alexametrics

LIPI: Indonesia Penyumbang Polusi Plastik Kedua, saat Beralih ke Kemasan Ramah Lingkungan

Dythia Novianty
LIPI: Indonesia Penyumbang Polusi Plastik Kedua, saat Beralih ke Kemasan Ramah Lingkungan
Kemasan exo freindly, Custombox.id

Masyarakat maupun pemilik usaha saatnya mulai meninggalkan kemasan plastik.

Suara.com - Masyarakat maupun pemilik usaha saatnya mulai meninggalkan kemasan plastik.

Seperti yang kita ketahui, plastik akan menjadi sampah yang sulit terurai bahkan masih akan ada sampai ribuan bahkan ratusan tahun.

Biasanya, plastik akan memakan waktu hingga 1000 tahun untuk terurai di tempat sampah. Namun, kantong plastik bisa membutuhkan 10-1000 tahun untuk terurai.

Hanya sebanyak 14 persen kemasan plastik saja yang didaur ulang. Data LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) menyebut sebesar 8,3 ton plastik mengalir ke Teluk Jakarta dan menjadikan Indonesia sebagai penyumbang polusi plastik kedua.

Sementara saat ini masih banyak para pebisnis yang masih menggunakan plastik sebagai pembungkus.

Kini saatnya beralih ke kemasan yang eco friendly untuk lingkungan yang lebih baik.

Kemasan exo freindly, Custombox.id
Kemasan exo freindly, Custombox.id

Bahkan, banyak nilai lebih yang didapatkan masyarakat maupun pebisnis ketika menggunakan kemasan eco friendly.

Penggunaan kemasan eco friendly menjadi bentuk kita peduli sekaligus mengajak konsumen untuk berkontribusi atas iklim dan lingkungan yang semakin rusak akibat polusi, termasuk polusi plastik.

Selain itu, kemasan eco friendly saat ini sudah didesain dengang sangat menarik sehingga bisa menggeser keberadaan plastik itu sendiri.

Custombox.id misalnya, kemasan ramah lingkungan yang terbuat dari bahan-bahan daur ulang. Selain mudah terurai, bahan dasar dari produk ini juga terbuat dari kertas daur ulang yang sudah tak terpakai.