mainkan juga semakin memeriahkan pementasan ini.

“Kami berbagi keceriaan dan senandung indah dalam Indonesia Timur Rasa NonaRia, marilah bersantai sejenak dan berdendang ria bersama NonaRia,” ujar Yasintha Pattiasina di sela-sela pertunjukan di Auditorium Galeri Indonesia Kaya.

NonaRia adalah grup musik jazz asal Indonesia, grup musik yang beranggotakan Nesia Ardi (snare drum), Nanin Wardhani (akordeon) dan Yasintha Pattiasina (biola) ini dibentuk tahun 2012.

Nama NonaRia berasal dari nona-nona dan ceria. NonaRia sendiri tumbuh besar di Komunitas Jazz Kebayoran, formasi awal grup ini digawangi oleh Nesia Ardi, Nanin Wardhani dan Rieke Astari, sebelumnya akhirnya Rieke keluar dari grup pada 2014.

Setelah Rieke keluar, grup musik ini sempat vakum. Pada 2016, Yasintha bergabung dengan NonaRia. NonaRia merilis album Eponim pada 2018.
Pada 17 November 2019, NonaRia juga akan menghibur para peserta Indonesia Menari 2019 di kota Solo.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS