KKN di SD Jatimakmur 3, Mahasiswa Sastra Inggris UBSI Edukasi Murid Membuat Masker Darurat

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Senin, 11 Oktober 2021 | 07:00 WIB
KKN di SD Jatimakmur 3, Mahasiswa Sastra Inggris UBSI Edukasi Murid Membuat Masker Darurat
KKN Mahasiswa UBSI Sastra Inggris di SDN Jatimakmur 3. (Dok: UBSI)

Suara.com - Pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Kekhawatiran warga masih membayang meski angka tertular lumayan berkurang. Namun, aktivitas manusia tak boleh meredup lalu padam. Kegiatan belajar mengajar harus tetap berlangsung.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim mengamini ini. Buatnya, pandemi tak boleh menjadi penghalang siswa/siswi untuk belajar. Karenanya, dia pun mendorong penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas di sejumlah sekolah.

Kendati demikian, Nadiem menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan (Prokes) bagi sekolah yang menggelar PTM. Prokes menjadi hal mutlak yang harus dipahami dan diterapkan oleh murid, guru, staf, maupun petugas keamanan di sekolah.  Seluruh elemen masyarakat diharapkan turut serta mengkampanyekan prokes guna memutus rantai penyebaran Covid-19. Sebagai akademisi, mahasiswa/mahasiswi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Prodi Sastra Inggris tergugah untuk ikut andil.

Melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN), 13 mahasiswa UBSI yakni, Ajeng Pangestu, Aisyah Wirawati, Restu Fadilah, Vira Anissa Kesuma, Stanley Novaldo, Windi Mawadah, Heydi Ruth, Nur Sayyidah, Nurul Vitria Hastutik, Rio Rudiansyah, Akbar Mardiah, Ade Rizki Husein dan Galang Aji Prakoso, melaksanakan Program Edukasi Pencegahan Covid-19 Pada SD Negeri Jatimakmur 3, di Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Kelompok yang diketuai oleh Ajeng Pangestu ini, memberikan edukasi yang berkaitan dengan Pandemi Covid-19, seperti mengajarkan siswa/siswi untuk membuat "Masker Darurat". Masker darurat adalah masker yang dibuat tanpa harus dijahit. Edukasi tentang pembuatan Masker Darurat ini dikemas secara interaktif dan menyenangkan.

Siswa/siswi SDN Jatimakmur 3 saat belajar membuat masker darurat. (Dok: UBSI)
Siswa/siswi SDN Jatimakmur 3 saat belajar membuat masker darurat. (Dok: UBSI)

Di mana, pemateri awalnya mencontohkan kepada siswa/siswi bagaimana membuat masker darurat. Selanjutnya masing-masing murid diberikan kain, tisu dan kunciran untuk mempraktikannya kembali. Bahkan, beberapa dari mereka ada yang diajak untuk mempraktikannya di depan kelas. Mereka yang bersedia berhak mendapatkan hadiah.

Menurut Ajeng, selain bermanfaat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Masker Darurat juga bermanfaat untuk hal lain. Setidaknya ada dua manfaat dari pembuatan masker darurat. Pertama, dapat mengajarkan anak-anak untuk lebih kreatif dalam menciptakan hal bermanfaat tanpa harus mengeluarkan uang. Mengingat bahan yang digunakan sangat sederhana, yakni kain sepanjang 25cmx25cm, ikatan rambut 2 pcs, dan 2 lembar tisu.

"Bahan yang digunakan ini bisa pakai bahan-bahan yang ada di rumah, misalnya mukena yang sudah enggak kepakai, atau bahan katun lainnya asalkan bersih. Lalu tinggal dipotong sesuai ukuran," tutur Ajeng.

Kedua dapat mengurangi sampah masker sekali pakai. Menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal Frontiers of Environmental Science and Engineering, jika sebulan terdapat 31 hari, maka penggunaan masker sekali pakai sekitar 2,8 juta masker per menit.

baca juga

Dalam penelitan tersebut dijelaskan bahwa volume limbah masker dapat berimplikasi terhadap kerusakan lingkungan. Sebab, jika tidak dibuang untuk didaur ulang, masker sekali pakai dapat menumpuk dan melepaskan zat kimia dan biologi berbahaya, seperti bisphenol A, logam berat, serta mikro-organisme patogen. Kandungan tersebut akan menimbulkan dampak negatif bagi tumbuhan, hewan, bahkan manusia.

"Jadi melalui pembuatan masker darurat ini, kami juga mengedukasi mereka akan pentingnya menjaga alam," imbuh Ajeng.

Mahasiswa UBSI Prodi Sastra Inggris saat sedang mengajarkan cara mencuci tangan dengan baik dan benar. (Dok: UBSI)
Mahasiswa UBSI Prodi Sastra Inggris saat sedang mengajarkan cara mencuci tangan dengan baik dan benar. (Dok: UBSI)

Selain mengajarkan siswa/siswi SDN Jatimakmur 3 membuat masker darurat, 13 mahasiswa UBSI juga mengingatkan kembali pentingnya penerapan protokol kesehatan (Prokes) 5 M, mengkonsumsi makanan bergizi, hingga bersin dan batuk dengan benar. Sama seperti membuat masker, materi tentang tiga hal tersebut disampaikan secara interaktif dan menyenangkan.

Ajeng menambahkan, kegiatan ini berlangsung selama seminggu dimulai dari 4-9 Oktober 2021. Dia berharap, kegiatan KKN ini bisa memotivasi siswa/siswi di SDN Jatimakmur 3 lebih ketat menjaga diri dari Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tingkakan Literasi Masyarakat, KKN UNIRA Dirikan Pondok Belajar

Tingkakan Literasi Masyarakat, KKN UNIRA Dirikan Pondok Belajar

Your Say | Rabu, 15 September 2021 | 14:43 WIB

Mahasiswa KKN BTV-3 UNEJ Dampingi UMKM dengan Digital Marketing

Mahasiswa KKN BTV-3 UNEJ Dampingi UMKM dengan Digital Marketing

Your Say | Rabu, 01 September 2021 | 21:10 WIB

Mahasiswa KKN UNEJ Terapkan Konsultasi Kesehatan Online di Desa Pakuwesi

Mahasiswa KKN UNEJ Terapkan Konsultasi Kesehatan Online di Desa Pakuwesi

Your Say | Rabu, 01 September 2021 | 08:01 WIB

Mahasiswa KKN 37 BTV UNEJ Bangkitkan UMKM Jamu Herbal di Desa Sukoreno

Mahasiswa KKN 37 BTV UNEJ Bangkitkan UMKM Jamu Herbal di Desa Sukoreno

Your Say | Selasa, 31 Agustus 2021 | 16:42 WIB

Mahasiswa KKN Mandiri UIN Walisongo Edukasi Pentingnya Konsumsi Jus Wortel

Mahasiswa KKN Mandiri UIN Walisongo Edukasi Pentingnya Konsumsi Jus Wortel

Your Say | Selasa, 31 Agustus 2021 | 14:45 WIB

Mahasiswa KKN 15 BTV 3 UNEJ Tingkatkan Minat Baca Siswa di Masa Pandemi

Mahasiswa KKN 15 BTV 3 UNEJ Tingkatkan Minat Baca Siswa di Masa Pandemi

Your Say | Selasa, 31 Agustus 2021 | 14:28 WIB

Terkini

Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia

Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia

Lifestyle | Minggu, 19 Juli 2026 | 01:16 WIB

Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS

Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:55 WIB

3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli

3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:19 WIB

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan

Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:00 WIB

Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu

Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:46 WIB

Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi

Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:38 WIB

Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras

Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras

Jabar | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:14 WIB

Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin

Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin

Jabar | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:55 WIB

Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan

Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan

Banten | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:50 WIB

×