alexametrics

Kurangi Pengangguran, Pemuda Desa Dilatih Keterampilan yang Dibutuhkan UMKM

Vania Rossa
Kurangi Pengangguran, Pemuda Desa Dilatih Keterampilan yang Dibutuhkan UMKM
Ilustrasi UMKM. (Dok: Xendit)

Para pemuda ini diberi keterampilan yang dibutuhkan di ranah e-commerce.

Suara.com - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM merupakan salah satu pendongkrak perekonomian di Indonesia dengan kontribusi yang cukup signifikan. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) mencatat bahwa UMKM menyumbang Pendapatan Domestik Bruto (PDB) lebih dari 60 persen, dan hingga April 2020, penjualan daring meningkat hingga 480 persen dibandingkan Januari 2020.

Potensi gemilang tersebut turut menggerakkan berbagai kalangan untuk memajukan UMKM, seperti yang dilakukan oleh Komerce, wirausaha sosial yang fokus pada penyelesaian masalah pengangguran di Purbalingga, Jawa Tengah. Komerce melatih para pemuda di desa untuk memiliki keterampilan khusus yang dibutuhkan di ranah e-commerce dan menyalurkan mereka ke UMKM mitra yang membutuhkan tenaga kerja kompeten. Hingga saat ini, Komerce telah dipercaya oleh sebanyak 789 mitra UMKM di seluruh Indonesia, telah melatih lebih dari 1.300 pemuda desa, dan mendistribusikan 700 alumni ke berbagai UMKM.

“Hingga saat ini, kami melihat masih banyak UMKM di daerah-daerah yang berpotensi untuk meningkatkan perekonomian bangsa dengan berkarya di e-commerce. Akan tetapi, mereka perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan mumpuni, serta akses ke perekrutan tenaga kerja berkualitas yang dibutuhkan oleh UMKM. Oleh karena itu, kami hadir untuk memberikan solusi bagi UMKM maupun calon tenaga kerja dengan memanfaatkan digitalisasi, di mana semua proses dilakukan secara online melalui aplikasi Komerce,” ujar Nofi Bayu Darmawan, Chief Executive Officer Komerce, mengutip siaran pers yang diterima Suara.com.

Melalui aplikasi Komerce, para pelaku UMKM cukup melakukan perekrutan dan penggajian karyawan secara online dan Komerce akan membebankan biaya admin kepada para pelaku UMKM ketika menggaji karyawannya.

Adapun tenaga kerja yang disediakan Komerce akan bergerak di ranah data input, medi sosial, customer service, dan beberapa ranah lainnya. Dengan bantuan biaya admin tersebut, Komerce dapat mengembangkan bisnisnya dan menciptakan dampak positif.

Hadirnya aplikasi Komerce juga dapat menekan biaya operasional UMKM. Pasalnya, pelaku usaha tidak perlu memiliki kantor fisik untuk menjalankan bisnisnya sehari-harinya. Karyawan dapat bekerja secara remote dan pelaku usaha dapat mengevaluasi karyawan secara online.

Dalam upaya untuk mengembangkan jangkauannya ke lebih banyak wilayah di Indonesia, tahun 2020 lalu Komerce memperoleh dana hibah dari DBS Foundation dan memanfaatkan pendanaan tersebut untuk memperluas jangkauan Komerce serta mengembangkan sistem e-learning.

"Dana tersebut telah kami alokasikan untuk ekspansi ke Kecamatan Berbah, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di sana, kami telah melakukan pelatihan puluhan siswa dalam bidang Admin Marketplace dan beberapa di antara mereka telah direkrut oleh UMKM,” jelas Bayu.

Dengan dana hibah yang diberikan oleh DBS Foundation, Komerce melakukan ekspansi dengan dua cara, yaitu dengan membuka pusat pelatihan pemuda di desa-desa lain termasuk di Berbah, dan menginisiasi Kampus Komerce, pusat edukasi online bagi para pemuda di Indonesia untuk mempelajari kurikulum pekerjaan di e-commerce, seperti Customer Service, Copywriter, Online Advertiser, Social Media Admin, Content Creator, Marketplace Admin, Transaction Data Input, dan masih banyak lagi.

Mona Monika, Head of Group Strategic Marketing & Communications, PT Bank DBS Indonesia, mengatakan, “Bank DBS Indonesia berkomitmen menjalankan bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, dengan menciptakan dampak sosial yang positif bagi masyarakat. Salah satunya dengan memberikan dukungan yang berkelanjutan bagi para wirausaha sosial. Kami senang dapat berkontribusi mempercepat akselerasi bisnis mereka untuk menyelesaikan berbagai permasalahan sosial serta berkontribusi positif bagi terciptanya lapangan pekerjaan. Seperti Komerce, kami berharap akan ada lebih banyak lagi wirausaha sosial yang hadir, tumbuh dan berkembang.”