facebook

Ramah Lingkungan, Penggunaan Teknologi Ini Makin Diminati Pelaku Industri

Risna Halidi | Dinda Rachmawati
Ramah Lingkungan, Penggunaan Teknologi Ini Makin Diminati Pelaku Industri
Ilustrasi energi terbarukan. (Pixabay)

Penggunaan sumber daya energi yang semakin meningkat membuat para ahli terus berinovasi untuk menemukan opsi lainnya dari sumber daya energi yang ada sekarang ini.

Suara.com - Tak dapat dipungkiri, setiap manusia membutuhkan sumber daya energi. Mengingat, setiap aktivitas yang dilakukan membutuhkan sumber daya energi.

Namun, penggunaan sumber daya energi yang terlalu masif sukses membuat lingkungan alam menjadi kacau dan rusak. Akhirnya, hasil dari pembuangan sumber daya energi tersebut dapar membahayakan kesehatan.

Penggunaan sumber daya energi yang semakin meningkat membuat para ahli terus berinovasi untuk menemukan opsi lainnya dari sumber daya energi yang ada sekarang ini. 

Salah satunya Energi Baru Terbarukan (EBT), yang berasal alam yang mampu digunakan dengan bebas, mampu diperbarui terus-menerus serta tak terbatas.

Karena inilah, pemanfaatan energi terbarukan melalui sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Atap semakin diminati.

Hal ini terlihat dari banyaknya pelaku industri yang mulai sadar akan pentingnya penggunaan energi yang ramah lingkungan dalam kegiatan operasional perusahaannya.

Seperti PT Saranacentral Bajatama Tbk (SCB) yang baru saja meresmikan instalasi PLTS Atap di pabriknya yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat.

"Sebanyak 2160 panel surya yang terpasang di pabrik kami mampu menggantikan penggunaan listrik sebesar 1.065.506 kWh dan menekan produksi CO2 sebesar 995.183 kg setiap tahunnya," jelas Handaja Susanto, Presiden Direktur PT Saranacentral Bajatama Tbk dalam suaran pers yang Suara.com terima baru-baru ini.

Seperti yang diketahui, proses produksi baja yang dilakukan perusahaan tersebut memerlukan sumber energi yang besar, sehingga kata Handaja, pihaknya perlu terus menerus melakukan efisiensi pemakaian energi. 

Selain itu, PLTS Atap sebagai sumber daya energi alternatif juga dinilai lebih murah dibandingkan sumber energi berbahan baku fosil. Tak hanya itu, alatnya juga mudah dipasang dan dirawat, sehingga tidak mengganggu kegiatan operasional.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS