facebook

Tren Ikut Mendorong Masyarakat Berbisnis di Bidang Internet

Ferry Noviandi
Tren Ikut Mendorong Masyarakat Berbisnis di Bidang Internet
Founder Tren, Martin Carter (kanan) dan Allia Rosa (kiri) di acara Soft Launching modem Tren. [dokumentasi pribadi]

Dalam tempo tiga bulan, Tren mengaku sudah berhasil menjual sebanyak seribu modem.

Suara.com - Bisnis modem mungkin sudah mulai ditinggalkan sejumlah perusahaan teknologi. Namun PT Tren Global Teknologi justru tengah mengembangkan produk modem dengan teknologi terbaru bernama Tren.

Tren optimistis produknya akan diterima di pasaran karena menawarkan sejumlah keunggulan dari produk pendahulunya.

Tren sebagai modem tanpa sim card memiliki banyak fungsi, salah satunya bisa dipakai sebagai powerbank. Tren juga secara otomatis dapat mencari jaringan 4G yang stabil.

Founder Tren, Martin Carter dan Allia Rosa. [dokumentasi pribadi]
Founder Tren, Martin Carter dan Allia Rosa. [dokumentasi pribadi]

Bahkan sejak peresmian kantornya pada 27 Desember 2020, Tren telah berhasil menjual lebih dari seribu unit modemnya dalam waktu yang sangat singkat.

"Kami bisa dibilang satu-satunya, bukan saja di Indonesia, tapi juga di dunia yang menjual alat seperti ini secara direct selling," kata Founder Tren, Martin Carter di sela-sela Soft Launching Tren di Jakarta, baru-baru ini.

Dengan sistem penjualan langsung, Tren membuka kesempatan bagi masyarakat luas untuk dapat ikut serta dalam bisnis internet.

Sementara itu di acara Soft Launching Tren yang berlomasi di Batavia Marina berlangsung meriah, dengan rangkaian acara yang sangat ekslusif dan mewah. Acara dimulai dari siang hari, dihadiri oleh kalangan terbatas mitra-mitra usaha. Tentunya tetap dengan protokol kesehatan.

Diawali dengan perjalanan ke sebuah Pulau menaiki Private Cruise Quicksilver, kapal yang sangat besar, mewah dan langka. Selama perjalanan para mitra dimanjakan dengan iringan live music dan hiburan menarik lainnya serta hidangan makan siang yang sangat mewah.

Dilanjutkan dengan acara gala dinner yang dibuka oleh Co-Founder Tren, Allia Rosa. Dihadiri pula Ketua Umum AP2LI, Andrew Susanto, serta kehadiran Founder Yayasan Tangan Pengharapan, Yoanes Kristianus dan Henny Kristianus yang memproklamirkan tanda keberlangsungan kerjasama CSR bersama TREN.

Acara semakin semarak dengan alunan suara emas Joy Tobing dan ditutup oleh CEO dan Founder Tren, Martin Carter yang tampil memaparkan secara langsung rencana besar perusahaan dalam lima sampai 10 tahun ke depan.